Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Kembali Ke Kotaraja


__ADS_3

Rangkayu kemudian berlari menemui Arya Permana kembali, di sana terlihat Arya Permana sedang duduk menunggunya, Sambil memandang Rangkayu yang mendekati dirinya, Arya Permana berbicara dalam hatinya "Rangkayu ternyata kembali lagi sesuai janjinya, orang ini bisa menjadi petunjuk jalanku".


"Raden, aku menemukan korban penduduk yang tewas, sampai dengan hari ini sudah Delapan orang yang telah menjadi korban", Rangkayu berbicara sambil melihat, apakah ada perubahan ekspresi dalam wajah Arya Permana. Wajah Arya Permana terlihat tegang saat Rangkayu melihat ke arahnya, "apa maksudmu Rangkayu?, apakah kau mencurigaiku?", "Benar raden! karena korban kali ini adalah Warso, salah satu penduduk yang saat malam itu aku melihat kau keluar dari rumahnya!", apa yang membuat kau membunuh para penduduk yang lemah itu?"


Arya Permana berdiri dan menatap Rangkayu "aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu Rangkayu?" kali ini Rangkayu menatap Arya Permana dengan sinis, "aku seorang pendekar 'raden, membunuhpun harus dengan tujuan, aku tidak bisa mentolerir kelakuanmu.


"Kalau kau memang tidak cocok denganku, kenapa kau mencariku? menyingkirlah dari hadapanku Rangkayu!", "Hmm...ingat raden! kau saat ini bukan siapa-siapa, tidak perlu memakiku seperti itu!"

__ADS_1


Dalam kemarahannya, Rangkayu akhirnya menyerang Arya Permana, "Hiaaath....wush....wush, kedua kepalan tangannya memukul ke arah kepala Arya Permana, Arya Permana mengelak dengan cara mundur ke belakang, Rangkayu melanjutkan dengan memberikan tendangan balik yang mengarah ke perut, Haiikh....desh...tendangan itu dapat di tangkis oleh Arya Permana, tetapi karena memang Arya Permana kalah dalam tenaga dalam, ia terjajar ke belakang dua tombak.


Arya Permana mencoba balik menyerang, ia melompat dan melakukan tendangan ke arah dada Rangkayu. "Hiaaath....desh....desh...tendangan itu di balas oleh Rangkayu dengan sebuah tendangan yang keras, "bruuugh....argk....Arya Permana jatuh terpelanting, tubuhnya membentur batang pohon yang berada di belakangnya.


"Percuma saja kau melawanku 'raden!, dalam hal kanuragan kau jauh di bawahku!" Arya Permana tidak peduli dengan kata-kata Rangkayu, ia berusaha bangun dan menyerang kembali, "Hiaaath....wush...wush.., semua serangannya dapat di elakan oleh Rangkayu.


"Maafkan aku Rangkayu!, berilah aku kesempatan untuk berbicara!" tangan kanannya di angkat ke atas seakan menggapai sesuatu untuk memberikan tanda minta bantuan berdiri kepada Rangkayu.

__ADS_1


Rangkayu merasa tidak tega, akhirnya ia pun mendekat menggapai tangannya Arya Permana yang terbaring di tanah, tetapi saat tangan itu melekat ke tangan Arya Permana, terasa ada tenaga hisapan yang sangat deras..."Aaaakh....apa yang kau lakukan 'raden?"... jeritan Rangkayu terdengar keras..."aaakh.....brugh...setelah menjerit panjang akhirnya Rangkayu jatuh dalam keadaan yang mengenaskan, tubuhnya kering dan gosong, darahnya habis terhisap oleh Ajian Malih Rupa milik Dewi Pramudita yang saat ini menjadi Arya Permana. Arya Permana bangun berdiri dan tertawa "Hi...hi...hi, sayang sekali kau Rangkayu, terpaksa aku harus membunuhmu!"


Arya Permana kemudian membalikan badannya dan pergi meninggalkan mayat Rangkayu yang terbujur kaku.


"Hmm...aku merindukan suasana keramaian, aku harus ke Kotaraja, jika dengan tubuh Arya Permana ini, sepertinya sangat lemah, aku harus merubah wujudku menjadi Rangkayu". Arya Permana bersedekap, kedua tangannya di depan dada dan memejamkan kedua matanya, tidak lama kemudian "Wusssh....tubuhnya berubah wujud menjadi Rangkayu. "Ha...ha...ha, tubuh ini lebih kuat dan berisi, kemudian ia menarik kedua tangannya ke belakang dan menyalurkan tenaga dalam ke telapak tangannya, "Hiaaath....dhuaarh....dhuaaarh...kedua tangannya memukul pohon yang berada di depannya, membuat pohon itu berderak dan kemudian patah.


Dewi Pramudita terus berlari dan tertawa, ia kegirangan memakai tubuh Rangkayu yang kuat, larinya menuju arah Kotaraja, sesekali melompat dan menggunakan ilmu meringankan tubuh.

__ADS_1


Sementara itu tubuh Rangkayu di temukan oleh penduduk Desa Pendem, yang kemudian menguburkan jasadnya, karena Dewi Pramudita telah pergi, dari hari itu berakhirlah teror kematian di Desa Pendem tanpa mereka tahu penyebabnya.


__ADS_2