Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Derap Langkah Prajurit


__ADS_3

Alas Roban dari depan masih terlihat sunyi dan mencekam, tetapi saat kian kedalam tampaklah suasana yang berbeda. disana ada jalan setapak, kanan kirinya di tanami dengan pohon-pohon berbuah, selain rindang, buahnya pun sangat elok di pandang, buah Mangga sangat ranum dan sudah masak, Rambutan pun terlihat merah segar membangkitkan selera, Jambu-jambu batu bergelantungan masak-masak.


Setelah sekian ratus tombak ke depan, jalan setapak itu menuju tanah lapang, yang sisi-sisinya tumbuh pohon bambu lebat. Suara daun-daun bambu seperti saling berbisik saling bersentuhan, karena hembusan angin. Di tengah-tengah tanah lapang tersebut banyak terdapat para prajurit yang sedang berlatih. Pasukan pedang, berkuda, maupun pemanah, mereka berlatih secara berkelompok.

__ADS_1


Ki Sawung Galih, Ki Pandawa dan Ki Seno Keling sedang duduk menghadapi Wiratama dan Ki Bondan, mereka sedang dalam pembicaraan yang terlihat penting.


"Raden, aku mendapatkan informasi yang sangat penting dari prajurit Telik Sandi kita yang berada di kotaraja" Ki Sawung Galih membuka pembicaraan, "Khabar apa yang kau punya Ki?" Wiratama menanggapi sambil merubah duduknya agar lebih nyaman. "Raden, informasi yang tak di ragukan kebenarannya adalah menyangkut Arya Permana", mereka para pejabat istana yang mengadili, bersepakat untuk mengampuni dan memberikan jabatan Panglima Muda wilayah Barat kembali". "grmmmh...Wiratama menahan geramnya, gigi - gigi nya beradu, "Para Munafik telah mengampuni dia, karena mereka telah kenyang dengan suapan dari Arya Permana, "lanjutkanlah kembali Ki Sawung Galih!", "tapi raden, Panglima Utama tidak sependapat dengan mereka, ia keluar dari tempat peradilan. Informasi yang lain adalah kabar dari orang tua Arya Permana, Pangeran Adiraja saat ini mengalami kelumpuhan, dan sedang dalam perawatan serius".

__ADS_1


"Ki Sawung Galih, Ki Seno, Ki pandawa, bagaimana keadaan pasukan-pasukan kita saat ini?", "Raden, pasukan kita saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, berkat latihan-latihan yang secara terus menerus di lakukan. Pasukan Badai, Topan Gunung, Topan Laut maupun Pasukan Guntur, sedang dalam kondisi puncak jika melaksanakan pertempuran", Ki Pandawa melaporkan kondisi pasukan secara keseluruhan, "bagus lah Ki! besok aku akan memeriksanya langsung, sepertinya sudah tiba saatnya membawa seluruh pasukan kita ke Kotaraja, "kita harus secepatnya melenyapkan Anggoro Pati, sebelum Arya Permana membawahi pasukan wilayah barat kembali, "kita harus mencegah kekuatan keluarga itu menjadi kuat lagi", dan aku menilai, untuk menghadapi Anggoro Pati beserta pasukannya, kita harus benar-benar mempersiapkan diri dan kerja keras, sekarang juga kerahkan Telik Sandi untuk mencari informasi mengenai Anggoro Pati dan pasukannya, jangan lupa juga Ki!" carikan aku informasi kekuatan pasukan yang berada di kediaman Pangeran Adiraja, dia pun sudah saatnya aku lenyapkan.


"Ngger, aku akan ikut dalam penyerangan ini!" ujar Ki Bondan sambil menatap Wiratama, Wiratama balik menatap ragu ke ayahnya, "tapi romo, jika engkau ikut, siapa nanti yang akan menjaga Alas Roban ini?", "Kau menolak romo untuk membantumu Ngger! yang menjaga tempat kita sudah banyak dan kuat-kuat, aku ingin mendampingimu, apa sekarang kau ragu dengan kemampuan ayahmu ini?" Wiratama merasa rikuh di desak ayahnya, "Ah mana mungkin aku berani meragukan kemampuanmu romo, aku tahu kepandaianmu tidak di bawah eyang Padasukma", Ki Bondan lalu melempar sesuatu ke atas melewati ketinggian kepalanya, sepertinya benda itu kayu yang kuat berbentuk bulat, "phuuuu" dari mulut ki Bondan terlihat cairan menggumpal yang meluncur dan mengenai bola kayu tersebut, "Desh....praaakh....kayu bulat itu hancur menjadi serpihan-serpihan kayu kecil dan jatuh ke bawah, "kau lihat, ludah ku saja bisa menghancurkan kepala - kepala prajurit-prajurit Mataram yang menghalangi langkahmu Ngger" Wiratama tersenyum mengangguk, ia tahu sifat ayahnya walaupun tersenyum, tampak kemarahan dari sinar matanya karena tidak di perbolehkan ikut.

__ADS_1


__ADS_2