
Jalan yang berbunga dengan rumput yang harum serta udara yang bertiup dengan lembut mengelilingi ku.
Gaun yang indah terkibar oleh angin, kain yang lembut itu mengelilingi ku. Tangan hangat seseorang menggandeng ku.
Dia tersenyum...
Mata nya yang dulu nya seperti tak bisa menunjukkan emosi apapun itu kini menatap ku dengan lembut.
Ujung bibir nya tertarik, kerutan di pipi wajah yang ikut terlihat saat senyuman itu merekah.
Andai dia bisa menunjukkan wajah seperti itu pada ku sekali saja, mungkin aku akan luluh.
Aku akan memberikan semua yang ku miliki pada nya.
Diri ku atau hidup ku...
Pria itu tepat di depan ku, tanpa mengatakan apapun. Sentuhan hangat nya menyentuh dan mengusap pipi ku dengan lembut.
Mata abu-abu itu menatap nanar, aroma nya tercium. Perlahan dia merangkul tubuh ku.
Pelukan nya terasa begitu hangat dan lembut.
Tapi aku sungguh membenci nya!
Itu kata-kata yang harus nya ku ucapan, bukan?
Tapi sampai akhir pun aku tidak pernah benar-benar mengatakan jika aku membenci nya atau...
Atau mungkin tidak?
Dia jahat pada ku, tapi dia juga menunjukkan ku bagaimana cinta yang aku pun tidak tau bagaimana.
Dia pernah membuat ku seperti seorang ratu, dia memberi ku banyak cinta tapi dia tidak tau bagaimana menggunakan nya.
Dia mengubah cinta yang harus nya lembut itu menjadi pedang yang tajam.
Dia keras kepala dan dia penuh dengan ketakutan tapi menyembunyikan di wajah dingin nya.
Kenapa aku baru tau sekarang?
__ADS_1
Sekarang dia menatap ku lagi, aku mengusap rahang nya yang kokoh itu. Dia memejam seperti menganggap sentuhan ku sebagai tangan Dewi yang memberikan kasih sayang.
Apa kalau saja dulu aku mengatakan jika aku benar-benar mencintai nya akan ada yang berubah?
Jika dulu aku membuat nya percaya kalau aku juga memiliki perasaan yang sama dengan nya maka semua ini tak akan terjadi?
"Aku mencintai mu..."
"Ku pikir itu bukan sebuah pertahanan diri ku untuk tetap sadar, tapi..."
"Aku benar-benar mencintai mu..."
Mungkin ini terdengar gila, jika orang-orang yang selalu menganggap diri mereka pandai mengobati jiwa seseorang pasti menganggap jika rasa suka adalah sesuatu yang tak nyata.
Tapi ini nyata!
Mereka tidak tau, selain rasa sakit aku juga menerima sesuatu yang tidak pernah di berikan oleh orang lain.
Itu menyenangkan saat ku pikir akan ada seseorang yang mencintai ku.
Bahkan walaupun seluruh suara mengatakan jika perasaan ini salah aku tetap akan mempercayai apa yang ingin ku percayai.
Aku membenci sekaligus mencintai seseorang di saat yang bersamaan.
Kenapa kau diam saja?
Ya, memang tak ada satu pun yang bisa kita bicarakan sekarang, tapi ketika tangan yang hangat itu menyentuh ujung mata ku dan mengusap buliran bening yang jatuh aku kembali luluh.
Maafkan aku...
Aku tidak pernah benar-benar mengatakan hal ini pada mu dulu.
Karna bahkan jika ku katakan aku juga benar-benar mencintai mu maka semua akan tampak seperti kebohongan belaka.
Apa yang kau sedang kau pikirkan sekarang?
Kenapa mata yang jernih dan gelap itu mengkilap seperti membendung kaca tebal?
Tanpa sadar sebuah tawa yang getir terdengar dari ku, aku bisa melihat pria yang selalu berani itu menangis.
__ADS_1
Menangis untuk ku...
Dia mendekat, senyuman lembut di wajah nya berubah menjadi tatapan sendu. Dengan lembut dia menarik dagu ku dan mengecup nya secara perlahan.
Rasa nya menenangkan sekaligus membuat ku sesak.
Apa ini akhir dari kita? Dari kisah kita?
Jika waktu bisa di ulang kembali pada saat itu aku tidak ingin menemui mu, aku tidak akan datang bekerja ke perusahan itu.
Atau aku akan membiarkan mu mengambil mata ku saja dulu.
Jika aku tau kisah kita akan semenyakitkan ini.
Tapi...
Aku tidak menyesal melakukan nya, bertemu pria yang gila, pria yang memiliki obsesi yang kuat, pria yang tidak tau bagaimana cara nya menunjukkan cinta nya.
Aku tidak menyesal atas keputusan ku dulu.
Aku bisa merasakan deruan napas nya yang terdengar menyatu saat dia mengecup ku dan tangan yang memegang belakang kepala ku hingga membuat untaian rambut ku berada di sela jemari nya.
Lalu apa sekarang kau belajar satu hal?
Jika waktu dan nyawa seseorang berharga?
Ku mohon...
Bebaskan diri mu, bebaskan masa lalu mu...
Bebaskan rasa sakit mu...
Sebelum cahaya kita berbeda, sebelum sinar itu membawa ku pergi, ku harap kau bisa bahagia untuk sekarang.
Aku tidak meminta mu menjadi orang yang baik, tapi setidak nya jadi lah seseorang yang baik di mata Estelle kita.
Dan aku...
Harap akan ada kebahagian untuk kita, jika bisa aku ingin melihat mu terus tersenyum seperti ini...
__ADS_1
Walaupun bukan kenyataan namun seperti angin lembut di ujung musim dingin. Tak nyata namun begitu indah.