Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Ramuan herbal


__ADS_3

Dolomites, Italy


Anna terbangun lebih pagi kali ini, semangat nya untuk berlibur tanpa sadar membangunkan nya walau iya tidur larut.


Rambut pirang yang bergelombang itu tampak terurai saat ia bangun dengan masih memakai piyama nya.



Gadis itu merenggangkan tangan dan otot-otot nya terlebih dahulu.


"Kau bangun lebih awal?"


Gadis itu tersentak, ia langsung mencari sumber suara yang melihat ke arah pria yang selalu terbangun lebih awal dari nya itu.


"Sejak kapan anda bangun Sir?" tanya nya pada pria yang mendekat ke arah nya.


Lucas tak menjawab pertanyaan baru untuk nya, "Apa kita tidur bersama saja nanti saat kembali?" tanya nya pada gadis itu.


Selama berada di Itali, ia terus tidur di ranjang yang sama dengan gadis itu dan itu memberikan kenyamanan tidur pada nya yang meningkatkan 80 % dari kualitas tidur yang biasa.


Anna tersenyum, ia menggeleng menolak ajakan pria psikopat mes*m yang sangat suka mencumbu nya saat malam.


"Saya akan sangat memudahkan anda nanti Sir," jawab nya dengan senyuman yang menolak.


"Tapi aku tidak keberatan juga," jawab nya pada gadis itu dengan wajah yang tak masalah saat akan membagi ranjang nya.


Aku yang keberatan!


Anna hanya tersenyum sembari menyimpan suara hati nya yang merasa begitu kesal.


"Sir?" panggil nya pada pria itu untuk mengalihkan pembicaraan yang tidak akan menguntungkan nya.


Lucas menoleh, ia menatap ke arah gadis yang memandang nya itu.


"Kita jadi pergi?" tanya Anna pada pria yang menjanjikan akan membawa nya berkeliling ke tempat yang seperti negeri dongeng itu.


Lucas mengangguk, "Makan sarapan dan bersiap, kita akan pergi setelah itu." jawab nya.


Anna terlihat senang, ia tersenyum dan langusung beranjak memakan makanan yang sudah di berikan pada nya.


Ia seperti tau dan merasakan apa itu kehidupan orang kaya sesungguh nya, t.dur di tempat yang nyaman, makanan yang sudah di sediakan dan memakai pakaian yang pas di tubuh nya dengan bahan yang tentu akan membuat nya nyaman.


...


Anna terdiam, ia melihat ke arah tangga yang menuntun nya ke kapal yang dengan genangan air yang tenang itu.



"Sir?" panggil nya yang merasa ragu saat ia akan menggunakan sampan yang berada tepat di depan mata nya.


"Anda sungguh bisa mendayung? Dan di Air nya tidak ada hiu dan paus?" tanya Anna pada pria itu.


Lucas membuang napas nya ketika mendengar pertanyaan konyol itu.

__ADS_1


"Bodoh mu sudah lewat batas? Mana ada paus yang hidup di air tawar," jawab nya pada gadis itu dengan nada ketus karna memang begitu cara bicara nya.


"Berarti ada hiu nya?" tanya Anna sekali lagi pada pria itu.


Lucas tak menjawab, "Ini aman," jawab nya yang pada gadis itu.


Paus memang hanya hidup di air laut namun ada beberapa hiu yang hidup di air tawar walau tak di semua danau ada.


"Atau kau mau tidak usah turun saja?" tanya Lucas saat melihat gadis itu yang terlihat ragu.


"Mau! Saya mau turun!" jawab Anna langusung karna ia ingin memiliki pengalaman yang bisa ia ingat.


Lucas menarik napas nya, ia turun lebih dulu dan memegang tangan gadis yang akan ke kapal itu.


"Penakut!" ledek nya saat gadis itu sudah duduk.


"Kita tidak perlu membawa orang itu?" tanya Anna sembari menunjuk penduduk setempat yang biasa nya menjadi pendayung dan menjadi pandu berkeliling.


"Tidak perlu," jawab Lucas yang sensitif seorang pria lain yang dekat dengan gadis nya itu.


Anna mengangguk lirih, ia seperti berada dalam negeri kolosal yang menceritakan tentang kerajaan saat ia melihat dengan takjub pemandangan yang berada di sekitar nya.


Lucas menghentikan dayung nya dan melihat ke arah gadis itu.


"Sir? Di sini cantik sekali!" ucap nya yang merasa begitu senang ketika berada di tempat itu.


Lucas tak menjawab, bagi nya pemandangan itu tak ada apa-apa nya dengan gadis yang sudah memiliki semua keindahan yang ia inginkan.


"Ya, cantik." jawab nya sembari memandang ke arah gadis yang berada di depan nya.


Humph!


Mata biru itu tersentak, ia terkejut dengan pria yang seperti ketagihan untuk terus mel*mat bibir nya dan harus melakukan nya setidak nya satu hari sekali.


"Sudah ku bilang kan? Cantik," ucap Lucas saat ia melepaskan ciuman nya dan mengusap bibir basah gadis remaja itu dengan ibu jari nya.


Anna tak mengatakan apapun, dulu ia selalu di katai cumi kering dan sekarang?


Pria itu mengatakan jika ia cantik?


"Sa..saya kan memang cantik... " ucap nya dengan tawa kecil yang cengengesan.


Lucas tak mengatakan apapun lagi, ia hanya melempar senyuman nya untuk tingkah gadis itu.


......................


Jerman


5 Minggu kemudian.


Masa liburan telah berakhir, anak-anak sekolah itu pun kembali masuk seperti biasa.


"Kata nya Samantha pindah sekolah yah?" tanya salah satu siswi yang membicarakan seseorang itu sembari melihat ke arah bangku duduk nya.

__ADS_1


Anna mendengar nya, begitu ia masuk kembali ia mendapat kabar jika teman nya itu kini pindah ke sekolah dan tentu akan pindah ke sekolah dengan bayaran yang lebih murah dan bahkan beberapa sekolah gratis dari pemerintah.


Ia tak mengatakan apapun, dan tetap bungkam.


Hidup nya saat ini seperti roket yang menanjak ke atas, terus melampaui tinggi dan tetap menyakiti nya sesekali.


"Itu bukan urusan ku lagi..." gumam nya yang mencoba menepis tentang berita teman nya itu walau sebenar nya ia sangat ingin tau kabar teman nya.


......................


JNN Grup


Diego membawakan dokumen seperti biasa pada pria yang saat ini sering terlihat memliki mood yang baik.


"Oh ya? Kau sudah melihat perkembangan orang itu?" tanya Lucas yang tentu langsung dapat di mengerti siapa yang di maksud.


"Dia masih kabur dari kejaran rentenir, dua hari yang lalu dia di pukuli, anak dan istri nya juga sudah pindah tempat tinggal saat ini dan putri nya pindah sekolah satu Minggu." terang nya pada pria itu.


"Kau masih berhubungan dengan anak itu?" tanya Lucas yang melihat chek in hotel beberapa bulan lalu milik sepupu nya.


Diego diam sejenak, "Tidak." jawab nya singkat karna ia tau jika ia merusak rencana sepupu nya dengan memberikan bantuan pria itu akan semakin memburu keluarga yang sedang berada di fase kehancuran itu.


Lucas tak mengatakan apapun lagi, ia hanya ingin memberikan apa yang gadis nya inginkan.


"Luc? Kau juga seperti nya tidak bisa menghalangi kakek untuk bertemu dengan anak itu lebih lama lagi," ucap nya yang tau jika sang kakek selalu ingin menemui gadis yang tinggal dengan sepupu nya itu.


Lucas menarik napas nya namun ia tak mengatakan apapun.


......................


Skip


Mansion Keluarga Damian.


Anna terdiam, ia tersenyum kaku saat tak tau kenapa tiba-tiba supir yang biasa menjemput nya kini malah membawa nya ke tempat yang ia hindari.


"Bagaimana?" tanya Mr. Ehrlich pada pada gadis itu.


"A.. apa nya?" tanya Anna lirih pada pria tua itu.


"Sudah hamil?" tanya nya Mr. Ehrlich yang mengharapkan sesuatu.


"Astaga kek! Belum lah!" jawab Anna yang tanpa sadar menarik napas nya.


Mr. Ehrlich mengangguk, ia menyuruh seorang pelayan membawakan teh pada gadis itu dan langsung menyuruh nya untuk di habiskan segera.


"Ukh!"


Anna tersentak, rasa teh yang aneh di berikan pada nya, "Ini apa?" tanya nya.


Mr. Ehrlich tersenyum mendengar nya, "Herbal untuk membuat mu memiliki rahim yang subur dan kuat lalu aku juga akan mengirimkan herbal untuk anak nakal itu," ucap nya dengan tenang mengatakan nya.


Anna terdiam, "Tapi kan Sir Lucas tidak punya rahim?" tanya Anna mengernyit.

__ADS_1


"Tentu saja! Itu ramuan herbal supaya dia makin kuat! Jadi aku akan segera dapat cicit!" ucap nya yang terlihat menantikan kehadiran cicit nya sebelum mati.


"Cucu anda sudah kuat kek..." jawab nya yang kehabisan kata-kata melihat pria tua yang menyebalkan itu namun tak bisa ia benci.


__ADS_2