Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Terbiasa


__ADS_3

Mata yang tajam tanpa mengatakan apapun, alasan yang terdengar tak masuk akal untuk nya karna ia sama sekali tak percaya.


Pandangan mata nya turun ke arah bagian atas tubuh gadis itu yang terbuka karna hanya memakai sport br* sedangkan ia melepaskan jaket nya.


"Tidak tau? Walaupun kau tidak tau apapun harus nya kau pergi saja saat dia mendekati mu." ucap nya dengan kilauan yang tajam dari iris nya.


Anna terdiam, "Ta..tapi i.. itu kan ti.. tidak sopan..." ucap nya lirih pada pria itu saat ia menatap takut dan masih berusaha mengontrol ekspresi nya.


Lucas membuang wajah nya seperti tak mempercayai sama sekali.


"Lalu jaket mu? Kenapa kau membuka nya padahal aku tidak menyuruh mu sama sekali?" tanya nya sekali lagi.


Ucapan kotor dan vulgar yang di bungkus dengan sapaan yang terdengar rapi membuat pria itu merasa geram.


Terlebih gadis itu yang mengangguk dan tersenyum dengan mata biru nya yang jernih.


"Ma..maaf, sa.. saya salah..."


"Se.. seharusnya sa.. saya melakukan sesuatu yang anda perintahkan saja..." ucap Anna lirih yang langsung mengakui kesalahan nya dan mengklaim hak atas kepemilikan diri nya pada pria itu dan tentu itu semua di lakukan untuk meredakan amarah nya pria tampan itu.


Lucas tak mengatakan apapun, ia menatap ke arah dada yang bergerak naik turun seirama dengan napas nya.


Greb!


Auch!


"Sa..sakit Sir!" ucap nya yang meringis dan langsung refleks memegang tangan pria itu.


Lucas tak mengatakan apapun, tangan nya tiba-tiba meremas benda lembut yang terlihat menggoda dengan kilau dari tubuh yang berkeringat itu.


"Si..Sir..." Anna memanggil lirih sembari mengernyit dan berusaha menghentikan remasan yang begitu kuat di dada nya.


"Kalau kau tidak tau bahasa yang dia gunakan, lalu kenapa kau membuka jaket mu? Kau mau menggoda orang lain?" tanya pria itu dengan wajah yang datar dan menguatkan tangan di tarikan rambut gadis itu.


Anna terdiam, ia tak mengatakan apapun lagi. Bibir nya bungkam seperti refleks diri nya yang mengingat jika ia mendapatkan rasa sakit dari seseorang ia harus diam.


Gadis itu mengigit bibir nya, sedangkan pria itu mulai menarik sport br* yang ia kenakan ke atas hingga membuat Piramida yang bersembunyi itu menyembul keluar.


"Mau ku beri tau apa yang tadi dia katakan pada mu?" tanya nya pada gadis itu.


Anna diam, ia menatap dengan takut dan suara yang berat untuk keluar.


"Bok*ng mu sangat indah, kau tertarik untuk menginap satu malam dengan ku? Dan kau tau apa yang kau jawab? Kau mengatakan 'Ya' pada pria itu." bisik Lucas di telinga gadis itu.


"Dan kau tau apa lagi yang dia katakan?" tanya pria itu sekali lagi, "Dia bertanya apa kau tertarik melakukan nya dari jalur belakang? Kau tau apa arti nya itu? Dia mau memasukkan milik nya ke dalam bok*ng mu. Dan kau jawaban mu 'Ya' juga." ucap nya sekali lagi.


"Dia juga mengatakan tentang dada mu dan juga banyak hal yang bahkan aku tidak bisa mengatakan nya dengan mulut ku." ucap Lucas pada gadis itu.


Anna memejam, kepala nya terasa begitu sakit sampai membuat nya pusing dan tak bisa mendengarkan apa yang di katakan pria itu.


"Sa.. saya salah..." ucap Anna yang membuka mata nya sembari meringis menahan rasa sakit di kepala nya dengan rambut yang terasa ingin lepas.


Plak!


"Kau begitu senang memamerkan ini?" tanya pria itu yang memukul Piramida dengan ujung runcing itu hingga memerah.


Anna meringis, ia menatap ke arah pria yang terlihat datar dengan amarah yang tersembunyi di balik wajah tembok itu.


"Sa..saya milik anda Sir! Ja.. jadi..."


"Sa.. saya hanya untuk anda..."


Anna menjawab lirih, ia takut namun masih tetap berusaha menenangkan pria itu.


Lucas melepaskan jambakan di tangan nya dengan untaian rambut pirang itu yang tertinggal di tangan nya.


Ia tak membuang nya melainkan mengumpulkan nya menjadi satu dan menyimpan dalam genggaman nya. Mata nya pun kembali menatap lurus ke arah gadis itu.


"Kau tau kalau kau milik ku tapi kenapa masih terus bertingkah? Harus nya kau hanya bersikap seperti keinginan ku saja..." ucap nya pada gadis itu.


"Y..Ya.."


"Sa.. saya sa... salah..." ucap Anna lirih pada pria itu.


Lucas tak mengatakan apapun, ia berdiri di depan gadis remaja yang terduduk di lantai itu.


"Kalau begitu lakukan sesuatu untuk membujuk ku," ucap nya pada gadis yang terlihat takut itu.


Anna tersenyum kaku dan mengangguk, Bujukan?


Pria itu hanya tak langsung mengatakan dan meminta nya untuk melakukan 'servis' yang hanya bisa ia lakukan.


Tangan nya yang gemetar itu perlahan meraih celana training olahraga pria di depan nya.


Mata nya melirik sekilas ke arah pria itu, "Lakukan dalam lima menit, kalau kau tidak bisa kau mungkin akan melihat sesuatu yang lain," ucap nya pada gadis itu.

__ADS_1


"Ka..kalau sa.. saya tidak bi.. bisa a.. anda akan marah?" tanya Anna lirih yang dengan bodoh nya menanyakan emosi pria itu sedangkan kini saja pria itu sudah marah pada nya.


"Entah lah, itu bisa di sebut hukuman atau tidak karna aku hanya akan menyayat kulit cantik mu saja." jawab Lucas dengan wajah yang datar seperti tak akan masalah jika gadis itu terluka.


Anna diam, ia meneguk saliva nya dengan berat dan tentu ia harus melakukan sesuatu yang memuaskan pria itu.


...


Pukul 03.45 am


Pria itu meminum wine di dalam gelas nya, anggur fermentasi yang memiliki rasa manis asam itu akan menjadi lebih tawar di lidah nya namun ia tetap menikmati nya karna ia sudah terbiasa dengan sistem syaraf yang tak berfungsi seperti orang normal lain nya.


Namun tentu akan berbeda jika gadis remaja itu yang memberikan untuk nya, semua yang berasal dari gadis itu selalu terasa begitu manis.


Lucas menoleh ke arah gadis yang sudah terlelap itu, ia berdiri di dekat jendela hotel itu dengan mantel tidur yang ia pakai untuk menutup tubuh penuh otot nya itu.


Ekor mata nya melirik ke arah jam, dan tetap di pukul 04.00 am pemandangan yang ia tunggu akhir nya datang.


Set!


Mungkin tak akan terdengar dari dalam kamar nya, namun mata nya puas akan pemandangan sekilas itu.


Bruk!


Tubuh pria itu tampak langusung remuk tak berbentuk seketika saat menyentuh daratan ketika jatuh dari ketinggian.


Pria yang jatuh dari atap tepat melewati jendela kamar nya lebih dulu.


"Sudah ku bilang kau akan mati kan?" gumam nya lirih sembari kembali meminum wine nya.


Ia bisa melenyapkan nyawa orang lain bahkan tanpa menyentuh nya sama sekali karna ia memiliki kekuatan yang begitu besar.


Dan tentu uang lah kekuatan terbesar nya, pria itu merasa puas.


Ia tak tau dan bingung bagaimana menggambarkan nya, namun ia sangat membenci saat seseorang memiliki n*fsu untuk gadis 'peliharaan' nya itu.


Apalagi n*fsu kotor yang membuat nya semakin geram, dan tentu hanya ia lah yang boleh memiliki pikiran seperti itu untuk gadis remaja bermata biru itu.


Lucas berbalik, ia melihat ke arah untaian rambut yang tercabut di jambakan nya tadi.


Ia mengumpulkan nya, bagi nya rambut itu sama seperti emas karna ia bisa melihat warna nya dengan jelas dan tentu ia tak akan membuang nya sama sekali.


......................


Jerman


Mr. Ehrlich melihat ke arah kertas yang menampilkan keberangkatan cucu pertama nya berserta dengan gadis yang sebelum nya di bawa saat makan malam keluarga.


"Dia benar-benar normal? Atau mereka menipu ku? Seperti..." ucap nya yang menggantung mengingat para putra nya yang dulu melakukan trik untuk terlihat normal dan menyukai wanita seperti pada umum nya padahal saling menyukai satu sama lain.


Pria yang hanya tau berjuang dari masa muda sampai kejayaan nya meninggi dan kini ia berada dalam masa tua nya yang memiliki apapun.


"Ku rasa aku akan hidup lebih lama lagi," ucap nya yang menyemangati diri nya sendiri dan memanggil seseorang yang menunggu nya.


"Saat mereka kembali bawa anak itu, aku ingi menemui nya lagi." ucap nya pada bawahan nya yang tak pernah jauh dari nya.


"Baik, Tuan." ucap pria yang mengenakan jas itu dan mengerti siapa pria yang harus ia bawa.


......................


Italy


Pukul 08.15 am


Pagi mulai berganti saat malam sudah tenggelam. Cahaya yang hangat ketika menembus jendela kaca yang besar itu menjatuhkan sinar nya ke atas tubuh yang terlihat memerah di berbagai tempat.


Mata biru itu menerjap perlahan, mencoba terbangun di pagi hari setelah jungkir balik tadi malam.


Anna bernapas lirih, mata nya masih satu garis dan ia pun menggerakkan bibir serta pipi nya seperti menggembungkan nya dan berusaha menggerakkan nya karna ia merasa pegal.


"Sudah? Kau bilang mau jalan-jalan? Tapi kenapa hanya tidur?"


Mata biru itu tersentak, ia langsung bangun melihat ke arah pria yang telah tapi duduk di salah satu bangku hotel itu dengan kemeja putih dan celana hitam.


Lucas mengernyitkan dahi nya, ia mencondongkan tubuh nya yang tengah duduk di kursi saat melihat gadis itu merenggangkan wajah nya yang pegal akibat timun besar nya yang tak boleh terkena gigi dan di gigit.



Tatapan nya masih begitu tajam karena memang seperti itu lah raut dari aura nya.


Anna terdiam, pria itu terlihat tak lagi menyimpan amarah nya.


"Anda mau pergi dengan saya?" tanya nya lirih yang menatap tak percaya karna ia melihat pria itu yang tak lagi menyinggung tentang apa yang terjadi saat di tempat gym.


"Kalau kau tidak siap dalam 30 menit kita tidak akan kemanapun." ucap Lucas yang kini mulai bersandar di kursi nya sembari melipat kaki nya.

__ADS_1


Anna langsung bangun, walaupun kali ini ia ingin berada di hotel saja namun ia takut pria itu akan marah lagi.


Ia pun langsung beranjak bangun, "Sa..saya akan siap sekarang juga!" ucap nya yang langsung bangun ke kamar mandi dan melupakan jika ia tak memakai apapun.


"Kalau kau berlari dengan kondisi seperti itu aku pikir kau sedang ingin menggoda ku," ucap Lucas sebelum gadis itu masuk ke dalam kamar mandi.


Anna tersentak, untuk sesaat ia lupa jika ia sedang tak memakai apapun.


Wajah nya memerah karna malu, "Sa.. saya akan bersiap!" ucap nya pada pria itu.


......................


Dolomites, Italy



Anna terkagum melihat nya, bagaikan negeri di dongeng ia masuk ke dalam nya.


"Di sini juga ada danau, kau mau ke sana juga?" tanya Lucas saat mengemudi.


"Boleh?" tanya Anna lirih pada pria itu.


Lucas mengangguk kecil, pekerjaan nya telah selesai lebih awal dan ia bisa kembali satu malam lebih lambat.


"Kita akan cari vila untuk menginap di sini dah pergi ke danau besok," ucap Lucas pada gadis itu.


Ia tak memiliki rasa bersalah untuk apa yang ia lakukan pada gadis remaja itu.


Anna mengangguk, setidaknya ia mendapatkan sedikit kompensasi karna sikap kasar pria itu pada nya.


Kekerasan memang adalah hal yang sangat salah dan bahkan memiliki hukum pidana untuk itu.


Namun bagi gadis remaja yang memiliki hidup yang sulit itu, kekerasan adalah hal yang ia anggap hal yang ia anggap umum.


Terbiasa dengan orang-orang yang bersikap buruk dengan nya dan hanya menginginkan sesuatu dari nya saja.


Ia memang bertekad untuk mencintai diri nya sendiri namun saat seseorang memberikan 'Hati dan Pisau' di saat bersamaan ia akan tetap mengambil nya.


"Terimakasih, Sir!" ucap nya yang tersenyum.


Lucas merasakan perasaan nya yang membaik, tangan nya beranjak mengusap kepala gadis itu dengan lembut sekilas.


...****************...


HayπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Nah buat yang bingung gimana cara baca nama kakek Lucas dia huruf 'R' sama 'C' di samarkan atau ga terdengar sama sekali jadi penyebut nya begitu.


Dan soal sikap si Anna yang mungkin ganggap dia polos, itu bener tapi si Anna juga agak campur sama bodoh sedikit karana dia memang ga pinter urusan pelajran.


Dan untuk hubungan Anna sama Lucas itu mirip seperti sama Anna dan Ibu nya ya.


Toxic


Maka nya othir bilang dia dapat 'Hati dan Pisau' di saat bersamaan karna dia dapat cinta dari orang lain tapi dia juga harus tahan dari sikap buruk orang itu juga.


Dan walaupun Anna nya udah terbiasa punya hubungan seperti itu dia nanti bakal tetap mau kabur.


Dan kapan kabur nya?


Nanti, othor kasih spoiler sedikit kalau nanti Anna nya berhasil kabur.


Terus Lucas nya tobat?


Hm...


Kita lihat aja lah ya nanti wkwk


Dan tentang 'wanita' yang ada di masa lalu Lucas maupun Diego kecil itu memang masih ada hubungan nya, othor kasih kilas balik sekilas tapi memang masih ambigu dan tentu othor kasih detail kecil yang kalau di perhatikan kalian pasti bisa nebak dengan tebakan yang benar.


Tapi nanti kisah masa lalu ortu akan di ceritakan dengan bab khusus atau sendiri biar ga bingung dan masalah nya selesai.


(Cuma masa lalu ortu Anna) yang ga othor buat bab nya sendiri karna tanpa di buat pun udah tau kalau bapake Anna adalah ****** wkwk


Nah sebagai penutupan dari sapaan othor, othor kasih bocoran sedikit yah, sakit nya si Lucas (Ga bisa lihat warna, wajah dan halusinasi) itu bermula dari Diego.


Dan sebenernya trauma si Lucas itu berat juga, mengingat dia sampai jadi ga normal dalam hal pemikiran dan bahkan kesehatan nya sendiri.


Walaupun dia ga jarang dapat pukulan tapi tapi pukulan mental lebih kuat dan tertampar hingga ke jiwa wkwk


Tapi Lucas nya ga tau sama sekali, dan karna Diego nya merasa bersalah maka nya dia mau jadi bawahan si Lucas (Sekertaris) padahal kalau dia punya niat jahat pun dia bisa singkirkan Lucas nya buat duduk di posisi Lucas karna mereka itu punya hak waris yang hampir seimbang.


Terus Anna?


Nanti kalian bakal tau kenapa si Anna jadi keikut juga wkwk

__ADS_1


Happy readingπŸ’•πŸ’•πŸ₯°πŸ₯°


Salam penuh cinta dari othorπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•


__ADS_2