
Pria itu tak mengatakan apapun dan hanya menunggu sampai gadis yang sebelum nya panik dengan wajah yang pucat itu tenang.
Wajah cantik itu tampak linglung, kepanikan nya berkurang saat ia di bawa ke tempat yang terang.
"Anna? Mau minum lagi?" tanya nya yang menyodorkan kembali air mineral.
Wajah pucat dengan mata biru itu menoleh, ia menatap ke arah pria yang memberikan nya sebotol air minum itu.
Tangan nya bergerak mengambil nya, napas nya mulai teratur dan ia yang melihat ke arah pria itu.
"Kau sangat takut dengan permainan itu? Kalau tau seperti ini aku tidak akan membawa mu ke escape room." ucap Gavan yang menyebutkan tempat yang baru saja ia kunjungi.
"Kita bisa pulang?" Anna mulai tenang, ia bangun dan menarik napas nya karna ia tak bisa pulang lebih lambat lagi.
"Ya, kita bisa." jawab Gevan yang beranjak mengikuti langkah gadis itu.
Langkah yang lambat itu di buat beriringan agar bisa menyamai nya, pria itu berulang kali menoleh dan menatap ke arah wajah yang diam tanpa ekspresi itu.
Ia tak memikirkan hal lain atau pun curiga, karna memang biasa nya orang-orang bisa takut dengan hal seperti itu apa lagi di tempat yang gelap.
Anna menghentikan langkah nya sejenak, ia menatap ke arah kakak kelas nya yang memiliki wajah tampan namun khas playboy itu.
"Yang tadi? Bi.. bisa di lupain ga?" tanya nya lirih yang meminta pria itu untuk melupakan sikap apa yang tadi ia tunjukkan.
"Kalau kau mau begitu aku tidak akan membahas nya, dan..." ucap nya yang menunduk agar menyamai tinggi wajah yang berdiri di depan nya itu.
"Kau tau cara nya menjaga rahasia seseorang dan aku dulu bisa punya hari yang baik karna meluapkan nya pada mu." sambung Gevan yang melihat ke arah mata biru yang jernih itu.
"Maksud nya?" Anna mengernyitkan dahi nya dengan bingung saat ia tak mengerti apa yang di katakan oleh pria itu.
"Kau dari Maria Glory kan? Kau ingat? Anak laki-laki yang suka mengeluh dan berbicara tentang ayah nya?" tanya nya pada gadis itu.
Anna memutar kepala nya sejenak, ia tentu mengingat pernah memiliki seseorang yang seperti saat ia masih berada di panti asuhan.
"Ya? Dia anak donatur yang sering datang." ucap nya yang dulu bisa berbicara dan menemani seseorang tanpa tau nama nya.
"Itu aku," jawab Gevan dengan senyuman kecil.
"Anak yang bicara tentang tidak akan jadi seperti ayah nya? Dan bilang akan jadi ayah rumah tangga yang baik? Bisa mengasuh anak dan memakai celemek lalu mengajak ku menika- Hup!"
Tangan pria itu dengan cepat menutup mulut yang berbicara tentang hal yang ingin ia tutupi karna masa lalu nya yang membuat nya sedikit malu.
"Iya! Itu aku, jadi diamlah." ucap nya yang tersenyum namun dengan dahi yang mengerut kesal.
Mata biru yang tadi nya nya kosong itu perlahan mulai berubah hidup.
"Pft!"
Bibir gadis itu bergerak seperti ingin menahan tawa dan pria itu pun melepaskan bekapan di mulut nya.
"Hahaha! Kenapa anak kucing ku sekarang udah ga polos lagi?" tanya nya yang tertawa kecil begitu mengingat pria di depan nya dulu adalah anak laki-laki yang manis.
Walaupun selalu datang dan mengatakan tentang keluh kesah nya, namun sikap polos dan lugu itu membuat nya bisa berteman.
Ia tak tau nama nya, bahkan siapa anak laki-laki yang sering datang dengan donatur namun ia berbicara dan terkadang bermain bersama.
"Anak kucing? Kucing! Aku?!" Gevan mengulang beberapa kali, ia tak percaya dulu gadis itu menganggap nya seperti itu.
"Kau juga seperti anak cumi-cumi!" ucap nya yang kesal pada gadis itu.
Tawa yang tadi nya masih terdengar langsung menghilang dengan tatapan kesal.
"Cumi-cumi? Kenapa aku mirip cumi-cumi! Ada apa dengan cumi-cumi!" ucap nya yang sensitif dengan nama hewan laut itu.
"Ga tau, karna aku belum pernah dengar suara cumi-cumi mungkin?" ucap nya yang ingat tak pernah mendengar suara gadis itu.
Dan tentu pembicaraan yang di lakukan dengan media tulisan atau bicara dengan bahas isyarat yang kedua nya mengerti.
......................
Skip
Pukul 10.25 pm
Apart
Wanita itu melihat ke arah kertas yang berada di depan nya, ia masih memakai mantel tidur dengan tubuh yang polos dan penuh dengan bekas kecupan di dalam nya.
"Tidak ada masalah apapun kecuali gosip pernah suka sesama jenis?" gumam nya yang mencoba mencari semua rumor yang berisikan tentang seseorang yang ingin ia incar.
"Hm?" Luciana bergumam, ia melihat ke arah kertas selanjutnya yang mengatakan tentang rumor baru yang mematahkan rumor lama karna ada gadis yang berada di samping pria itu sekarang.
"Maurenne Arianna?" ucap nya yang membaca keterangan yang lain.
Dan tentu ia tak menemukan apapun tentang sisi gelap pria yang bagaikan predator berantai itu.
Wanita cantik itu mengambil ponsel nya, ia menekan nomor sekertaris nya.
"Maurenne Arianna, cari tau tentang dia. Bahkan tentang gosip yang paling kecil sekaligus." ucap nya yang memerintah sekertaris nya.
Tanpa menunggu jawaban yang di berikan pada nya, ia pun menutup telpon nya.
"Hah..."
"Aku benci serangga yang menganggu..."
Gumam nya yang membuang napas nya dengan lirih.
......................
Mansion Damian
Lucas tak mengatakan apapun tentang festival karna ia tak tau gadis itu mendatangi nya.
GPS yang terhubung dengan ponsel masih mengarahkan kampus sebagai titik nya dan tak tertulis tentang festival.
__ADS_1
Dan walaupun gadis itu sudah mengirim nya pesan namun ia lupa membalas nya setelah membaca karna mengambil waktu untuk melihat saat sedang rapat.
Tentu nya pria itu merasa gadis cantik nya tak akan memiliki keberanian yang cukup besar untuk melakukan sesuatu yang belum mendapat izin nya.
"Kau pakai referensi yang ini saja," ucap nya yang membantu sedikit tugas kuliah gadis nya walau pun di bidang yang biasa ia kusai.
"Kenapa dia bisa pinter banget sih?" gumam Anna yang merasa pria itu seperti tokoh OP yang bisa di segala bidang.
"Kau bilang apa?" tanya Lucas yang mendekat ke wajah gadis yang duduk di depan laptop nya itu.
Anna menggelengkan kepala nya, "Kamu tampan," jawab nya yang tersenyum.
Lucas tak mengatakan apapun lagi, ia menutup laptop gadis itu dan mengecup bibir merah muda nya.
Anna memejam namun mata nya tampak sedikit terpaksa.
Ia sedang tidak mood untuk melakukan nya, dan pria itu seperti iblis Asmodeus yang memiliki n*fsu yang begitu tinggi.
"Luc?" ia memanggil dan mendorong dada bidang itu sedikit menjauh.
Lucas menghentikan ciuman nya, wajah yang biasa nya selalu dingin dan tanpa ekspresi untuk orang lain itu selalu berubah di depan gadis nya.
"Masa setiap hari? Kan pegel? Harus nya tuh-"
"Kau datang bulan selama 9 hari, kau pikir kita melakukan nya setiap hari? Dalam satu bulan ada 9 hari dan bahkan kau bisa sampai 10 hari," Ucap Lucas yang terlihat dengan nada kesal.
Memang dulu ia cukup hanya dengan tangan dan mulut nya saja, namun setelah mencoba bagian yang lain dari tubuh gadis itu ia sudah kecanduan.
"Ta.. tapi kan..." gumam Anna lirih.
Dulu ia memang sedikit kurang suka dengan datang bulan nya yang lama selesai karena bagi nya merepotkan.
Tapi sekarang?
Ia malah merasa beruntung karna ia bisa beristirahat dari pria itu.
"Besok aku akan biarkan kau tidur dengan baik," ucap Lucas sekali lagi.
Anna menarik napas nya, bahkan jika ia menolak pun pria itu akan memaksa nya dan hanya akan memberikan rasa sakit saja.
...
Suara napas yang berat itu terdengar, sentuhan hangat yang berpindah satu sama lain membuat hawa panas yang memenuhi ruangan kamar mewah itu.
Uhm...
Tubuh kecil dengan perut yang langsung dan lengkukan pinggul yang indah itu melengkung.
Pria itu mencium nya, dari dagu nya turun ke perut rata nya hingga ke bagian yang paling bawah.
Lucas mengangkat wajah nya, smirk nya naik begitu melihat wajah yang tampak puas itu.
Ia kembali naik, tangan nya memegang pinggul yang bisa pas di genggaman nya sembari melihat ke wajah yang memerah itu.
"Humph!"
Ia tak bisa menahan nya lagi, tangan dengan kuku yang bersih itu mulai menancap di punggung yang memiliki otot yang kukuh itu.
"Uhh! Lu.. Luc..." suara sayup yang terdengar memohon itu membuat pria itu semakin meninggikan senyuman nya.
Pria itu langsung beranjak bangun, melepaskan semua permainan nya sebelum gadis itu sempat protes.
"Tunggu jangan di ca-"
Plak!
Dengan secepat kilat tubuh nya langsung di balik, gadis itu pun tentu segera telungkup dari posisi nya sebelum nya.
"Ahh!"
Peach kenyal itu bergetar seketika saat mendapat hantaman yang keras. Gadis itu meringis dengan suara tertahan namun mendengar hal itu hanya semakin menaikkan keinginan pria yang sudah berada di puncak itu.
"Kau lebih suka jari ku? Hm? Dari pada ini?" tanya nya dengan suara yang berat sembari memegang leher kecil itu dari belakang.
"Uhmm..." Anna tak menjawab dengan jelas, karna apapun jawaban nya pria itu akan tetap melakukan apa yang ingin di lakukan.
"Tadi kau mau ini kan? Anak nakal," ucap pria itu yang mengarahkan lampu gantung ajaib yang selalu bangkit seperti jerapah berdiri itu.
Ahh!
Anna tersentak, rasa nya sedikit berbeda dari biasa nya. Lebih panas dari yang biasa ia kenali.
"Lu.. Luc i.. it- Humph!"
Tak ada ucapan yang bisa di selesaikan, rahang nya di tarik dan membuat nya meyambut ciuman panas di tengah penyatuan nya.
"Si*l! Kau ini terbuat dari apa?" ucap pria itu meracau dengan suara yang berat saat ia selalu merasa kecanduan dengan tubuh gadis itu.
Atau mungkin semua nya?
"Uhh!"
Suara yang sama-sama terdengar berat itu memuncak dan kemudian mereda untuk sesaat.
Anna terdiam, rasa nya seperti ada yang berbeda, sesuatu yang panas datang pada nya dan tentu hal ini seperti sesuatu yang baru namun ternyata lebih ia sukai.
Lucas membalik tubuh gadis itu dan melihat ke arah nya, wajah sayu yang memerah itu membuat nya merasa gemas.
"Eh?"
Anna tersentak saat ia sudah mengatur napas nya.
"Kenapa masih ada yang keluar?" gumam nya yang masih belum mengerti sepenuh nya 'dunia dewasa'
Tangan nya mencoba mendekat dan menyentuh sesuatu yang panas itu, mata biru nya melihat ke arah sesuatu yang biasa nya tertampung di tempat yang lain.
__ADS_1
"Ini kan yang biasa nya kamu keluarin?" tanya nya dengan tatapan polos yang tampak bingung.
Mungkin jika di analogi kan dengan jaringan gadis itu berada di jaringan 3G di era 5G.
Loading, lama nyambung dan sedikit lelet.
"Ya, aku kehabisan kontr*sepsi," jawab Lucas dengan enteng dan mulai mencium Piramida runcing gadis itu.
"Oh? Berarti tadi kamu ga pakai ya? Lebih enak- Eh? Apa! Berarti tad- Humph!"
Ia perlu waktu untuk meloading sejenak apa yang terjadi, dan ketika ia sadar pria itu sudah memasukkan jemari nya ke dalam mulut gadis itu hingga terdiam.
Senyuman devil terlihat, ia menatap ke arah arah gadis remaja yang terkadang memiliki kelakuan polos dengan asal sebut apa yang ada di pikiran nya.
"Ternyata kau lebih suka seperti ini? Kau benar-benar nakal," bisik pria itu dan siap untuk memakan gadis itu sekali lagi.
Humph!
Anna menatap sayu, ia memalingkan wajah nya ke samping saat seluruh rona di pipi nya meninggi.
"Padahal aku lebih suka kalau kau jujur," bisik pria itu yang menggoda gadis itu sekali lagi.
......................
3 Hari kemudian.
Universitas.
Mata biru itu menatap kagum ke arah wanita yang memiliki postur tubuh seksi yang sempurna dan mirip bagaikan model itu.
"Wah..."
"Dia cantik sekali..."
Gumam nya dengan tatapan yang tampak terpesona walau ia juga perempuan.
Gevan memangku dagu nya dan melihat ke arah wanita yang kali ini datang dan menjadi pembawa seminar di kampus mereka.
"Dia wanita yang sibuk kenapa repot-repot ke sini?" ucap Gevan lirih saat melihat ke arah wanita dengan karir yang cemerlang itu.
"Gev? Dia cantik ya? Aku juga mau kayak dia..." ucap Anna lirih yang melihat ke arah dada nya.
Walaupun tidak rata namun ia tak memiliki ukuran yang bulat sempurna.
"Kau lebih cantik," jawab Gevan yang tampak malas mengikuti nya namun ia asal ikut demi bisa bersama gadis itu.
"Beneran? Tuh dia cantik semua loh," ucap Anna yang menunjuk ke arah wanita yang bagi nya tampak elegan itu.
Gevan tak menjawab, namun ekor mata nya yang biru menatap ke arah lengkung leher yang putih dan jenjang itu dengan telinga yang memakai anting.
Wajah putih susu dengan frekless yang tampak samar dan bibir yang merah muda dengan make tipis yang natural lebih membuat nya tertarik.
Dan lebih buruk nya lagi, ia terkadang juga memikirkan hal dalam bayangan yang kotor ketika menginginkan gadis dengan tampilan yang terlihat masih belum ternodai itu.
"Kau juga semua cantik, jadi mau ku makan." ucap pria itu lirih dan melihat ke arah wanita yang tampak anggun itu.
Setelah seminar selesai tentu para mahasiswa keluar segera, dan wanita itu berjalan sedikit cepat sampai salah satu mahasiswa dan mahasiswi yang keluar ruangan itu menabrak nya tak sengaja.
"Astaga! Maaf Miss," ucap Anna yang langsung mengambil kertas seminar itu.
"Ya, tidak apa-apa." ucap nya yang dengan senyuman tipis yang juga mengumpulkan kertas seminar nya.
Mata biru itu tampak berbinar melihat nya, "Anda cantik sekali..." ucap Anna lirih yang memang terkadang tak bisa mengontrol wajah nya saat menemui seseorang yang bagi nya tampan atau cantik.
Wanita itu tersenyum, "Terimakasih, kamu juga." ucap nya yang memuji balik sebagai bentuk dari apresiasi.
"Tadi kamu seperti nya memperhatikan kelas nya dengan baik." ucap nya yang menatap ke arah gadis yang tampak polos untuk orang seperti nya.
"Ya, saya suka dengan pembawaan anda!" ucap Anna dengan semangat.
"Oh ya? Kalau begitu jangan terlalu formal di luar. Lagi pula aku juga bukan dosen yang menetap." ucap nya yang mengulurkan tangan nya lebih dulu.
"Luciana Casandra, kamu bisa panggil Lucy untuk di singkat." ucap nya yang menyebutkan nama panggilan nya.
"Anna! Maurenne Arianna," jawab Anna dengan full senyuman.
"Permisi," ucap Gevan yang memotong jabat tangan itu.
Dan menarik gadis yang tampak senang itu, "Kami punya kelas yang lain, selamat siang." ucap nya yang pamit sebelum pergi.
Wanita itu tersenyum tipis dengan wajah yang bersahabat sampai kedua orang itu pergi.
Senyuman nya hilang dengan wajah yang datar dan kemudian mengambil tissu basah di tas nya.
"Ck! Menjijikkan," gumam nya yang mengusap tangan nya yang baru saja ia gunakan untuk berjabat.
Walau ia yang lebih dulu menawarkan uluran tangan nya, namun bukan berarti yang tak merasa jijik dengan orang yang bagi nya berada di kasta yang rendah.
......................
Luciana Casandra
Diego Cassel Damian
....
__ADS_1
Oh iya othor kasih visual Diego sama Lucy bareng karna mereka yang belum ada wujud nya ya, dan balik lagi kalau ga sesuai sama selera bisa bayangkan dengan karakter yang lain.
Happy reading💕💕