Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Sudah aman


__ADS_3

Degupan jantung yang begitu kuat sampai ia takut mendengar nya, beberapa bekas tusukan membuat nya tak bisa berlari dengan sekuat nya lagi.


Gadis itu terduduk, ia bersembunyi di salah satu celah beton jalanan yang sedikit menggembung itu.


Di tutup dengan rerumputan yang berduri namun ia tak mempedulikan nya.


Ia sudah bertahan hidup sejauh ini dan tak mungkin ia menyerah begitu saja di tangan seseorang yang tiba-tiba menyerang nya walaupun ia ia yakin jika ia tak memiliki musuh.


Ponsel nya tertinggal di dalam tas dan tas nya tertinggal di dalam mobil yang membuat nya tak memegang sesuatu yang bisa ia gunakan sebagai sarana agar seseorang tau ia dalam kondisi yang memerlukan batuan selain berharap ada yang melewati tempat itu juga.


Anna tak berani menoleh mengintip di mana pria yang menyerang nya itu berada, ia hanya terus bersembunyi.


Sedangkan pria yang menyerang nya menyeringai, dengan tetesan darah yang jatuh di setiap langkah tertatih gadis remaja itu tentu saja membuat nya dapat dengan mudah menemukan di mana gadis itu bersembunyi.


...


Sementara itu.


Pria yang terus menginjak rem karna mendengar tangisan tertahan seseorang dan pria lain nya tampak sedang tegang memegang sabuk pengaman nya dengan kuat karna begitu takut akan kecepatan yang di bawa oleh orang tengah mengemudi itu.


"Seperti nya kita dulu akan sampai duluan dari pada polisi," ucap nya dengan lirih dan pria yang tengah mengemudi itu tampak tak memperdulikan rasa takut nya sama sekali.


"Sekalian sampai ke neraka dulu..." sambung Diego yang tak tau jika sepupu nya saat ini bisa menjadikan jalanan bagaikan arena balap.


Lucas tak tau apa yang yang ia rasakan saat ini namun yang jelas nya ia merasa begitu takut.


Takut jika ia benar-benar kehilangan salah satu keindahan nya itu.


Objek yang bisa memberikan nya segala yang bahkan tak tak akan bisa di berikan oleh orang lain.


Ia berusaha menyusul secepat kilat walau pun ia tau pasti tetap akan memiliki keterbatasan bahkan jika ia sudah mengerahkan semua batas nya.

__ADS_1


...


Plak!


Bugh!


Gadis itu merintih dan menangis dengan suara yang sekecil mungkin, ia meringkuk di atas tanah kotor yang membuat seragam nya terlihat lusuh.


Pria itu mengeluarkan pisau nya lagi, namun ia terlihat memikirkan hal lain saat melihat paha mulus yang tersingkap ketika rok pendek itu naik akibat gadis yang terhempas tadi nya.


"Sayang juga..." gumam nya yang memperhatikan sekilas tubuh gadis remaja itu.


Ia hanya mendapatkan bayaran untuk membunuh gadis itu dengan cara yang paling kejam.


Namun jika ia bermain-main sebentar sebelum membunuh nya tak akan menjadi masalah kan?


Karna pada akhirnya gadis itu akan mati juga di tangan nya.


Bahkan merangkak pun tidak bisa lagi karna ia memang sudah kehabisan seluruh tenaga nya.


Tubuh nya yang gemetar tak bisa bergerak, suara nya tertahan di tenggorokan membuat nya tak bisa berteriak lagi.


Jangan...


Jangan ku mohon....


Anna tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya memejamkan mata nya tak berani melihat apapun.


Bruk!


Suara yang begitu nyaring terdengar di telinga nya namun ia tak merasakan sesuatu yang menghantam nya lagi.

__ADS_1


Namun masih sama, Anna tak membuka mata nya sama sekali.


Ia masih meringkuk di atas tanah yang kotor itu, suara yang terdengar begitu keras namun ia tak begitu terlalu mendengarkan nya saat indera pendengaran nya menumpul akibat rasa sakit yang ia rasakan.


"Anna?"


Deg!


Suara yang ia kenali memanggil nya, gadis itu membuka mata nya perlahan.


Silau nya cahaya mentari siang itu membuat nya mata nya yang sembab dan memar itu menyipit.


Tubuh nya semakin gemetar, air mata nya kian meleleh namun ia terasa lega.


"Sstt..."


Pria itu menarik tubuh yang terlihat lemah itu namun masih sadar sedangkan Anna yang di tarik langsung beranjak mendekat.


Greb!


Tangan dan tubuh yang penuh dengan debu dan darah itu memeluk pria yang datang pada nya.


Aroma darah tercium namun tentu tak tau dari mana aroma anyir itu tercium.


Entah dari darah yang berasal dari tubuh nya atau darah dari pria yang menyerang nya dan saat ini menempel pada nya.


Lucas tak mengatakan apapun, ia tak metasa mual atau jijik jika harus bersentuhan dengan gadis itu.


"Urus yang ada di sini, dan aku tidak mau dia sampai mati." ucap pria itu memberikan perintah dan membawa gadis yang terlihat ketakutan dan menahan tangis itu.


Lucas menggendong gadis yang masih terlihat menangis lirih dan begitu terkejut itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kau sudah aman sekarang..." bisik nya yang membawa gadis itu untuk segera mendapatkan pertolongan


__ADS_2