Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Naga Kecil


__ADS_3

Di tengah rumah yang di diami Ki Bondan, berbagai makanan sudah siap tersaji di atas tikar pandan yang besar, mereka mulai makan sambil bercengkrama. Begitulah keseharian yang terjadi di tempat yang sebelumnya sangat tertutup dan menjadi tempat tinggal pasukan-pasukan pilihan pimpinan Wiratama.


Prajurit-prajurit yang di bentuk oleh Wiratama, sementara ini hanya berlatih secara bergantian, karena merekapun selain berlatih melakukan pengawalan-pengawalan barang untuk di kirimkan sesuai pesanan. tetapi hari ini semuanya berkumpul karena pimpinan telik sandi Ki Sawung Galih datang dan akan melaporkan situasi yang terbaru di Kotaraja khususnya tentang Arya Permana.

__ADS_1


Ki Bondan, Ki Seno Keling dan Ki Pandawa duduk melingkari Ki Sawung Galih yang akan segera melapor, "Ki Sawung, apakah ada kabar yang penting yang harus kami tahu tentang Kotaraja?" Ki Bondan memulai membuka percakapan. "benar Gusti Sepuh, kami akan melaporkan tentang perkembangan Arya Permana, saat ini ia begitu royal menghambur-hamburkan kekayaannya untuk menghimpun beberapa pendekar yang linuwih untuk menjadi pengawal-pengawal pribadinya, salah satu yang harus di waspadai adalah Ki Danang Seta, ia kakak seperguruan dari Ki Jamparing yang tewas terbunuh saat pertempuran kita dengan Anggoro Pati" Ki Sawung Galih menjelaskan tentang situasi di kotaraja. Kemudian Ki Sawung Galih pun menceritakan tentang penyerangan di kediaman Panglima Mandala Putra oleh pendekar wanita yang akhirnya bisa di atasi oleh bantuan dari Arya Permana. "Hmm...jadi saat ini Panglima Mandala Putra mempercayai sepenuhnya kepada Arya Permana Ki?" Ki Pandawa terdengar menanggapi. "Benar Ki, kita harus segera menyelidiki masalah ini dan harus mengatur siasat agar Arya Permana tidak mendapatkan kepercayaan kembali dari Panglima Mandala Putra".


"Ki Sawung, untuk masalah mengatur siasat kita lebih baik menunggu Wiratama kembali, sementara ini kau beristirahatlah disini untuk menghilangkan penatmu terlebih dahulu, Ki Bondan kemudian mengajak Ki Sawung Galih ke depan rumahnya dan duduk di kursi kayu yang berada di depan dan sekaligus mengenalkannya dengan Eyang Padasukma dan Nini Sangga. sementara itu Wirayudha sedang duduk santai di tali-tali penghubung bambu yang tak jauh dengan mereka. "Maaf Gusti sepuh, putra siapakah yang berada di bawah itu?"

__ADS_1


Wirayudhapun meloncat dari tali penyangga yang di dudukinya, dan berdiri kokoh di tengah panggung arena latih. Ki Sawungpun meloncat ke depan Wirayudha, "hayooo Ngger, tunjukan kemampuanmu!" tanpa banyak bicara Wirayudha langsung berusaha memukul badan Ki Sawung dengan pukulan Selaksa gunungnya, Wush....wush...dheaarh....pukulan'pukulannya kuat dan keras mengarah dengan tepat ke arah dada Ki Sawung, saat Ki Sawung menangkis terjadi ledakan dan membuat ia terjajar ke belakang dua tombak, sebenarnya bukan karena Ki Sawung lemah, hanya karena ia terlalu memandang rendah kepada Wirayudha, dan menganggap tidak mungkin anak sekecil itu bisa mengeluarkan pukulan-pukulan yang berbobot dan kuat seperti itu. Wirayudha melanjutkan serangannya, jurus-jurus yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggipun ia lakukan, kembali Ki Sawung terkagum'kagum, saat ia mengelak ia merasakan angin-angin pukulan dari Wirayudha dapat membuat bajunya berkibar dan hampir saja membuat ikat kepalanya lepas. Saat Ki Sawung mulai memperkokoh kuda-kudanya, Wiratama menggunakan Aji Halimun sehingga menghilang dari pandangan, "Hiaaath....dheg...dheg....Ki Sawung terkena dua pukulan yang bersarang di tubuhnya yang membuat kuda-kudanya goyah. dengan penuh penasaran sekarang ia mulai mencoba menyerang, mencoba untuk melumpuhkan Wirayudha. Saat Wirayudha nampak dan tidak mempergunakan Aji Halimunnya, Ki Sawung mencoba menotok dengan dua jari nya mengarah ke titik kesadaran, tetapi Wirayudha dengan mudah dapat mengelak dari serangan itu, Jurus Sanca Gunung membuatnya mudah untuk berkelit dan berpindah tempat. terpaksa Ki Sawung Akhirnya menggunakan jurus Langkah delapan bayangan, tubuhnya berkelebat berpindah pindah tempat yang membuat Wirayudha kebingungan yang kemudian bajunya bisa di cengkeram oleh Ki Sawung Galih, "He...he...he Ngger akhirnya kau bisa kutangkap juga kan?" Ki Sawung Galih tak menyadari, padahal Wirayudha sudah terlepas dari cengkramannya karena dapat meloloskan diri dengan Aji belut putihnya, Ia pun balik menertawai Ki Sawung, "He...he..he aku tak akan dapat kau tangkap Ki".


"Cukup Wira! kau sekarang perkenalkan namamu kepada Ki Sawung Galih!" Ki Bondan Wiratama berteriak dari atas. Wirayudha kemudian menjura menghormat kepada Ki Sawung Galih, "Namaku Widayudha Ki!, aku putra dari Romo Wiratama, cucu dari Eyang Bondan Wiratama penguasa Alas Roban", Wirayudha sengaja memperkenalkan dirinya dengan menyebut cucu dari Ki Bondan, untuk membuat kakeknya senang.

__ADS_1


__ADS_2