Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Sup


__ADS_3

Ukh!


Emph!


Menutup mulut nya dengan kedua tangan kecil nya, pakaian yang tipis membuat siluet dari tubuh ranum yang baru berkembang itu terlihat jelas, suara napas serta paha keras yang terlihat sering olahraga itu menjadi dudukan nya.


Tangan yang mengusap perut, punggung dan paha nya secara bergantian, serta rasa perih dan geli di bahu nya.


Sesuatu yang kental dan merah itu menetes, jatuh ke kulit putih nya. Pipi, leher serta pergelangan tangan nya memerah nya bahkan ada beberapa tempat yang terluka.


Aroma dan rasa manis yang keluar dari tubuh kecil itu membuat pria yang saat ini sedang mengigiti nya tak ingin melepaskan nya.


Klek!


Suara pintu yang terbuka membuat pria itu menarik hisapan nya dari bahu kecil dan kurus itu.


"Pihak dari DG company ingin mengganti sistem yang sudah mereka pesan,"


Pria itu masih diam, ia mengusap bibir nya yang masih basah terpoles cairan merah itu dengan ibu jari nya.


"Kau menganggu," ucap nya singkat sembari memberikan tatapan yang tajam pada sepupu yang juga bekerja pada nya itu.


Diego tak menjawab, ia melihat seragam yang berserakan di lantai, gadis yang gemetar dengan wajah memerah dan mata yang berair sedang di pangku dengan pria yang sangat ia kenali itu.


"Kau sedang lakukan apa? Pada anak di bawah umur?" tanya nya ketika melihat gadis itu hanya mengenakan lapisan pakaian tipis yang berada di balik seragam nya.


"Bukan urusan mu," jawab Lucas ketus sembari mulai menarik tengkuk gadis itu untuk menyembunyikan wajah cantik itu ke dalam dada bidang nya.


Anna melirik sekilas ke arah Diego dengan mata yang meminta tolong untuk membuat pria itu berhenti mengigiti nya.


"Kalau kau meninggalkan banyak bekas luka kau tidak akan bisa membawa nya ke pesta jadi berhentilah..." ucap Diego lirih yang sebenarnya sedikit tak tega dengan gadis berumur 17 tahun itu.


Diantara semua korban sepupu nya itu, Anna adalah yang paling muda.


"Benarkah?" tanya pria itu dengan wajah yang datar.


Tangan nya perlahan mengusap dan mengelus rambut panjang itu dengan lembut.


"Kau mau istirahat?" tanya nya di telinga Anna dengan lirih.


Anna mengangguk dengan pelan, dan pria itu melepaskan rangkulan nya dengan perlahan agar gadis itu bisa bangun.


"Kirimkan dokter untuk nya nanti," ucap Lucas pada Diego.


Sementara itu.


Kini Anna sudah kembali ke kamar nya, ia menyalakan shower yang berbunyi dengan keras saat air turun itu.


"Hiks..."


Suara tangisan lirih yang hanya bisa terdengar dari nya, gadis itu terduduk dengan menyandarkan diri di dinding dekat wastafel.


Ia menutup wajah nya dalam lutut yang di tekuk dan menangis.


Gadis itu tentu merasa takut, siapa yang tidak takut jika dalam kondisi seperti itu.


"Zombi gila! Iblis kejam! Penjahat cab*l! Hiks..." tangis nya yang memakai pria yang meninggalkan banyak bekas di tubuh nya itu.


...


Ke esokkan pagi nya.

__ADS_1


Lucas mengambil izin untuk gadis itu agar tak pergi ke sekolah pagi ini dan itu tentu adalah ide yang berasal dari sepupu nya.


Tak seperti beberapa hari yang lalu ketika Anna di berikan sarapan di kamar nya kini ia dipanggil untuk makan bersama dengan pria yang mengigit nya semalam.


"Makan lebih banyak, kau terlalu kecil untuk umur mu," ucap Lucas yang menyodorkan makanan pada gadis itu.


"I..iya Sir..." jawab Anna lirih sembari mengambil apa yang di berikan oleh pria itu.


Lucas tersenyum dan kembali memakan sarapan nya.


......................


JNN Grup


Diego menatap ke arah wajah sepupu nya yang terlihat lebih baik di bandingkan hari-hari sebelum nya.


"Apa yang kau lakukan dengan anak itu?" tanya nya yang melihat ke arah sepupu nya itu.


Bukan nya ia ingin ikut campur namun ia ingin tau apa kehidupan pribadi atas sekaligus sepupu nya itu namun untuk menangani masalah yang kemungkinan terjadi.


"Aku ingin memakan nya, dia manis dan harum..." ucap Lucas dengan lirih.


"Setelah itu? Bagaimana? Apa yang kau rasakan?" tanya menatap ke arah sepupu nya itu.


"Aku merasa sesuatu yang kurang, rasanya ingin lebih menyentuh nya."


"Aku tidak tau, sampai batas mana untuk memenuhi kepuasan ku." sambung nya sembari melihat ke arah tangan nya.


Kulit yang terasa halus dan lembut kecuali bagian kasar di mana bekas luka itu masih ada.


"Hanya itu? Kau tidak merasakan sesuatu yang aneh dalam diri mu?" tanya Diego menatap ke arah Lucas.


"Ya, aku merasa aneh dan..." ucap nya yang tak melanjutkan perkataan nya.


"Dan apa?" tanya Diego yang menatap seakan menunggu jawaban selanjutnya.


"Kenapa kau mau tau sekali?" tanya Lucas mengalihkan pembicaraan dengan mengernyitkan dahi nya.


Diego menarik napas nya dan mulai bertanya hal lain, "Kau bisa melihat nya? Bagaimana ekspresi nya."


"Tidak tapi aku bisa melihat mata nya, dia punya mata yang cantik." wajah selalu terlihat tegas itu tersenyum.


"Kenapa di antara banyak perempuan kau tertarik dengan anak di bawah umur? Kau cab*l?" tanya pria itu yang mulai melihat tanda-tanda yang berbeda.


"Dia 17 tahun kan?" tanya Lucas mengernyitkan dahi nya.


"Ya," jawab Diego singkat dan menghela napas panjang.


"Berarti dia bukan anak di bawah umur lagi tahun depan," ucap Lucas sembari mengendikkan bahu nya.


"Sudahlah..." ucap Diego berbalik dan mulai kembali membahas kembali pekerjaan nya.


...


Mansion Damian


Anna yang sejak pagi tak menemui seseorang ataupun berbicara dengan seseorang membuat nya merasa bosan di balik rasa takut nya.


"Kau sepertinya tinggal dengan baik?"


Suara yang ia kenal itu membuat nya menoleh dan menatap ke arah sumber nya.

__ADS_1


"Sir?" panggil nya yang langsung mendekat.


"Kau bersemangat saat melihat ku," ucap Diego yang selalu memberikan senyuman khas dirinya.


"Sa..saya mau tanya sesuatu." ucap nya dengan ragu.


"Apa itu itu?"


"Apa, keluarga ini menyembah setan? Atau pengikut aliran yang seperti itu?" tanya Anna lirih.


Diego cukup terkejut mendengar pertanyaan mendadak itu.


"Tidak? Lucas bahkan tidak percaya hal seperti itu." ucap nya dengan menahan tawa nya.


"Terus kenapa dia punya sifat yang lebih dari setan?" tanya Anna dengan raut kesal.


Diego tak mengatakan apapun kecuali ingin tertawa lagi, gadis itu tak sadar jika semua yang ia ucapkan dapat di dengar karna chip yang tertanam di tubuh nya.


"Kenapa kau bilang begitu?" tanya nya sembari melihat ke arah gadis yang tampak kesal itu.


"Dia seperti zombie! Dia mengigit dan bilang mau memakan ku?!" ucap Anna dengan kesal.


Diego yang tertawa itu melihat ke wajah kesal yang gadis di depan nya dan ingin menganggu nya sedikit.


"Tapi kau masih hidup kan? Biasa nya dia suka membuat sup dari daging orang yang ia sukai," ucap Diego dengan suara berbisik melihat ke arah gadis itu.


Wajah Anna langsung berubah seketika, ia langsung mempercayai ucapan itu begitu saja walaupun sebenarnya pria itu memberikan candaan untuk nya.


"Terus aku mau di sup? Aku kan gak punya daging? Aku gak ada rasa nya..." ucap nya memelas dengan kaki yang lemas mendengar nya.


Diego ingin tertawa mendengar dan melihat wajah panik yang juga bercampur dengan memelas itu.


"Astaga! Pantas saja tadi pagi dia menyuruh ku makan lebih banyak!" ucap Anna yang teringat dengan perlakukan pria itu tadi pagi.


Diego semakin terlihat menahan tawa nya itu, ia menatap ke arah Anna dan menyentuh bahu nya.


"Semangat," ucap nya dengan senyuman dan beranjak pergi meninggalkan gadis yang mendapat shock terapi itu.


Pukul 10.35 pm


Anna masih tak bisa tertidur sama sekali, ia selalu was-was jika ada yang membuka pintu kamar nya.


Klek,


Gadis itu langsung memejam berpura-pura tidur, ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah nya.


Sreg!


Selimut tebal itu di tarik dengan satu tarikan, dan membuat Anna tak bisa pura-pura tidur lagi.


"Bangun,"


"Sir? Anda sudah pulang?" ucap Anna yang pura-pura bangun dan memberikan senyuman nya.


"Bangun dan buka pakaian mu," ucap Lucas dengan wajah yang datar.


Anna tersentak mendengar nya, ia menatap dengan takut dan pria itu menatap nya dengan datar.


Dia akan menjadikan ku sup sekarang?!


"Sir? Saya kurus dan daging saya tidak enak!" ucap nya seketika.

__ADS_1


Lucas mengernyit mendengar nya, apa hubungan nya?


Ia hanya ingin kembali menyentuh dan menghirup aroma gadis itu sekali lagi, "Kau bicara apa?" tanya nya dengan mengernyitkan dahi nya.


__ADS_2