
Ki Respati menapakan kedua kakinya di permukaan pasir dengan tubuh goyah, sebagian asap beracun telah masuk ke rongga paru-paru.
Ia melompat ke dalam air, membasahi bajunya dengan air laut, kemudian di tanggalkannya untuk membekap hidung dan mulut.
Sorot matanya beredar memandangi beberapa orang yang sekarang mengurungnya dengan berbagai macam senjata.
Setelah asap beracun mulai hilang tertiup angin laut, Ki Respati membuka kain penutup.
"Menyerahlah Kakang! percuma kau melawan kami yang berjumlah banyak!" Adiraja maju selangkah untuk mencoba bernegosiasi.
Tatapan tajam Ki Respati menghunjam Adiraja, "Adiraja! hatimu sepekat arang, tidak layak kau memanggil diriku dengan sebutan Kakang, putus sudah ikatan persaudaraan kita!"
Gempar Bumi tidak mau menunggu percakapan kedua bersaudara itu selesai, "Serang dan Rajam dia!" tubuhnya berkelebat bersama dengan yang lain.
Berbagai macam senjata memburu Ki Respati. "Wuuush..Wussh! Dua sambaran pedang dapat di hindari, beberapa anak panah di tangkis dengan putaran keris "Trakh..traakh...! Ki Respati maju di sela-sela tusukan tombak yang menyerang dirinya,."Hiaaath....Srettth....Sreeeth...Ujung keris menyambar ke beberapa orang yang merangsek mendesak, "Aarkh...Arkkh...dua orang terjungkal terkena sambaran keris.
__ADS_1
Dalam keadaan tubuhnya yang terkena racun, Ki Respati menunjukan kalau dia adalah Jago tua yang tidak mudah di taklukan.
"Keparat kau Respati! Kaki Gempar Bumi meluncurkan tendangan ke arah dada 'Wuuuggh!....angin serangannya mengeluarkan suara deru menggebu, Ki Respati memasukan Kerisnya ke pinggang, tangan kanannya di tarik ke belakang bersamaan dengan tubuhnya yang sedikit membungkuk, kakinya menolak ke bawah melakukan loncatan dengan menyorongkan pukulan ke depan menyongsong tendangan dari Gempar Bumi. "Hiaaath...Garuda Murkaaa!!!...Blaaamh...Blammmh!"
Tubuh Gempar Bumi terlempar ke belakang menabrak rekan-rekannya yang akan menyerang..."Bruuukh....!
Ki Respati sendiri jatuh berlutut sambil memuntahkan darah hitam "Hooekh...Hoeekh..!
Seandainya Ki Respati tidak dalam kondisi teracuni, Gempar Bumi bukanlah lawan yang sepadan dan bisa melukai dirinya.
Gempar Bumi berteriak kesakitan, separuh kakinya yang beradu dengan pukulan, hancur terkena pukulan Garuda Murka Ki Respati, tubuhnya berguling-guling di atas pasir laut.
Dengan mempergunakan Jurus Srigunting Menyambar, tubuhnya mencelat ke atas kemudian menukik turun, jari tangan kanannya menusuk mengarah ke bagian leher Kala Srenggono, "Mampuslah kau!" "Sssraaath....
Kala Srenggono mengelak ke samping, tetapi ia kalah cepat, walaupun lehernya selamat, tusukan jari Ki Respati sempat menyambar bahunya "Craaasssh....Ukhhh....!
__ADS_1
Tangan kiri Ki Respati tidak tinggal diam, secepatnya mencabut keris dan menghunjamkan serta merobek tubuh Kala Srenggona yang sedang limbung "Jreeeppph.....Breeeth...Aaaaakh....! Kala Srenggono berteriak keras sambil mendekap luka yang membuat isi perutnya terburai keluar.
Setelah lama menahan racun yang menyerang pembuluh darah, Kekuatan tenaga dalam Ki Respati makin menurun, tubuhnya pun makin melemah. dan akhirnya tumbang ke bawah.
Tidak ada rasa belas kasih di hati Adiraja, melihat saudara tuanya terbaring, salah satu pedang yang berserakan di ambilnya sebilah. dengan pedang terhunus ia mendekat dan berniat memenggal kepala Kakaknya, "Hiaaaaat.....!
"Traaaang...Bilah pedang terlempar setelah sebuah batu menghantamnya, berkelebat sosok tubuh menyambar Ki Respati yang sedang terbaring di permukaan pasir.
Candrasih berdiri sambil memanggul tubuh ayahnya, kemudian menghardik Adiraja "Kau Iblis bermuka manusia! suatu saat karma akan datang kepadamu dengan lebih menyakitkan!" Kaki kanannya kemudian menendang pasir yang di pergunakannya sebagai senjata menyerang Adiraja..."Braaash..! di saat Adiraja menghindar, Candrasih kembali menyabitkan puluhan duri beracun ke arah kelompok para Perompak yang menghadang jalannya. "Wusssh...Wuushhh...Craaph..craaph, sebagian menancap ke tubuh beberapa orang yang membuat celah untuk Candrasih melarikan diri.
Candrasih adalah wanita yang cerdas, dia berlari tidak menuju daratan ataupun Kapal yang sebelumnya di tunjukan oleh Adiraja sebagai alat menyelamatkan diri, jarak yang jauh dengan kapal membuat dirinya berlari ke arah Perahu kecil yang berada dekat dengan tepian pantai.
Dengan tiga kali loncatan dan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya, ia pun mendarat di permukaan perahu dengan tepat.
Daun dayung di raihnya, kemudian di putar menghalau beberapa senjata yang di lempar menuju dirinya..."Braaakh..."Braaakh...beberapa pedang dan anak panah terpental ke laut.
__ADS_1
Candrasih mengayuhkan dayungnya dengan cepat, perahu kecil itu pun meluncur ke arah laut lepas meninggalkan Adiraja bersama para Perompak.
Adiraja memandang perahu yang sedang meluncur ke tengah laut, ia pun berteriak dengan keras "Mampuslah kau di terjang ombak bersama anakmu Respati!!!"