Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
He's Devil!


__ADS_3

"Kau mau kemana?" tanya Lucas pada Diego ketika melihat sepupu nya hendak pergi.


"Menemui Shanon," ucap nya singkat pada pria itu.


Operasi penanaman chip telah selesai di lakukan dan berhasil, kini tinggal menunggu gadis itu sadar dan mencoba fitur nya.


"Apa yang menyenangkan dari itu?" tanya Lucas sembari mengernyitkan dahi nya tak mengerti.


Pria yang memiliki jiwa anti sosial tinggi dan hanya mencintai diri nya itu tentu nya tak suka berhubungan dengan orang lain.


Ia bahkan tak bisa melihat wajah nya yang membuat nya semakin enggan memiliki hubungan seperti itu.


"Come on Luc, it's necessity okay? Everyone wanna it," ucap Diego yang tak mengerti mengapa ada seorang pria mapan yang bahkan belum pernah menyentuh wanita.


"But, I don't need it." jawab pria itu dengan datar sepupu nya yang selalu mengganti pasangan nya dan bahkan bermain dengan beberapa wanita sekaligus.


"That's why you're not a normal person," ucap Diego dengan menekan kan kata nya.


"Shut up your f*cking mouth, and you can go." ucap Lucas yang kesal dan berbalik.


Diego hanya menggeleng melihat sepupu nya dan beranjak keluar.


...


Tak ada yang di lakukan hingga rasa bosan datang pada pria itu.


Setelah operasi selesai ia melihat gadis yang masih tak sadar itu dah terkadang menyentuh bulu mata dan mencubit pipi nya dengan gemas.


"Apa aku bangunkan secara paksa?" gumam nya saat melihat gadis itu.


Lucas pun kembali setelah ia bosan bermain dengan gadis yang tak memberikan reaksi apapun ketika ia mengganggu nya.


...


Satu Minggu kemudian.


Anna mulai terbangun, memang waktu sadar pasca operasi lebih lama dari pada yang di perkirakan para dokter.


Mata nya menerjap, baru saja mata nya terbuka dan mengumpulkan tenaga ia sudah merasakan otot wajah nya yang seakan kaku tak bisa bergerak sama sekali.


"Sudah bangun? Cumi pemalas,"


Suara yang langsung membuat nya menoleh menatap dari mana asal nya.


"Aku belum mati?" gumam nya lirih yang tak terdengar sama sekali.


Samar-samar ia melihat pria yang beberapa hari ini selalu membuat nya berada di ambang maut.


"Tidur lagi?" gumam Lucas sembari mulai menjentik dahi gadis itu.

__ADS_1


Ctak!


"Aduh!" ringis Anna dan kesadaran nya semakin cepat pulih.


Setelah membiarkan beberapa waktu, kini gadis itu sudah sadar sepenuh nya, ia pun bangun dan melihat pria itu duduk di samping ranjang nya.


"Ternyata kau lebih lemah dari kelihatan nya," ucap nya dengan wajah datar pada gadis itu.


"Kepala saya sakit, wajah saya juga kaku." ucap Anna pada pria itu.


Lucas hanya diam dengan wajah datar nya, tentu saja Anna merasakan demikian karna setiap hari tangan pria itu selalu mencubit pipi nya karna merasa empuk dan ingin di tarik.


To...tolong...


Suara lirihan yang mulai terdengar ketika gadis duduk.


"Sir? Anda mendengar sesuatu?" tanya nya lirih.


"Sesuatu? Maksud mu dari dia?" tanya Lucas dengan tanpa menunjukkan ekspresi nya dan bergeser dari duduk nya.


Tubuh besar pun langsung menunjukkan pemandangan yang harus nya tak di lihat gadis itu setelah bangun.


"Akh!" Anna tersentak, ia segara menutup mulut nya secara refleks dan sekujur tubuh yang gemetar.


"Selama kau tidur aku tidak bisa menyayat mu jadi aku ambil satu peliharaan baru lagi," ucap Lucas dengan enteng dan tanpa rasa bersalah.


Anna tak menjawab, ia melupakan sesuatu ketika pria itu mulai melunak pada nya.


"To..long..."


"Lepaskan saya..." rintih orang tersebut yang bahkan tak tau wanita atau pria karna hampir 50 persen kulit nya sudah terkelupas termasuk tempurung kepala nya.


"Berisik yah?" tanya Lucas sembari menatap Anna yang membatu.


Ia pun mendekat dan mengambil salah satu pisau nya, membuka mulut sandera nya secara paksa dan mengambil lidah nya tepat di depan gadis itu.


Setelah memotong nya dan suara rintihan serta pemandangan mengerikan itu terlihat ia pun membuang nya ke tempat sampah.


"Kau kenapa?" tanya nya bingung ketika melihat gadis itu terdiam membeku dan mulai terlihat menjatuhkan cairan bening dari mata nya.


Gadis yang terpaku dan membeku seketika melihat adegan real yang bermain di depan mata nya, berhasil merayu pria itu membuat nya lupa jika ia tengah berada di sarang iblis.


Pria yang bahkan bisa melucuti semua kulit di tubuh nya dan membuat darah nya habis mengering, ia lupa sejenak akan itu.


"Hey? Aku sedang tanya!" ucap Lucas dengan mulai kesal dan mencengkram rahang gadis itu.


Anna tersadar, ia tak bisa menghentikan air mata nya yang terus meleleh karna takut ataupun membuat tubuh nya tenang agar tak gemetar lagi.


"Kau bersikap sama seperti mereka sekarang," ucap Lucas dengan nada kecil dan wajah tanpa ekspresi namun mata nya mulai menunjukkan ketidaktarikan nya lagi.

__ADS_1


Anna perlahan sadar, insting bertahan hidup nya lebih besar di bandingkan rasa takut nya bertemu dengan predator mengerikan itu.


"Sa-saya hanya senang bisa melihat anda ketika bangun..." ucap gadis itu dengan suara gemetar sembari memegang tangan yang mencengkram rahang nya.


Bibir nya berusaha tersenyum namun air mata nya tak bisa ia hentikan, tubuh serta tangan nya gemetar hebat dan pria itu pun dapat merasakan nya.


Lucas merasakan sesuatu, ia merasakan hal yang ingin membuat nya meledak namun bukan dalam artian yang buruk.


"Pfftt!"


"Hahahaha!"


Suara tawa yang menggelegar terdengar membuat tubuh gadis itu semakin gemetar, pria itu tak tau kenapa bisa menjadi semenyenangkan ini.


Ia saja baru pertama kali tertawa seperti selama sepanjang hidup nya karna ia yang tak bisa merasakan emosi ataupun menerima emosi orang lain.


"Kau mau apa? Sebagai hadiah mu?" tanya nya setelah tawa nya mereda dan melihat dari dekat mata biru yang ketakutan tersebut.


"Sa-saya ingin keluar dari sini..." ucap Anna lirih.


Ia memang tak ingin melihat orang lain menderita namun terlebih lagi ia tak bisa memikirkan hidup orang lain karna hidup nya sendiri pun kesulitan.


Lucas pun membuka rantai di kaki gadis itu dan menyeret tangan nya.


Bruk!


Anna langsung terjatuh, beberapa hari tak sadar membuat otot kaki nya belum begitu bekerja sempurna di tambah lagi pemandangan tak biasa yang membuat nya semakin lemas.


"Bukan nya kau mau keluar? Kenapa malah duduk di lantai." tanya pria itu mengernyit karna tak akan mengerti sebelum gadis itu mengatakan nya.


"Sir? Kaki saya tidak bisa bergerak..." ucap nya lirih dengan suara yang seperti kehilangan daya.


"Kau lumpuh?" tanya Lucas mengernyit.


Ia pun berjongkok dan melihat wajah gadis itu, Anna memejam karna ia tepat terjatuh di depan seseorang yang penuh akan darah dan kehilangan kulit nya itu.


"Lihat aku," ucap Lucas menepuk pipi gadis itu dengan pelan.


Anna pun kembali membuka mata nya, ia menatap pria yang terlihat datar di depan nya.


Pria yang semakin mendekat dan,


Greb!


Tubuh nya terasa melayang, sel darah merah nya seperti ingin turun ke kepala semua, ketika tubuh kecil nya di angkat ke pundak kekar itu.


"Cumi? Kau sungguh 17 tahun? Kenapa ringan sekali?" tanya Lucas ketika membawa gadis itu keluar.


"Mu-mungkin karna saya makan sedikit, Sir." ucap nya lirih dengan suara yang masih gemetar.

__ADS_1


Dia bukan manusia...


Dia iblis!


__ADS_2