Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Manipulatif


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Mansion Damian.


Setelah malam itu, semua nya kembali seperti tak pernah terjadi apapun kecuali para dokter yang terkadang datang dan memberikan nya bius setelah itu ia bangun dengan perban di punggung nya.


Ia masih tak tau apapun tentang di jadikan subjek dalam percobaan chip itu, dan kini chip yang bermasalah itu pun sudah di ganti.


"Makan lagi," ucap pria itu yang menyuapi dan memangku gadis bertubuh kecil itu.


Anna membuka mulut nya setiap kali pria itu menyuapi nya, ia merasa semanjak ia mengatakan cinta pada pria itu dan memilih nya Lucas menjadi semakin ingin mendekat dan bersikap lebih lembut.


"Makan yang banyak kau terlalu kecil," ucap Lucas sembari mengecup pipi gadis itu.


Anna memamgguk, ia tak tau harus tenang atau pun memberikan reaksi seperti apa. Ia masih belum bisa lupa dengan kejadian beberapa waktu lalu dan tatapan yang menatap nya seperti hewan buas.


"Anna," panggil Lucas yang belakangan ini sangat suka menyebut nama nya.


"Ya Sir?" tanya nya yang melihat ke arah pria itu.


Tak ada jawaban apapun lagi, hanya senyuman tipis dengan kecupan di ujung bibir yang lembut itu dapat ia rasakan.


Greb!


Pria itu tersenyum, ia tampak suka saat gadis itu bersama nya. Memeluk nya erat sampai tubuh kecil itu merasa sesak.


"Apa aku merantai kaki mu saja? Atau mematahkan nya? Mana yang lebih bagus?" tanya Lucas dengan wajah tersenyum.


"Ci..cium!" jawab Anna yang tak memilih kedua nya dan mengatakan satu kata yang di sukai pria itu.


"Bukan nya lebih baik anda mencium saya dan meninggalkan jejak?" tanya nya tersenyum.


Ia tak mengatakan demikian karna ia suka namun, itu lebih baik di bandingkan dengan rantai atau kaki yang patah.


Lucas tersenyum, "Kalau kau mau itu juga tidak apa-apa."


Humph!


Anna tersentak, pria itu kembali mencium nya dengan dalam sampai membuat nya merasa sesak dan ia hanya meremas kemeja putih pria itu.


...


Dua Minggu kemudian.


Anna memundurkan langkah nya, ia langsung memaksakan senyuman di wajah nya saat melihat pria yang menunggu nya kembali dari sekolah itu.


"Anda tidak berada di kantor Sir?" tanya nya pada pria tampan yang melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Aku kembali lebih cepat dan mengerjakan pekerjaan ku di rumah," ucap Lucas sembari mengecup dahi gadis itu.


Anna terdiam, selama beberapa Minggu pria itu memperlakukan nya dengan baik tanpa ancaman ataupun hukuman.


Ia pun menjadi lebih penurut dan pria itu akan memperlakukan nya dengan lembut. Membuat nya merasakan kehangatan dengan rasa takut dan bingung di saat yang bersamaan.


......................


Skip


Sekolah


Remaja nakal itu kembali ke sekolah nya setelah masa skors habis.


Namun ia merasa ada yang berbeda dengan gadis remaja yang biasa nya bersikap cerewet kini menghindari nya.


"Anna! Kau ini kenapa? Tunggu!" ucap nya yang meraih tangan gadis itu.


"Apa sih?" tanya Anna yang menepis dengan kuat.


Ia takut jika pria itu akan memiliki nasib yang sama seperti seseorang yang ia lihat sebelum nya.


Seseorang yang mati merentang nyawa setelah wajah nya di ambil dan di berikan pada nya.


"Kau yang apa? Tiba-tiba seperti ini!" ucap Gevan yang menatap dengan bingung.


"Monster!" ucap Anna yang asal menyebut agar remaja pria yang menjadi teman nya sekarang menjauh.


Deg!


"A..apa?" tanya nya yang terkejut.


"A.. aku bilang kalau kau itu monster!" ucap Anna sekali lagi agar remaja pria itu menjauh dan tak menjadi incaran pria psikopat yang sangat terosebsi pada nya itu.


"Kau terkejut karna melihat ku mendorong seseorang dari jendela? Oke, aku tidak akan melakukan nya lagi." ucap Gevan pada pada gadis remaja itu.


"Pergi! Kau tidak mengerti! Aku tidak mau melihat mu lagi!" ucap Anna yang berteriak dan bersikap lebih agresif untuk mendorong pria itu menjauh.


"Okey, kenapa kau sangat sensitif? Kau marah karna aku menarik mu untuk makan siang tadi? Baik aku tidak akan lakukan lagi." ucap Gevan yang merasa gadis itu begitu sensitif pada nya.


"Jangan lakukan apapun! Memang nya aku pernah minta? Kenapa kau tidak menghilang saja!" ucap nya yang tanpa sadar mengatakan kata yang membuat kakak kelas nya itu tersentak.


Deg!


Kenapa bukan kau saja yang mati dan menghilang?!


Untuk sejenak remaja tampan itu mengingat teriakan yang biasa ia dengar.

__ADS_1


Anna terdiam, ia takut dan gugup semenjak Lucas mengatakan bahwa tau semua yang ia lakukan di sekolah.


Dan ia khawatir kakak kelas nya akan memiliki nasib yang sama.


"Anna? Kau ini kenapa? Tiba-tiba membenci ku? Bukan, aku tau kau memang membenci ku sejak awal tapi kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya remaja tampan itu dengan bingung.


"Pergi! Aku tidak mau melihat mu lagi!" ucap nya yang sekali lagi ingin remaja tampan itu menjauh dari nya.


"Okey, mungkin kau masih terkejut jadi-"


"Tinggalkan saja aku sendiri, ku mohon..." potong Anna lirih dengan wajah yang begitu berharap dan mata yang tampak akan menangis.


"Menjauh dari ku..." ucap nya sekali lagi yang membuat remaja tampan itu tak mengatakan apapun.


Gevan diam, ia tak menjawab dan mengeluarkan satu kata pun sampai ia berbalik.


Anna terdiam, ia bahkan sekarang takut memiliki hubungan yang dekat baik itu wanita atau pria karna seseorang yang begitu posesif pada nya.


Gadis itu pun perlahan mulai menarik diri nya sedikit demi sedikit dari lingkungan, untuk melindungi diri nya sendiri dan melindungi orang-orang yang berada di sekitar nya karna ia seperti pembawa sial yang bisa membuat siapapun terluka.


......................


Dua bulan kemudian.


Mansion Damian


Gadis itu kini tak memiliki teman yang tersisa, sifat yang berubah menjadi pendiam membuat teman-teman sekelas nya menjadi enggan mendekat dan berteman lagi.


Gevan terkadang masih berusaha menyapa nya namun ia mengabaikan nya walau kakak kelas nya sebentar lagi tak akan bersekolah di tempat yang sama.


Ponsel yang kosong notifikasi kecuali dari pria psikopat itu kini sudah menjadi keseharian nya.


Sifat alami yang membuat seseorang mulai membutuhkan dan bergantung ketika menjadi benar-benar sendirian tanpa sosialisasi sama sekali.


Greb!


Gadis itu tersentak, seseorang memeluk nya dari belakang dan membuat nya menoleh.


"Anda sudah pulang Sir?" tanya nya yang tersenyum menatap ke arah pria yang datang dan membuat nya tak lagi merasa begitu sendirian.


Lucas tersenyum simpul, ia memegang wajah cantik itu dan mengusap pipi nya.


Memanipulasi secara tak sadar agar membuat gadis itu sendiri dan memberikan perintah bawah sadar pada gadis remaja itu.


Tidak ada teman dan tak ada kehidupan sosial, ia berhasil membuat gadis itu menarik diri nya sendiri dari dunia dan menjadikan nya perlahan bergantung hanya pada nya dan merasa seolah sangat membutuhkan nya.


"Kau menunggu ku?" tanya Lucas yang menatap dan memeluk gadis itu.

__ADS_1


"Ya," jawab Anna singkat dan tak sepenuh nya berbohong, karna hanya dengan pria itu ia boleh tertawa atau dekat.


Lucas tak mengatakan apapun, ia memeluk tubuh kecil itu dengan seringai iblis di wajah nya dan mata yang merasa puas saat ia berhasil mendominasi secara perlahan hidup gadis itu.


__ADS_2