
Di belakang Aula tempat pelatihan, Ki Danang Seta duduk bersila, kedua tangannya di samping badan dan matanya terpejam, ia mencoba memulihkan keadaan fisiknya dengan cara bersemedi dan menyalurkan hawa murni ke seluruh organ tubuhnya.
Ki Danang Seta menyadari banyak terjadi perubahan dari kondisi fisiknya, yang paling mencolok adalah penampilannya, wajahnya terlihat mengerikan, luka bakar di sekitar wajahnya masih belum pulih benar.
"Danang Seta, apakah kau sudah pulih?" Terdengar suara Ki Sampang menyapanya dari arah samping, Ki Danang Seta membuka matanya kemudian dia berdiri "Apakah kau sudah tidak sabar ingin mengulitiku Lodaya?" Ki Sampang tertawa sinis "He...he..he, kau terlalu merasa lebih suci dariku Danang Seta!, apakah kau sekarang merasa lebih baik dariku karena sudah bergabung dengan kubu Arya Permana?"
Danang Seta menatap Ki Sampang dengan heran, "apa maksudmu Lodaya?, kaupun berada di kubu yang sama denganku saat ini, tetapi tujuanku bergabung dengan Arya Permana berbeda denganmu, aku yakin kau mempunyai tujuan yang tersembunyi disini!"
Ki Sampang kemudian duduk di bawah lantai dan bersandar di dinding yang berhadapan dengan Ki Danang seta, "Danang Seta, aku tahu kau telah merubah jalan hidupmu!, tapi kau keliru berpihak, apa yang kau inginkan dengan bergabung disini?" Ki Danang semakin tidak mengerti dengan tujuan arah pembicaraan Ki Sampang.
__ADS_1
"Hmm...aku bergabung bukan karena mencari kedudukan, tetapi dalam upaya mencari pembunuh adikku 'Jamparing!"
Tanpa sepengetahuan keduanya ada sesosok yang berdiri dan bersembunyi di balik rak senjata, ia dengan serius mendengarkan pembicaraan mereka.
Karena merasa pembicaraan mereka penting, Ki Danang kemudian ikut duduk dan berhadapan dengan Ki Sampang. "Yang menginginkan perubahan dalam hidup, bukan hanya kau saja, akupun menginginkan perubahan, tetapi dengan cara yang lebih tepat. Kau mempunyai tujuan mencari pembunuh adikmu, tetapi kau mengabaikan keadaan sekitarmu".
Ki Danang Seta belum memahami apa yang di jelaskan oleh Ki Sampang, tetapi ia sudah mulai tertarik, "apa yang harus aku lakukan 'Lodaya?" kemudian Ki sampang menjawab "cepatlah kau pergi, aku akan menunjukanmu kepada seseorang agar kau tak semakin dalam terbenam disini!"
Dengan tiba - tiba Rangkayu keluar dari persembunyiannya, "jangan kalian kira mudah untuk keluar dari sini!, pembangkang busuk macam kalian harus segera di lenyapkan, "Hiaaaath....wush...wush...beberapa pisau kecil beterbangan ke arah Ki Danang dan Ki Sampang, karena keduanya mengelak, pisau itu menancap di dinding.
__ADS_1
Karena suara keras yang di timbulkan dari gebrakan pertama, beberapa pengawal yang sedang berlatih berdatangan, kemudian mengepung keduanya, "bunuh keduanya!" terdengar teriakan Rangkayu memerintahkan para pengawal itu. "Hiaaath....hiaaath...hiaaath....deash...desh, hujan pukulan mulai menyerang, Ki sampang dan Ki Danang berkelebat, menangkis pukulan-pukulan itu.
"Hua...ha...ha...ha, kau pikir kami mudah di tangkap? Ki Sampang mulai menunjukan kepandaiannya, "Graaaummmh....hrrrrh.....kukunya mulai mencuat, dari suara aumannya saja bisa membuat pengeroyok-pengeroyok itu roboh, Ki Sampang meloncat dan mulai menerkam mereka satu persatu, jari-jari Ki Sampang tajam laksana pedang, tebasan pertamanya saja membuat dua kepala pengeroyoknya terpenggal.
Beberapa pengawal itu mundur, karena tak mengira akan kepandaian Ki sampang, selama ini mereka hanya mengenal sosok Ki Sampang hanya sebagai pesuruh rendahan.
Danang Seta pun tak kalah, Jari Saktinya menusuk dan mengenai beberapa orang yang mengakibatkan beberapa pengeroyoknya mati dengan kepala berlubang.
Melihat keadaan yang tidak menguntungkan di pihaknya, Rangkayu memberikan tanda untuk memanggil para Pendekar yang berada di ruang yang lebih jauh dan dekat dengan kediaman Arya Permana.
__ADS_1