
"I..itu..." Anna membuang mata nya lirih tak melihat ke arah kakak kelas nya yang menatap nya dengan senyuman menyimpan arti saat menagih janji pada nya.
"Kapan kita akan melakukan nya? Nanti? Atau pulang sekolah saja?" tanya Gevan menatap ke arah gadis itu.
"Ja..janji apa yah kak? A..aku ga pernah buat janji tuh..." sanggah gadis itu lirih dengan senyuman yang pura-pura bodoh tak mengerti apapun, padahal ia ingat.
Gevan menarik napas nya walau wajah nya masih tersenyum, ia mendekat dua langkah dan membungkuk untuk berbisik di telinga yang tertutup rambut bergelombang pirang itu.
"Janji kalau aku bisa berada di peringkat pertama kau akan tidur dengan ku." bisik nya dan membuat gadis itu langsung meremang.
"Ih! Ma..mana ada janji begitu!" sanggah Anna sekali lagi dan melirik ke arah Samantha yang tampak bingung tak mengerti.
"Ayo! Sam!" ucap nya yang langsung menarik gadis itu dan menjauh dari kakak kelas nya yang menagih sesuatu yang tak bisa ia bayar.
Gevan hanya tersenyum melihat gadis itu yang kabur namun tentu ia tetap akan menagih 'hutang' yang di buat oleh gadis itu.
Samantha menatap ke arah Anna yang terus menarik nya pergi tanpa mengatakan satu kata pun.
"Ann? Kenapa sih kamu Ann?" tanya Samantha dengan bingung.
"Ga apa-apa kok," jawab Anna lirih dengan senyuman canggung.
...
Bel yang berbunyi tanda pulang sekolah mulai terdengar, para gadis remaja itu dengan cepat membereskan barang barang nya dan menyimpan nya rapi di dalam tas.
Gadis itu masih tersenyum saat keluar kelas dengan teman sebangku nya sampai.
Greb!
Anna tersentak, seseorang sudah menunggu nya di depan kelas dan langsung menarik tangan nya begitu ia keluar.
"Bye! Dia ku bawa," ucap Gevan dengan senyuman nakal nya dan mengedipkan satu mata nya sembari menarik tangan Anna.
Samantha mengernyit, langkah nya tak jadi mengejar namun ia langsung membuka ponsel nya dan menuliskan pesan untuk kakak sepupu nya yang menarik teman nya secara paksa itu.
__ADS_1
Awas aja kalau besok Anna sampai kenapa-kenapa! Aku bakal laporin ke paman!
Tulis nya di pesan saat mengirimkan chat nya.
Sedangkan Gevan menghentikan langkah nya, ia membuka ponsel nya dan membaca tentang chat yang di kirim sepupu nya itu namun tentu ia tak melepaskan tangan nya yang lain yang tengah menggenggam tangan gadis itu.
"Kak..." panggil Anna lirih yang berusaha melepaskan tangan nya.
Gevan kembali memasukkan ponsel nya dan melihat ke arah wajah gadis itu.
"Sstt! Ikuti saja." ucap nya dengan senyuman yang tampak tak bisa di percaya.
Ia kembali menarik gadis itu sampai ke parkiran dan memasukkan nya ke dalam mobil yang ia bawa.
"Tu..tunggu! Aku gak bisa ikut!" ucap nya pada Gevan yang memaksa nya untuk masuk ke dalam mobil berwarna biru gelap itu.
"Kenapa? Sugar mu melarang?" tanya Gevan dengan senyuman yang tampak tak suka dan sedikit meremehkan.
"Aku ga bisa ikut kak!" sentak Anna yang menepis tangan remaja tampan itu dengan kasar.
"Masuk!" ucap nya dengan mata yang tajam dan menatap dengan mata yang tak bisa ia bantah.
Anna terpaksa masuk, ia tak suka namun ia tak bisa memaksa pendapat nya dengan semakin banyak karna takut kakak kelas nya itu akan marah.
Pintu mobil sudah tertutup, hening sejenak tanpa ada pembicaraan sama sekali.
Tak!
Anna menoleh, suara seat belt yang terdengar saat remaja itu baru saja mendekat.
Gevan terdiam sejenak, mata biru, bibir merah muda dan juga wajah yang memiliki kulit putih susu seperti boneka.
"Haruskah kita coba dari ciuman dulu?" tanya nya pada gadis itu.
"Maksud nya?" Anna mengernyit tak mengerti namun sebelum sempat ia menanyakan hal lain nya lagi ia merasakan pipi nya yang di pegang dan,
__ADS_1
Humph!
Mata biru itu tersentak dan membulat seketika, ia tak bisa banyak bergerak dengan tubuh yang tertahan seat belt dan juga terhimpit dengan kakak kelas nya yang memiliki postur yang berbeda dari nya itu.
Gadis itu perlahan terdiam, ia merasakan sesuatu yang berbeda.
Biasa nya bibir nya akan di gigit atau di hisap kuat saat pria psikopat itu mencium nya, namun sekarang ia merasakan lum*tan yang sangat lembut dan perlahan seperti perlahan yang menghanyutkan nya.
Gevan membuka mata nya saat masih mencium gadis yang terdiam itu.
Ia melepaskan ciuman nya dan melihat ke arah gadis itu untuk mengetahui reaksi nya.
"Yang tadi ciuman?" tanya nya dengan wajah yang bingung dan menyentuh bibir nya.
"Ya? Kau pikir? Kau tidak mungkin belum pernah melakukan nya kan?" tanya Gevan mengernyit.
"Gak di gigit?" tanya nya dengan wajah yang tampak polos.
Gevan mengernyit dengan bingung lalu perlahan tertawa keras.
"Selama ini dia mencium mu seperti apa?" tanya nya yang terkekeh.
"Aku gak pernah di cium! Tapi di gigit!" jawab Anna ketus.
"Gigit? Mungkin dia suka yang main kasar?" tanya Gevan tertawa.
"Bukan! Dia mau makan aku!" ucap Anna yang memang mengatakan kata makan sesungguh nya dalam arti sebenarnya.
Tawa remaja itu perlahan menghilang, ia tau gadis itu memiliki sugar nya namun saat mendengar nya membuat nya kesal.
Ia membuang napas nya, dan memegang stir nya sembari mengalihkan sedikit rasa kesal yang entah kenapa datang.
"Lalu ini bisa di bilang ciuman pertama?" tanya nya dengan menatap gadis itu.
"Ciuman pertama?" tanya Anna mengernyit.
__ADS_1
"Ya, kalau kau suka dan sama-sama menikmati bisa di bilang ciuman pertama." ucap nya sekali lagi.