Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Kencan?


__ADS_3

Mansion Damian.


Lucas melihat ke arah gadis yang memejamkan mata nya itu, bekas kepemilikan tampak jelas di leher dan bahu kecil itu.


Gadis yang sebelum nya menangis memohon pada nya untuk berhenti sejenak dan memberikan waktu untuk istirahat itu kini sudah tidur.


Tangan nya yang besar itu menyentuh kepala yang memiliki rambut halus berwarna coklat keemasan itu.


Mengusap nya dengan lembut sesaat setelah ia menarik nya tadi ketika bermain dengan liar di atas tubuh kecil itu.


Cup!


Ia mengecup mata yang memejam dengan bulu yang lentik dan tebal itu.


...


Pukul 08.34 pm


Anna terbangun, mentari yang tadi nya masih di atas kini sudah tenggelam berganti dengan bintang yang tampak menghiasi langit.


"Malam?" gumam nya lirih saat melihat cahaya yang gelap itu dari balkon yang tampak lebih besar dan mewah di bandingkan kamar nya.


"Sudah bangun?"


Suara bariton pria yang terdengar datang dari ruang ganti dengan memakai setelan kemeja formal seperti akan keluar malam itu.


Anna terdiam, seluruh tubuh nya merasa perih dan sakit di saat yang bersamaan. Bahkan seragam yang berserakan dengan alat pelindung yang sudah terpakai dan kotor itu masih tercampak dengan asal.


"Aku keluar sebentar, pelayan akan datang dan memberikan mu makan malam." ucap nya pada gadis itu dengan nada nya yang sudah kembali datar seperti semula.


"Kamu mau ke mana?" tanya nya lirih dengan suara yang serak karna menghabiskan suara tadi.


"Ada urusan, kau mau sesuatu? Akan ku bawakan saat kembali nanti." ucap Lucas pada gadis itu.


Anna menggeleng karna ia memang tak menginginkan apapun untuk saat ini.


"Tidak perlu pindah ke kamar mu nanti, kau akan mulai tidur di tempat yang sama dengan ku sekarang." ucap Lucas pada gadis itu.


Mata biru itu langsung membulat, tampak dengan jelas wajah yang ingin protes dan tak mau dengan titah nya.


"Baik," jawab Anna lirih yang tak bisa menjawab atau membantah.


Lucas tersenyum, ia mendekat dan mengangkat dagu gadis itu agar melihat nya.


"Bagus, dan..." ucap nya yang memgangtung melihat ke arah wajah sembab yang masih berantakan itu.


"Aku suka melihat mu menangis seperti tadi," ucap nya dengan senyuman simpul dan mendekat, "Kau terlihat semakin menggemaskan." sambung nya yang mengecup pipi gadis itu.


Anna tak bisa berkata-kata, ia hanya meremas selimut yang masih berada menutup bagian bawah tubuh nya.


Lucas tersenyum melihat gadis itu dan kemudian melangkah keluar meninggalkan nya.


...


Pukul 06.58 am

__ADS_1


Pagi mulai menerjap, kali ini tak seperti pagi lain nya di kamar yang ia sendiri sudah terbiasa.


Ia bangun di tempat yang membuat nya tak begitu nyaman, tak tau kapan pria itu kembali namun kini tubuh nya sudah di dekap oleh pria tampan itu.


"Luc?" panggil Anna sembari menggoyangkan tubuh pria itu sejenak agar bangun.


"Luc? Bangun? Aku mau ke sekolah..." ucap Anna sekali lagi yang tetap berusaha membangunkan pria itu.


Tidur Lucas terganggu, ia perlahan bangun dan melihat ke arah gadis yang tampak sangat ingin bangun dan terlepas dari pelukan nya.


"Kau mau ke sekolah? Bukan nya masih sakit?" tanya nya yang melihat arah gadis itu sembari mengusap wajah nya.


"Aku ga sakit kok, lagi pula hari ini ada ulangan." jawab Anna pada pria itu.


"Benarkah? Kalau kau mau aku bisa meminta izin tidak hadir mu." ucap nya pada gadis itu.


Anna menggelengkan kepala nya dan tetap kukuh ingin tetap pergi ke sekolah.


Lucas pun perlahan bangun walau ia sebenarnya masih merasa begitu mengantuk.


Anna perlahan bangun, kaki nya masih lemas, bagian inti nya pun masih begitu perih namun ia tetap memaksakan diri nya untuk berjalan dan bersiap pergi ke sekolah nya.


......................


Sekolah


Anak-anak yang remaja yang berisik ketika jam istirahat.


Sedangkan Anna kali ini tak ke kantin dan hanya meminum susu stroberi yang berada di tangan nya dan memakai jaket yang menutupi semua bekas yang di tinggalkan oleh pria itu di tubuh nya.


"Lihat film yang itu belum? Kata nya cuma satu yang selamat di ending nya, haha!"


"Iya! Tapi kan yang penting ada yang hidup di ending!"


Sepenggal percakapan yang memenuhi telinga gadis itu dan membuat nya mencari film yang tengah naik daun itu.


"Hah..."


Anna membuang napas nya lirih, ia melihat film thriller yang di bicarakan oleh teman-teman sekelas nya itu yang menceritakan tentang pemburuan manusia yang menceritakan banyak adegan pembunuhan sadis.


"Aku tonton sama dia?" gumam nya lirih yang tak memiliki teman lain selain pria itu.


"Sudahlah! Lagi pula dia tidak akan mau," ucap nya yang merasa pria konglomerat yang psycho itu tak akan mau.


......................


Bioskop


Anna memejam, ia tak menyangka hari ini pria itu akan menjemput nya sendiri di sekolah dan mengajak nya nonton lebih dulu.


"Kau mau lihat film apa?" tanya Lucas yang tak tau film yang tadi ia dengar ketika gadis itu mengatakan ingin menonton nya.


"Ini," jawab Anna sembari menunjuk salah satu poster.


Lucas menangguk, ia tak tau film apa yang tengah melejit di kalangan anak muda dan menuruti apa yang di inginkan gadis itu.

__ADS_1


Waktu yang di tentukan telah tiba, soda dengan popcorn pun sudah di tangan. Pria itu memegang tangan gadis remaja itu saat memasuki ruang teater bioskop agar ia tau gadis itu tetap di belakang nya.


Anna tersenyum kecil saat ia duduk bangku yang panjang dan nyaman itu, ia tak pernah punya waktu untuk bermain seperti ini dulu nya karna sibuk kerja patuh waktu.


"Kalau begini kita jadi seperti sedang berkencan," ucap nya berbisik pada pria yang berada di samping nya.


"Oh ya? Kalau begitu bagus." jawab Lucas singkat sembari mengecup pipi gadis itu.


"Kamu ga beli semua bangku di barisan ini kan?" tanya Anna yang melihat tak ada yang duduk di samping di jajaran barisan ia menonton padahal itu adalah film yang sedang naik daun.


Lucas tak menjawab, ia mengambil popcorn nya dan memasukkan ke dalam mulut gadis itu.


"Film nya mau di mulai," ucap nya singkat yang tak menjawab.


Anna langsung menoleh ke layar besar yang jernih itu, ia tersenyum dan film nya mulai di putar.


Satu jam kemudian


Film tersebut mulai mendekati ending, kebanyakan penonton mulai merasa tegang dan bergidik saat melihat nya tak terkecuali Anna.


Sedangkan Lucas tampak biasa saja dan tak merasakan apapun.


Tentu saja karna tak mungkin psikopat asli takut dengan film psikopat yang palsu kan?


"Adegan pembunuhan nya terlalu sederhana, acting korban nya juga kurang, dan alat yang di gunakan sangat biasa." ucap Lucas yang merasa bosan.


Anna langsung menoleh, ia menatap ke arah pria yang tampak dengan wajah datar itu lalu melihat ke sekeliling takut jika ucapan pria itu terdengar.


Dan memang benar, jika barisan depan ada yang mendengar nya dan menoleh ke belakang.


Senyuman canggung terlihat ke arah penonton yang melirik pada Lucas saat mendengar nya.


"Luc mau soda?" tanya Anna yang menawarkan minuman soda pada pria itu.


...


Film telah berakhir, Anna tampak tersenyum dan menyukai film yang menegangkan itu atau lebih tepat nya suka karna menonton di bioskop untuk pertama kali dalam hidup nya.


"Luc!" panggil nya pada pria itu dengan senyuman di wajah nya.


"Ya? Kau mau nonton lagi?" tanya pria itu yang menoleh ke arah gadis di samping nya.


Anna menggeleng, "Kamu bilang aku bisa minta apapun kan? Kalau begitu aku sudah tentukan apa yang kau ku minta," ucap nya yang setidak nya ingin meraih impian nya yang dulu sempat ia miliki.


"Kau mau apa?" tanya Lucas yang melihat ke arah netra bening yang tampak menginginkan sesuatu itu.


"Hum? Aku mau jadi bintang?" jawab Anna yang berniat masuk ke dalam dunia hiburan.


"Bintang? Pemain film? Penyanyi?" tanya Lucas mengernyit.


"Apapun itu yang penting tampil dengan memukau, dulu aku punya cita-cita seperti itu." jawab nya dengan tawa kecil yang mengingat cita-cita nya untuk menjadi aktris agar sang ayah yang meninggalkan nya tau jika ia punya hidup yang lebih baik.


"Kau mau berdekatan dengan pria lain?" tanya Lucas yang tampak kesal membayangkan nya.


Anna menggeleng, "Aku kan bukan mau merayu, jadi ini boleh kan?" tanya nya sekali lagi.

__ADS_1


"Kamu bilang aku boleh minta apapun, aku kan ga minta pergi..." ucap nya pada pria itu.


Lucas menarik napas nya, ia berpikir sejenak sebelum menjawab, "Baik, tapi tetap ikuti apa yang ku katakan dan jangan membantah." jawab nya yang bisa menjadikan gadis itu sebagai apapun dengan sokongan yang ia berikan.


__ADS_2