
Dari jauh terlihat dua bayangan yang sedang berlari mendekat, ternyata Wiratama dan Nyai Gendis yang langsung menyambut kedatangan Ki Wisesa, "Kakang...kenapa kau harus bersusah payah mencariku?" kemudian Wiratama langsung memeluk Ki Wisesa dan mengajaknya ke kawasan gantung, "tidak apa Dimas, ini hanya kunjungan biasa untuk menghilangkan kepenatanku saja di Kotaraja". Dari belakang Nyai Gendis pun menyapa dengan keramahannya "Ki Wisesa selamat datang di Parangtritis, mohon maaf kami tidak tahu kedatanganmu, kami tidak menyambutmu dengan layak", Ki Wisesa pun kemudian menyapa Nyai Gendis "tidak mengapa Nyai, aku pun mohon maaf menjadi tamu tak di undang kalian!".
Kemudian Ki Wisesa melirik ke arah Wirayudha yang sedang ikut memandanginya "Dimas Wiratama, apakah itu putramu?", "Benar Kakang, apakah kau sudah mengenalinya?", "He..he..he aku sudah berkenalan dengannya, bukan begitu 'cah bagus?" senyuman Ki Wisesa di tunjukan kepada Wirayudha, Wirayudhapun mengangguk tersenyum dengan rasa malu karena dia sebelumnya sempat menggoda Ki Wisesa, "Kami sudah berkenalan romo!", merekapun berjalan beriringan menuju kawasan gantung.
Sementara itu di Kotaraja, Dewi Pramudita semakin sering melancarkan aksi-aksinya, entah sudah berapa korban yang jatuh akibat ulahnya. Semakin banyak yang menjadi tumbal, Dewi Pramudita semakin sulit untuk di kenali, karena ia mampu merubah wujudnya semakin banyak rupa.
__ADS_1
Seperti saat ini, ia memakai wujud seorang gadis cantik, wujud dari salah satu tumbal aji Malih Rupa miliknya. Gadis cantik itu bernama Larasati, putri dari juragan Sabdo. Sore itu juragan Sabdo menyiapkan kereta kudanya dan bersiap akan pergi.
"Romo, hari sudah mau petang, kemana romo akan pergi?" Larasati menahan langkah ayahnya di depan pintu. "Romo akan berkunjung ke kediaman Panglima Mandala Putra 'anakku, apakah kau mau ikut?", Larasati mencoba melarangnya "Apakah ada kepentingan yang mendesak, sehingga romo harus berangkat petang-petang begini?" Juragan Sabdo menghampiri putrinya, "aku hanya ingin sowan kepada beliau, lama sekali aku tidak pernah menyambanginya!".
Sepanjang jalan juragan Sabdo bercerita dengan bangga kepada putrinya, betapa dia mempunyai hubungan dekat dengan pejabat sekelas Panglima Mandala Putra, Larasati hanya diam sambil melihat pemandangan jalanan Kotaraja lewat jendela kereta kudanya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang singkat, akhirnya merekapun tiba di kediaman Panglima Mandala Putra, juragan Sabdo di sambut oleh Panglima Mandala Putra sendiri. "Salam sejahtera Gusti Panglima, semoga engkau selalu di berikan keselamatan dan kesehatan oleh yang Maha Kuasa!", sebelum juragan Sabdo menjura memberikan hormat, Mandala Putra mendahului memeluknya, "Kakang Sabdo, kau semakin gagah saja! berapa lama kau tidak singgah ke rumahku?" , juragan Sabdo menunduk dan menjawab "tidak mungkin kami terlalu sering mengunjungimu, kami khawatir mengganggu kesibukanmu Gusti!" , Panglima Mandala Putra hanya tersenyum mendengar jawaban juragan Sabdo, "Hei..Kakang, ini Larasati putri semata wayangmu kah? sangat jelita sekali!" Larasati yang di sapa, tersenyum tersipu malu. kemudian mereka bertiga masuk ke dalam, tidak lama kemudian Putri Retno Ningsih menemani Larasati, mereka berdua meninggalkan ayahnya masing- masing menuju Keputren.
Di saat bercengkerama, Larasati terlihat terpesona dengan keadaan Keputren, "hmm....taman ini mengingatkanku dengan taman yang biasa aku beristirahat", suara Larasati bergumam lirih. gumaman itu terdengar oleh Putri Retno Ningsih "apakah di rumahmu juga mempunyai taman seperti ini Diajeng?", Larasati terkejut dengan pertanyaan Putri Retno Ningsih "hamba hanya sedang melamun tuan putri! andai mempunyai taman seperti ini, pasti hamba tidak akan merasa jenuh untuk tinggal di sini", Putri Retno Ningsih hanya memandang Larasati dengan tersenyum, "kapan pun kau mau, kau boleh menginap untuk menemaniku disini Diajeng!".
Dewi Pramudita yang sekarang maujud menjadi Larasati hanya tertawa dalam hati "Hik...hik...hik, puas-puaskan dirimu dengan keadaanmu yang sekarang Retno Ningsih!, sebentar lagi semua milikmu akan menjadi milikku!".
__ADS_1