Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Anggoro Pati


__ADS_3

"Memang benar romo, dia adikku, tapi kau tahu sendiri, sepak terjangnya tak pernah dia pikirkan untung dan ruginya", inilah akibatnya, karena selama ini romo selalu mendukung apa yang dia lakukan, sudahlah romo, kita kesampingkan dulu masalah Arya Permana, aku ingin tahu semua yang romo ketahui tentang pelaku yang mencuri harta simpanan keluarga kita, pastinya romo sedikit mempunyai gambaran tentang pelakunya, karena romo pernah secara langsung bertanding dengannya".

__ADS_1


Pangeran Adiraja memandang Anggoro Pati, sambil berkata "betul Anggoro, di kepalaku banyak pertanyaan yang belum bisa aku jawab" , aku tak tahu apakah semuanya ini berkaitan, penyerangan-penyerangan terhadap pasukan adikmu yang sedang melaksanakan tugas, pembantaian 100 prajurit di Hutan mentasih, pencurian di kediaman keluarga kita, "aku sedikit mempunyai keterangan yang penting, tapi itupun masih perlu penyelidikan, "cobalah Anggoro, kau yang menyelidiki!" Anggoro Pati mendekat ke ayahnya "keterangan penting apa yang kau punya romo?" Pangeran Adiraja lalu menceritakan jalannya pertarungan antara dirinya dengan pelaku pencurian, dan menyebutkan bahwa pelaku mempunyai ilmu Aji Selaksa Gunung, "itulah yang aku tahu Anggoro, sedangkan sepengetahuanku yang mempunyai Aji Selaksa Gunung hanya kami bertiga dan Guruku sendiri, sedangkan yang aku hadapi seseorang yang masih muda, sebaya denganmu, dan satu - satunya murid yang mempunyai bakat tinggi dengan ilmu kanuragan hanya murid Kakang Padasukma", "berarti pelakunya Wiratama romo?" Anggoro Pati langsung menerka hasil dari penuturan ayahnya. "Menurutku bisa saja itu terjadi, Wiratama telah kembali dan berusaha membalas dendam, karena Istri dan anaknya terbunuh.

__ADS_1


"Bagaimana romo?", kalau semua ini benar, berarti sumber dari masalah ini adalah Arya Permana, "aku tak habis pikir, untuk apa dia jauh-jauh mengirim orang untuk membunuh istri dan anak dari Wiratama, tokh selama ini kita sudah berhasil menyingkirkan dia, romo sendiri malah menambah dengan memancing kemarahan Eyang Padasukma, sebenarnya apa rencana kalian berdua?" terlihat sekali wajah dari Anggoro Pati di liputi kemarahan.

__ADS_1


"Anggoro, sekarang bukan saatnya kita berdebat dan saling menyalahkan, kita harus berpikir, tindakan apa yang perlu kita lakukan?", Pangeran Adiraja menurunkan intonasi suaranya, untuk meredakan kemarahan Anggoro Pati, karena dia sadar, hanya Anggoro Pati yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah ini.

__ADS_1


__ADS_2