Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Simpati murahan


__ADS_3

Club'


"Hey? What's your name?" tanya pria yang bernama Jacob tersebut saat pertanyaan nya tak di jawab.


Gadis cantik itu terlihat tersentak beberapa saat, ia gelisah tak bisa menatap ke arah seseorang yang sangat ia kenali di depan nya.


"Ma.. maaf... Sa.. saya..." jawab nya kaku tak bisa mengatakan apapun dan langsung berlari keluar tak peduli jika tamu yang harus ia layani adalah tamu VIP.


"Ann?"


Anna tersentak, Lucas memegang lengan nya dan menyadarkan diri nya dari keterkejutan setelah melihat kembali teman nya yang berada di tempat seperti itu dan menjadi pelayan penghibur.


"Luc? A.. aku mau ke toilet dulu," ucap nya yang langsung keluar dan menyusul ke gadis itu.


Jacob mengernyit, "Ada apa dengan gadis-gadis itu?" tanya nya yang mengendikkan bahu nya dan menggelengkan kepala nya.


Sementara itu pelayan pria yang tadi nya masuk bersama Samantha langsung menunduk dan meminta maaf atas sikap salah satu pekerja nya.


"Kami akan memarahi nya, dan membawakan wanita pendamping yang lain." ucap nya yang meminta maaf atas ketidaksopanan salah satu pelayan penghibur yang pergi begitu saja tanpa pamitan atau bahkan menyebutkan nama nya.


Sementara itu Lucas tak mengatakan apapun, ia membuka ponsel nya dan mulai mengaktifkan kembali chip nya karna gadis itu tak berada di depan nya.


"Kau memakai earphone saat akan bicara?" tanya Jacob yang melihat partner itu memakai earphone di telinga nya sesaat setelah membuka ponsel nya.


"Tidak apa, aku masih bisa mendengarkan mu." jawab Lucas dengan datar karna ia memang perlu mengetahui apa yang terjadi dengan gadis nya dan cara menjaga nya pun memang seperti itu.


...


Derap langkah cepat yang terlihat menghindar hingga berlari membuat nya harus mengejar.


"Sam! Tunggu!"


Anna mempercepat langkah nya, ia menarik tangan gadis itu dan mendapatkan nya.


Tak!


Tepisan kuat yang membuat nya pergelangan nya merasa nyeri namun ia kembali menangkap tangan gadis itu lagi.


"Sam!" panggil nya sekali lagi hingga suara nya berdengung di lorong yang sepi itu.


"Apa sih Ann?!" jawab nya yang terlihat kesal untuk menutupi rasa malu nya.


"Kamu gila ya? Mau ngapain kamu di sini?" tanya nya yang begitu terkejut melihat teman nya yang bekerja di tempat seperti itu.


Tak ada jawaban, gadis itu memalingkan wajah nya dan tak bisa melihat ke arah teman sebaya nya itu.


"Sam? Kita keluar ya? Masih banyak pekerjaan lain Sam..." ucap nya yang beranjak menarik tangan teman nya itu.


Tak!


Tepisan kuat yang sekali lagi di dapatkan oleh gadis itu membuat nya mengernyit melihat ke arah teman nya yang saat ini tengah mengenakan pakaian yang terbuka dan pendek tersebut.


"Kamu yang harus nya keluar Ann, kalau ada yang lihat kamu sama aku mungkin mereka juga akan kita kamu kerja di sini." ucap nya yang tau beberapa klien sudah mengenali nya.


Anna menggeleng, ia mencoba menarik kembali tangan teman nya itu untuk keluar dari tempat tersebut, "Kita cari pekerjaan yang lain! Aku bantuin kamu bu-"


Tak!


Samantha berusaha melepaskan tangan gadis itu, ia tak bermaksud untuk mendorong nya namun ternyata tenaga yang ia keluarkan lebih kuat dari yang ia pikirkan.


Bruk!


Anna terjatuh, ia tersentak dan menengadah melihat ke arah wajah teman nya yang terkejut.


"Ann? Ma.. maaf ak-"

__ADS_1


Tes...


Mata biru yang terlihat gelap karna cahaya remang itu terlihat bergetar, namun kilau dari cairan merah kental tampak begitu jelas mengalir dari hidung mancung itu.


"Kamu berdarah Ann?" tanya nya yang ingin meraih teman nya untuk bangun namun langung terhenti.


Ia mengurungkan niat nya, gadis itu memundur satu langkah nya dan berbalik pergi sebelum ada yang melihat nya.


Anna tersentak melihat teman nya yang hanya melihat nya dah berbalik pergi, ia pun langsung beranjak bangun dan tak begitu memperdulikan darah yang mengalir di hidung nya karna ia tak merasakan apapun, namun.


"Sam! Tung-"


Deg!


Ukh!


Langkah nya terasa gamang, ia seperti begitu ringan dan sekaan ingin jatuh ke lantai sekali lagi.


Kepala nya terasa begitu sakit, perut nya yang terasa begitu tak nyaman sekaan tengah berputar dan membuat nya mual serta perih.


"Sam..."


Greb!


Gadis itu tak lagi jatuh ke lantai untuk kedua kali nya, tangan yang besar itu menyangga perut dan tubuh nya.


Ia menoleh, ia menatap ke arah pria yang terlihat masih menarik napas nya seperti seseorang yang berlari menyusul nya dengan cepat.


"Luc? Aku..." gumam nya lirih sebelum mata nya memejam.


Lucas tak mengatakan apapun, ia beranjak menggendong tubuh gadis itu dan membawa nya keluar.


"Lalu pembicaraan soal res-"


"Nanti, bicarakan itu nanti!" ucap Lucas yang tampak begitu terburu-buru dan keluar membawa gadis itu yang kehilangan kesadaran nya dan mimisan yang masih belum berhenti.


......................


JNN grup


Laboratorium.


"Ck! Sial!" decak nya yang kesal saat melihat ke arah tangan nya yang masih menentukan noda darah yang belum hilang.


"Apa karna aku mengganti chip nya?" gumam nya yang mengingat jika sudah mengganti chip yang berada di tubuh gadis itu untuk ketiga kali nya karna chip kedua bermasalah.


Tak lama kemudian salah satu peneliti yang juga merupakan dokter mendatangi pria itu.


"Kami sudah mendapatkan hasil lab nya, sel darah merah nya menurun drastis, trombosit nya juga rendah dan memiliki bentuk sel darah yang tidak normal." ucap nya yang menatap ke arah pria itu.


"Jadi?" tanya Lucas yang menunggu karna ia tak begitu paham dengan dunia medis.


"Kami menduga nona mengalami Leukimia Limfoblastik karna paparan radiasi dari chip, tapi kami juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apa benar jika nona benar mengalami Leukimia dan untuk memastikan Leukimia Limfoblastik akut atau Leukimia Limfoblastik kronis." ucap nya yang menerangkan sembari menunjukkan hasil tes darah nya.


NB KET : LLA (Leukimia Limfoblastik Akut) lebih agresif dan cepat tumbuh bisa dalam beberapa Minggu saja, sedangkan LLK (Leukimia Limfoblastik Kronik) Memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dan tidak memiliki gejala di awal. LLA dan LLK penyebab nya masih belum di ketahui secara pasti namun mutasi dari satu atau lebih gen bisa menjadi penyebab LLA dan faktor nya antara lain dari paparan radiasi atau bahan kimia sedangkan LLK terjadi dengan dugaan kelainan kromosom dan RNA


Tambahan : Biasanya Leukimia Limfoblastik menyerang anak-anak di bawah 15 tahun tapi biasa menyerang remaja dan orang yang baru beranjak dewasa.


Untuk memastikan lebih lanjut, perlu di lakukan aspirasi sumsum tulang belakang, tes MRI, USG, Biopsi limpa dan serangkaian prosedur panjang untuk benar-benat memastikan kecurigaan.


"Tunggu! Bukan nya itu penyakit yang biasa nya menyerang anak-anak?" tanya Lucas yang setidak nya sedikit tau tentang jenis kanker darah tersebut.


"Benar, tapi bukan berarti orang dewasa tidak memiliki resiko sama sekali. Selain itu nona Anna juga masih remaja," ucap nya yang mengingatkan tentang gadis yang memang baru saja memasuki usia 18 tahun itu.


"Ya, lakukan pemeriksaan lanjutan." ucap Lucas yang kehabisan kata-kata.

__ADS_1


"Kami juga menyarankan agar chip yang masih tertanam di lepaskan," ucap dokter tersebut dengan lirih.


Lucas melihat nya dengan tatapan tajam yang seperti mengatakan agar dokter tersebut untuk diam.


"Baik, kamu akan segara lakukan pemeriksaan." ucap nya yang tak mengatakan apapun lagi tentang pencabutan chip yang tertanam dan hanya melakukan tugas nya saja.


...


Pukul 02.45 am


Gadis itu perlahan terbangun, wajah cantik nya tampak lebih pucat dari biasa nya.


Ia membuka mata nya dan melihat ke arah tempat yang jauh berbeda dari sebelum ia kehilangan kesadaran.


Sam!


Batin yang tersentak ketika mengingat seseorang, ia langsung bangun terduduk walau masih merasa lemah karna beberapa obat sudah di suntikkan ke tubuh nya.


"Anna?"


Suara yang terdengar serak itu membuat nya menoleh ke sumber nya.


Ia menatap ke arah seorang pria yang tertidur di sofa saat menunggu nya.


"Kenapa? Kau sakit lagi?" tanya nya pada gadis itu yang tampak ingin melakukan sesuatu.


"Sam! Sam masih di sana! Dia-"


"Itu bukan urusan mu kan?" potong Lucas langsung saat ia menyadari gadis nya menyebutkan nama seseorang yang masuk dalam target hitam nya.


Deg!


"A.. apa?" tanya Anna lirih yang menatap ke arah pria di depan nya.


"Sam itu anak yang sama dengan selingkuhan ayah mu kan?" tanya Lucas yang tampak tak peduli dengan gadis yang bahkan wajah nya tak ia ingat.


Anna terdiam, ia tak menjawab ataupun mengatakan apapun untuk beberapa saat.


"Kau bilang kau mau dia merasakan apa yang kau rasakan, iya kan? Dan kau mau ayah mu dan juga selingkuhan nya hidup dengan menderita seperti ibu mu." ucap Lucas yang mengingatkan kembali keinginan gadis itu.


"Ta.. tapi Sam kan ga salah... Di.. dia..." ucap nya yang tak bisa mengelak karna semua sesuai ucapan nya namun ia tak tau akan seperti ini jadi nya.


"Menurut ku anak itu hidup lebih baik dari mu," ucap Lucas dengan wajah yang datar namun memperhatikan wajah pucat gadis nya.


"Apa? Tapi dia bekerja di tempat seperti itu! Itu kan ga ada beda nya sama pel*cur!" ucap Anna yang tak setuju dengan ucapan pria di depan nya.


"Lalu? Bukan nya itu menunjukkan kalau dia sama murahan nya seperti ibu nya? Datang dan bekerja menjadi wanita penghibur itu pilihan nya, tidak ada yang memaksa nya dan aku hanya membuat dia memiliki situasi yang sama seperti kau dulu yang harus bekerja juga," ucap nya pada gadis itu.


"Ta.. tapi..." ucap Anna yang tetap saja merasa berat.


Lucas menarik napas nya, saat ini yang harus di khawatirkan bukan nya orang lain namun diri gadis itu sendiri.


"Bukan nya kau terlalu naif? Itu pilihan nya dan kau kasihan? Kau tanya dia tidak salah apapun? Lalu aku akan tanya pertanyaan yang sama juga, apa kesalahan mu sampai harus di buang ke panti asuhan?" tanya Lucas yang membuat gadis itu terdiam.


"Dia yang memilih untuk masuk ke pekerjaan seperti itu dari pada memiliki 5 pekerjaan paruh waktu dalam sehari seperti yang kau lakukan dulu," ucap nya yang tentu tau seberapa banyak pekerjaan paruh waktu yang pernah di lakukan gadis nya karna ia menyelidiki latar belakang nya.


"Kalau begitu aku mau berhenti balas dendam..." ucap nya lirih pada pria itu.


Dulu ia pikir akan metasa bahagia saat melihat seseorang merasakan penderitaan yang sama seperti nya dan bahkan lebih. Namun saat melihat nya ia juga masih tetap tak merasa senang dan bahagia.


Dan jika pun ia meminta untuk melepaskan teman nya saja hal itu pun tak mungkin karna ia tau teman nya pun tak akan bisa melepaskan orang tua nya dan semua nya saling terikat satu sama lain kecuali ia yang melepaskan dendam dan amarah atas ketidakadilan yang ia rasakan karna orang dewasa di sekitar nya.


Lucas menarik napas nya, "Gadis bodoh, kau memiliki terlalu banyak simpati murahan." decak nya yang tentu tak akan menyetujui permintaan itu.


Anna tak mengatakan apapun lagi, ia diam dan tak membalas nya.

__ADS_1


"Khawatirkan diri mu sendiri dan aku harap kau jadi lebih egois," ucap Lucas yang tak bisa mengatakan jika nyawa gadis itu pun sebenarnya sudah di tepi jurang.


__ADS_2