
Ki Sampang menjatuhkan tubuh yang tadi di bawanya berlari,...brugh..."aakh..."Siapa yang memerintahkanmu menyamar menjadi telik sandi kami?" sambil kedua jarinya menotok jalan darah kesadarannya, orang tersebut duduk dan menatap Ki Sampang dengan berani, "aku memerintah diriku sendiri!, dan kau tidak punya kewenangan untuk bertanya padaku!"
"He...he..he, aku sangat menyukai berhadapan dengan prajurit seperti dirimu!".... kata-katamu menunjukan kegagahan!, aku ingin membuktikannya!"
"Hiaaath,....trakh...akh, telik sandi tersebut berusaha menyerang Ki Sampang dengan menusukan jari-jari ke arah mata, tetapi dengan mudah Ki Sampang menangkis serangannya dan malah membuat orang tersebut berteriak kesakitan.
"Wush...serangan totokan Ki Sampang menuju jalur kesadaran mendarat dengan telak di leher telik sandi itu, membuatnya terguling rebah kembali. "kau masih bisa melihat, mendengar dan bersuara!", kau tahu aku memerlukan jawaban apa darimu, tapi aku tak akan bertanya kepadamu!"
Kemudiaan Ki Sampang menunjukan wajah bengisnya, sambil tersenyum dengan sinis dia berjongkok di samping. "srafh..."srafh...kuku jari kaki telik sandi itu di cabutnya satu persatu,lengkingan kesakitanpun terdengar keras, "aaaakh.....aaaakh...., "ha...ha...ha aku sangat menyukai teriakan kesakitan darimu bocah!"
__ADS_1
Ki Sampang menarik nafas dalam-dalam, saat menghembuskan nafasnya, jari-jari tangannya berubah, lengannya di tumbuhi bulu-bulu belang dan kukunya mencuat.
"Bocah! aku terbiasa menguliti tubuh korban-korbanku!"... kemudian Ki Sampang mulai menguliti kulit kaki telik sandi itu sampai lutut "Aaaakg....aaakh...kau iblis berbentuk manusiaaaa!" Telik sandi tersebut melolong meneriakan rasa sakit yang luar biasa.
"Semakin kau berteriak merasa kesakitan, aku semakin menikmatinya 'bocah!" "Aqarrhm...jawaban apa yang kau ingin dariku?"...Aaaakh".
"He...he..he, kau sendiri tadi yang katakan, aku tidak punya kewenangan untuk bertanya padamu", "Dengar bocah aku akan menotok jalur darah yang ada di kepalamu, kau tahu apa nanti yang kau rasakan?"... "He...he...he, aliran darahmu akan berbalik, menimbulkan rasa sakit yang belum pernah kau rasakan!" "Hiaaattth....desh...dua jari tangan Ki Sampang menotok ubun-ubun.
"Aampuuun Kisanak.... bunuh sajaa aku!", Ki Sampang tertawa bergelak, "Hua...ha...ha...ha, kau pikir ini akan berakhir?masih banyak cara aku menyiksamu!"
__ADS_1
"ampuuun Kisanak..Hu..hu..hu, hentikan penyiksaan ini!" aku akan menjawab apa yang akan kau tanyakan"... Telik sandi itu menangis menjadi-jadi.
"Hiaaath....desh..desh Ki Sampang menotok kembali ubun-ubun orang tersebut, aliran darahnyapun kembali normal.
"Hukh...hukh...aku telik sandi yang berasal dari kelompok Elang, kami bekerja untuk Panglima muda wilayah barat Arya permana, kami melakukan sabotase-sabotase informasi yang menuju Panglima Utama Mandala Putra. aku bekerja di Wilayah Tidar dan Tugu.
"Hmm...berapa orang kelompokmu?" dan sekarang melakukan penyusupan di mana saja?" berikan kata sandi untuk mengetahui dan mengenal mereka!"
Akhirnya semua keterangan yang ingin di ketahui Ki Sampang semuanya di berikan tanpa terkecuali.
__ADS_1
"He...he..he, terimakasih bocah!" keteranganmu sangat memuaskan!". "Terima hadiah dariku untuk kerjasama yang baik ini, "Hiaaath"...dherrh...kepala telik sandi itu di pukulnya hingga rengkah dan memercikan darah segar.