
Pertemuan antara ayah dan anak itu hanya berlangsung singkat, tidak ada di antara mereka cerita-cerita pengulangan masa lalu karena situasi memang tidak memungkinkan.
Setelah peristiwa tenggelamnya Kapal patroli milik kerajaan, kepercayaan diri para perompak semakin tinggi, seperti hari ini ada kapal yang mulai siap beraksi meluncur ke lautan bebas berniat untuk melakukan perompakan ke kapal-kapal niaga yang melintas.
Kapal mereka meluncur di tengah lautan, para perompak itu bersorak sorai sambil mengawasi jalur perlintasan niaga, karena saat ini mereka melihat ada kapal yang berlayar dengan kecepatan sedang, yang menandakan kapal itu membawa barang dengan muatan yang banyak.
Kali ini di pihak perompak di pimpin oleh Songgo langit, Pria tua kurus kering yang berdiri di buritan kapal. Ia tidak menyukai berdiri di anjungan, pandangannya beredar melihat situasi yang bertentangan arah dengan jalur pelayaran kapalnya.
"Tuan Songgo Langit, ada kapal yang melakukan pelayaran dengan kecepatan sedang, sepertinya mereka membawa barang-barang banyak!" salah satu anak buah kapal berteriak di atas tiang layar.
"Perhatikan sekali lagi! apakah awak mereka para prajurit Mataram?" Songgo langit memberikan perintah dengan pelan, tetapi suaranya terdengar menggema karena di aliri tenaga dalam tinggi.
"Tidak ada tuan! awak kapal mereka hanya sedikit!"
"Kejaaar, rampas seluruh muatan mereka!"...Songgo langit tiba-tiba sudah berada di anjungan.
Layar utama kemudian di bentangkan, nakhoda mengarahkan kemudi ke arah lambung kiri, kapalpun semakin cepat meluncur mendekati sasaran.
Tanpa mereka duga, ternyata kapal sasaran yang sebelumnya bergerak sedang, kini malah meluncur dengan cepat dan berbalik mengarah kapal mereka.
"Ha...Ha..Ha..Ternyata kapal itu berisi para prajurit Mataram, mereka pikir sedang menjebak kita!" Suara Songgo Langit kemudian terdengar di samping awak kapal yang mendampinginya di anjungan.
"Sraaath...Sraaaath...Sraaath...terlihat anak panah melesat ke atas sebanyak tiga kali.
Kapal-kapal Mataram yang terletak jauh melihat tanda tersebut, sehingga dua buah kapal yang akan kembali ke arah dermaga, membalikan kemudinya ke arah lesatan panah.
Ki Bondan Wiratama bersama Wirayudha melihat tanda itu, merekapun mengarahkan kapal mereka menuju sasaran. "Ngger, kapal siapa yang paling dekat dengan para perompak itu?"...
__ADS_1
Wirayudha memicingkan matanya, dan melihat syimbol lambung kapal, "sepertinya Ki Sampang 'eyang!...
"Cepat, arahkan kapal kita kesana!" Ki Pandawa yang berada di bawah segera memberikan perintah kepada pasukannya. "Topan gunung!..Topan Laut! siapkan senjata kalian!"
Tepat seperti dugaan Songgo Langit, Kapal yang mereka incar sebenarnya adalah kapal para prajurit Mataram di bawah pimpinan Ki Sampang.
Setelah kapal mulai mendekat, Ki Sampang memberikan perintah serangan "Bidik layar mereka dengan panah api!"...
"Sraaath...Sraaath...Ratusan anak panah yang berapi melesat mengarah layar kapal perompak.
"Kurang ajar!!!.... tangan Songgo langit melakukan gerakan mengibas, membuat air air laut tiba-tiba bergelombang menggerakan Kapal mereka melakukan putaran, sehingga bidikan-bidikan anak panah itu meleset.
"Kakang, seseorang yang berada di kapal itu mempunyai kemampuan kanuragan tinggi, berhati-hati lah!"
"Nyai...kenapa kau diam-diam ikut kapal ini?" tatapan Ki Sampang menghunjam mata Nyai Ambarukmo yang berada di bawah. Nyai Ambarukmo balas menentang "Tidak mungkin aku berpangku tangan melihatmu bertaruh nyawa disini! sudahlah kakang! bukan waktunya saat ini kita berdebat!"
"Ha...Ha..Ha...Sebelum kalian mendekat, kapal kalian akan ku buat tenggelam!" terdengar suara Songgo Langit menggema.
Tanpa Menunggu perintah Ki Sampang, Nyai Ambarukmo mengangkat kedua tangannya ke atas, kemudian tubuhnya berputar dengan cepat, tiba-tiba angin topan muncul dengan berputar cepat kemudian melesat menabrak tiang layar kapal milik para perompak.."Wuuush...Wuuush....Kraaakh...Kraaakh, tiang Kapal itu pun rubuh.
Kapal merekapun akhirnya merapat, Ki Sampang memberikan perintah, dari bilik-bilik kayu rapat yang berada di dalam kapal, muncul para prajurit mataram berlompatan keluar..."Seraaaang!!!"....
Melihat kekuatan Songgo Langit, Ki Sampang dan Nyai Ambarukmo langsung melesat menyerangnya, tidak memberikan waktu kepada Songgo Langit untuk menyerang para prajurit mereka.
"Hiaaath...Blaaarh...Blaaarh...benturan dari tiga kekuatan besar terdengar keras, baik Songgo Langit, Ki Sampang maupun Nyai Ambarukmo, langsung melakukan serangan-serangan yang di lapisi tenaga dalam puncak, karena meraka sama-sama tahu, bagi mereka sia-sia saja jika menggunakan jurus-jurus yang biasa.
Ki Sampang telah berubah menjadi manusia setengah Harimau, cakar-cakar tangannya sudah mencuat dan giginya pun telah muncul taring.
__ADS_1
"Graaaaummmh....Tangannya menyambar nyambar laksana menggunakan pedang, Nyai Ambarukmo pun telah menggunakan salah satu ilmu andalannya Segoro geni.
Songgo langit masih tangguh, ia bisa menghindari serangan-serangan Lodaya dan Segoro geni.
Pasukan Mataram menyerang para perompak itu dengan semangat tinggi, mereka terlatih dalam pertempuran bersama menggunakan formasi-formasi pedang untuk jarak pendek, sedangkan para perompak mengandalkan keberanian dan olah kanuragan perseorangan.
Di saat mereka melakukan pertempuran, Kapal milik Ki Bondan Wiratama sudah mendekat. karena jarak semakin dekat, pasukan badailah yang di perintahkan untuk menyerang.
Pasukan yang khusus di latih oleh Wiratama ini, melesat masuk dalam kancah pertempuran, membantu para prajurit Mataram.
Sementara itu pertarungan antara Ki Sampang, Nyai Ambarukmo melawan Songgo Langit semakin seru, Ke tujuh Lodaya milik Ki Sampang turut serta menyerang.
"Graaaumh..beberapa Lodaya melakukan gerakan menerkam dari atas ke arah Songgo Langit, tetapi dengan gesit Songgo Langit melesat ke atas menyongsong terkaman Lodaya, dan langsung melakukan tendangan-tendangan beruntun ke arah tubuh Lodaya.
"Dheaarh...Dhearh...tepat bersarang di tubuh lodaya, membuat mereka terpental jauh ke permukaan laut dan menghilang.
"Hssh...ternyata harimau itu kelemahannya oleh air laut! empat lagi yang tersisa!"
Saat mendapatkan peluang, Songgo Langit melompat mundur, bersiap mengeluarkan kesaktiannya kembali..."Srath!...., Songgo Langit mengeluarkan senjata berbentuk tongkat yang terbuat dari baja hitam.
"Hiaaath...Pemasung Langitt!" ..Tongkat hitam itu di pukulkan dari atas ke bawah, bersamaan pukulan tongkat, sinar hitam berkiblat menuju Ki Sampang dan Nyai Ambarukmo.
"Dhuaaarh...Dhuuaarhh...sepanjang sinar pukulan tongkat, kayu-kayu kapal terpecah.
Nyai Ambarukmo pun melesatkan ilmu Segoro Geni untuk menahan pukulan Pemasung Langit.
"Blaaarh...Blaaarh...!... Pukulan Pemasung Langit tetap menerobos pertahanan Nyai Ambarukmo membuat dirinya dan Ki Sampang yang berada di belakangnya terlempar sampai buritan kapal.
__ADS_1
Sambil menarik nafas kuat-kuat Songgo Langit pun berteriak "ma*pus kalian berdua!"