Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pertempuran II


__ADS_3

"Kau pemimpin pasukan yang menyerang kami?" Anggoro Pati bersiaga menghunus pedangnya, tetapi Wiratama tak menjawab pertanyaan itu, ia langsung melancarkan serangan bertubi-tubi, tombaknya meluncur berputar ke depan mengarah tubuh Anggoro Pati. Anggoro Pati langsung mengelak ke samping, membalas dengan sapuan pedang ke arah leher Wiratama, Wiratama merunduk sambil memukulkan kepalan tangan kirinya ke arah dada, tapi pukulan itu pun luput karena Anggoro Pati menghindar dengan cara berjumpalitan ke belakang. Keduanya pun bersiaga dan siap menyerang kembali. Serangan demi serangan mereka lancarkan. Pukulan, tendangan dan benturan senjata silih bergantian.

__ADS_1


"Hiaaaath....tendangan dari Anggoro Pati meluncur ke arah kepala Wiratama, sebelum mengenai pun tenaga dorongan itu sudah menyerang Wiratama, tetapi Wiratama menahan tendangan itu dengan cara menyilangkan kedua tangannya, "Dhuaaarh.....terjadi ledakan saat kaki dan tangan mereka berbenturan, membuat para prajurit sekitarnya menepi. Prajurit-prajurit yang sedang saling menyerang berhenti dan menjauh dari kalangan pertarungan mereka. Anggoro Pati berhenti menyerang, sambil setengah berdiri dan mengembangkan kedua tangannya ke samping, dia mendengus, "Kisanak, siapa kau yang bisa menahan tendangan Selaksa gunungku?" dari balik kain yang menyelubungi wajahnya Wiratama tidak menjawab banyak "Mari kita lanjutkan pertarungan ini!", Wiratama meloncat mengirimkan tendangan, gerakan tendangan itu sama persis dengan gerakan Anggoro Pati yang tadi, tetapi tenaga yang di timbulkan lebih hebat....Wuuugh.....Dhuaaaarrrh.... Tendangan itu tertahan oleh pukulan Anggoro Pati yang menyongsongnya, terjadi suara ledakan yang lebih dasyhat dari tadi, Wiratama kembali berdiri kokoh dengan tegak, berbeda dengan Anggoro Pati dia terlempar jatuh ke belakang sambil memuntahkan darah segar, "Hoekhhhh....Argk..."Kau...kau ternyata menguasai tendangan selaksa gunung juga?" suaranya terbata-bata. Setelah nafasnya mulai teratur dan bisa menguasai keadaan, Anggoro Pati menyerang, pedangnya berkelebat, kali ini ia sambil bersiul, semakin lama suara siulannya memekakan telinga, dan terdengar menusuk-nusuk membuat jantung berdebar, Wiratama melompat ke belakang, sambil menarik ke dua tangannya kesamping dia membalas dengan suara pekikan "Graaaaummmh.....suara itu menindih suara siulan Anggoro Pati, dan membuat prajurit-prajurit yang lain berjatuhan berlutut, sedangkan Anggoro Pati sendiri terjengkang ke belakang dan jatuh terlentang. Melihat keadaan itu, Wiratama tidak mau menyia-nyiakan waktu, tombaknya terhunus, dia melompat dan menusukan ke tubuh Anggoro Pati, tetapi sebelum tombak itu menancap, sebuah kudjang menangkis serangan tersebut, "Dherrrh.....mengakibatkan tusukan tombak dari Wiratama luput.

__ADS_1


"Aku Ki Jamparing, ingin mencoba kekuatanmu pendekar", pembukaan serangannya berbentuk cakar, "wussh....kedua tangan Ki Jamparing bergantian membentuk serangan menyilang. Wiratama mulai merubah jurus-jurus yang tadi dia lakukan. "Pamacan!!! sudah kuduga kau dari Tatar Sunda!" Wiratama menggeser kaki kanan nya ke belakang, kedua tangannya membentuk cakar harimau, "Hiaaath.....wush...wush...balasan serangan dari Wiratama membuat Ki Jamparing terkejut, dia tak sempat untuk mengelak, crash....carsh...bahu dan dada nya terkena cakar Harimau dari Wiratama, "Akh.....Pendekar punya hubungan apa kau dengan Ksatria padjajaran yang tersembunyi?" Ki Jamparing mengundurkan langkahnya kebelakang, "Terlambat kau tanyakan itu Ki Jamparing!" "Graaauuuumh.....kedua tangan Wiratama berubah, lengannya di tumbuhi bulu-bulu Harimau belang, kukunya pun mencuat menjadi tajam seperti cakaran harimau, terlihat wajah Ki Jamparing yang cemas dan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2