
Satu Minggu kemudian
Hotel
Italy
Anna tak melakukan apapun selama satu Minggu penuh. Ia hanya tetap berada di kamar nya kemudian keluar ke balkon lalu ke beranjak ke mengelilingi sekitar kamar hotel karna takut tersesat.
Sedangkan Lucas? Tentu ia melakukan semua pekerjaan lebih dulu dan agar cepat selesai dan bisa bermain dengan gadis yang ia bawa itu.
"Sir?" ucap Anna yang menarik napas nya sembari melihat ke arah pria yang berkutat dengan laptop itu.
Lucas tak menjawab, ia fokus dengan pekerjaan nya namun ia memesankan makanan lagi untuk gadis itu.
"Aku seperti nya adalah babi potong yang sudah siap di masak..." gumam nya yang terdengar seperti nyanyian lirih.
"Kenapa perut ini membuncit? Apa isi nya? Uh ..Oh.. Uh.. Oh..."
"Makanan..."
"Makanan, terus sampai pegawai hotel bilang aku hamil..."
"Hamil makanan..."
"Ouuhhh...."
Lucas mengernyit, ia tak bisa mengerjakan perkejaan nya dengan cepat mendengar nyanyian gadis remaja itu yang begitu hancur dan terlihat asik itu sembari kayang di atas sofa.
"Kau tidak bisa diam?" tanah Lucas dengan kesal.
"Saya bernyanyi Sir, judul nya adalah perut buncit karna kebanyakan makan. Penyanyi sekaligus pencipta adalah Maurenne Ariana, " ucap Anna tersenyum yang duduk dengan posisi yang bagus.
"Judul nya bahkan terlalu panjang dan lagu mu sangat mengerikan." jawab Lucas dengan kesal dan menjawab dengan jujur.
"Tapi lagu yang tadi saya bawakan itu berdasarkan kisah nyata," jawab Anna yang tersenyum sembari berusaha menahan rasa bosan yang mencekik nya.
"Mereka bilang kau hamil?" tanya Lucas mengernyit.
Anna hanya tersenyum dengan ekspresi yang menggambarkan rasa kesal nya.
"Padahal saya buncit karna makanan," ucap Anna lirih.
Lucas hanya menghela napas nya, ia kembali menyelesaikan pekerjaan nya.
__ADS_1
....
Pukul 04.56 pm
"Hah..."
"Hah..."
"Hah..."
"S..sir..."
"Sa..saya tidak kuat lagi, ampun..." ucap gadis remaja itu memohon dengan keringat yang jatuh di dahi nya.
"15 menit lagi," pria itu dengan tegas menjawab seperti tak merasa iba sedikit pun.
Anna menarik napas nya yang tersengal-sengal itu, ia di suruh berlari dan olahraga di gym yang tersedia di hotel tersebut.
"Si..Sir..." Anna kembali memohon pada pria yang tampak begitu semangat melatih nya itu.
"Kau bilang perut buncit kan?" tanya nya Lucas yang tak mengatakan apapun dan tetap memaksa gadis itu untuk olahraga.
15 menit kemudian.
"Aku akan bawakan minum," ucap nya pada gadis itu.
Anna mengangguk karna ia memang sangat merasa haus dan gerah sekaligus.
Gadis itu mengenakan celana olahraga yang ketat dan menunjukkan lekuk bok*ng nya yang bulat dan sempurna itu dan jaket yang menutupi bagian atas tubuh nya dengan memakai sport br* di dalam nya.
Tubuh nya memiliki proporsi yang sempurna kecuali di tinggi badan dan tentu sebagian pria mencari gadis yang memiliki tubuh kecil seperti itu karna lebih menggemaskan.
Anna membuka jaket nya karna merasa gerah, ia membiarkan udara menyapu kulit yang basah itu.
Beberapa pria melirik ke arah nya, anak baru yang bahkan belum pernah mereka lihat ke tempat seperti itu.
"Scusami, posso sedermi qui?" (Permisi, bisakah saya duduk di sini?) ucap salah satu pria yang mendekat ke arah Anna.
Anna hanya mengangguk, ia tak tau apa yang di bicarakan dan mengiyakan saja karna tak mengerti sama sekali.
Sedangkan pria di samping nya terus berbicara dengan bahasa yang ia sama sekali tak tau.
Dia bicara apa sih? Mono? Patro? Cleopatra maksud nya?
__ADS_1
Anna tersenyum dengan hati yang menangis karna tak mengerti sama sekali.
"Yes! Cleopatra Quinn is beauty!" ucap nya yang tak tau harus mengatakan apa.
Pria itu tampak mengernyit, sama sekali tak seperti yang ia harapkan.
"Non sei di qui? Di dove sei?" (Kau bukan orang sini? Dari mana kau berasal?) tanya pria itu yang tak tau.
"Yes! Yes!" ucap Anna yang asal mengangguk dan mengatakan iya padahal ia tak tau apa yang harus ia katakan.
"Where do you from?" tanya pria itu yang tentu kini suara menyadari saat gadis itu tak nyambung di ajak berbicara.
"Ha?" tanya Anna yang juga harus mencerna bahasa Inggris, "Oh! I'm from Germany," ucap Anna menjawab.
Pria itu tersenyum dan kemudian berbicara lagi dengan bahasa Inggris Amerika yang begitu lancar.
Yes sama No aja kan jawab nya? Aku juga ga ngerti bahasa Inggris
Anna hanya tersenyum dan mengangguk tanpa tau yang di bicarakan saat itu adalah godaan dan kata-kata mengajak.
Dan ia pun sebenarnya sudah ingin pergi namun tak tau bagaimana cara nya karna pembicaraan pria itu terdengar ramah walaupun sudah menyimpan arti yang kotor.
Byur!
Air dingin itu langsung menguyur pria yang berbicara dengan gadis kesayangan pria psikopat itu.
"Osi toccarlo, morirai!" (Berani kau sentuh dia, kau akan mati!) Ucap Lucas dengan tatapan mengancam dan mengintimidasi serta sudah menandai pria yang berbicara dengan kotor pada gadis nya.
Anna terkejut namun belum sempat ia membiarkan keterkejutan nya pria itu menarik nya.
....
Bruk!
Lucas mendorong dan menghempaskan tubuh gadis ke lantai.
Ia bisa mendengar semua nya dari Chip yang selalu ia aktifkan saat meninggalkan gadis itu.
Ukh!
Anna meringis, rambut panjang nya di tarik oleh pria yang tampak marah itu.
"Dia mengajak mu berc*nya dan kau malah mengiyakan nya?!" tanya Lucas dengan geram dan semakin menarik rambut gadis itu.
__ADS_1
"Eh? Sa..saya tidak tau Sir..." Jawab Anna dengan jujur pada pria itu.