Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Berharga


__ADS_3

Ke esokkan pagi nya.


Mansion Damian.


Anna terbangun lebih awal karna kini pria itu seperti memiliki jangka waktu tidur yang begitu lama.


Tak ada satu pun suara yang di keluarkan wanita dengan paras cantik itu, ia menatap ke arah sang suami yang saat ini masih tetap pucat.


Dan ia tak bisa mengeluhkan hal tersebut karna ia lah yang membuat nya.


Ujung tangan yang halus dan lembut itu menyentuh wajah yang pucat itu dan kemudian menelusuri dengan jari jemari nya.


Alis yang tebal dengan hidung yang mancung serta mata yang dalam membuat tatapan nya menjadi lebih tajam.


Lucas tak terbangun kali ini walaupun biasa nya ia sangat sensitif ketika ada seseorang yang menyentuh nya.


"Luc? Kamu ga bangun?" tanya Anna yang menggoyangkan tubuh pria itu.


"Luc? Bangun..." ucap nya sekali lagi yang mengharapkan respon dari pria yang ia panggil saat ini.

__ADS_1


Pria itu mulai menggeliat, mata yang terbuka kecil itu menatap ke arah wanita yang memanggil nya.


"Hm?" suara yang serak khas bangun tidur itu menyapa dengan mata yang masih menyipit kecil.


"Morning hubby..." sapa Anna dengan senyuman kecil yang menatap ke arah sang suami.


Lucas tak mengatakan apapun, tangan nya tangan terangkat dan mengusap kepala wanita itu.


Anna diam merasakan tangan yang besar itu mengusap kepala nya, ia hanya melihat ke arah pria yang sering mengantuk dengan wajah yang pucat itu.


"Luc?" panggil Anna dangan nada yang ceria seperti biasa sekaan tak pernah terjadi apapun sebelum nya.


"Kamu udah lihat foto yang aku letak di meja kamu?" tanya Anna dengan mata yang cerah dan juga senyuman yang sama seperti mentari pagi ini.


"Kenapa membuat foto seperti itu? Foto kita lebih baik," ucap Lucas yang masih sama.


Bagi nya hanya ia dan wanita nya tanpa orang ketiga sama sekali.


"Aku mau kita punya potret keluarga, nanti kalau Estelle bangun kita buat sama-sama ya?" tanya Anna yang menatap ke arah pria itu dengan senyuman tipis nya.

__ADS_1


"Bukan nya aku juga keluarga mu? Kau tidak bisa jadikan hanya aku yang menjadi kelurga mu?" tanya Lucas yang menatap ke arah sang istri.


Anna diam sejenak, ia bisa mengatakan semua hal manis yang selalu ia ucapkan namun entah mengapa kini sedikit berbeda.


Tatapan yang tampak menunjukkan jika menginginkan jawaban yang di inginkan.


"Kamu juga kelurga aku yang paling berharga," Ucap Anna dengan senyuman tipis yang menatap ke arah sang suami.


Lucas tak menjawab, wajah nya datar seperti tak mendengarkan sesuatu yang senang atau sedih.


"Kau juga..."


"Kau juga sesuatu yang paling berharga untuk ku," ucap Lucas yang menatap ke arah sang istri.


Anna diam sesaat, pria itu mengatakan kalimat yang singkat namun terasa sangat menyentuh nya.


"Luc? Kalau begitu aku bisa minta sesuatu sama kamu? Bukan sesuatu yang sulit..." ucap nya lirih yang menatap ke arah pria yang tampak melihat nya dengan iris yang sudah melihat dengan jelas itu.


"Kalau aku berharga untuk kamu, kamu bisa ga kasih 10 % aja rasa itu buat Estelle? Kalau ga bisa 10 % kamu bisa kasih dia 5 % aja," ucap Anna yang selalu meminta hal yang sama.

__ADS_1


"Tidak," jawab Lucas dengan nada yang tegas.


"Bagi ku cuma kau, bukan orang lain." ucap nya yang menatap ke arah sang istri.


__ADS_2