
Rumah sakit
Pria itu menemui dokter yang melakukan operasi pada gadis yang baru saja kehilangan satu mata nya itu.
"Seperti nya dia akan mengalami buta permanen, karna benda tajam yang masuk merusak sebagain syaraf dan untung nya masih belum sampai ke otak." ucap sang dokter yang menunjukan gambar pengambilan dari foto scan nya.
Pria itu hanya menghela napas nya lirih saat melihat semua keterangan yang berada di depan mata nya.
Sekarang tanpa sepupu nya itu meminta nya untuk tidak memberikan donor mata pun gadis yang kehilangan satu mata nya itu memang tak akan bisa lagi melihat dengan kedua mata nya secara normal.
"Lalu kapan dia akan sadar? Ini sudah dua hari," tanya Diego pada sang dokter.
"Seharusnya dia sudah sadar sejak kemarin, tapi mungkin karna trauma sehingga membuat nya tidak sadar sampai sekarang. Tapi kami akan coba bangunkan dia malam ini." ucap sang dokter menjelaskan.
Diego menangguk, ia keluar dari ruangan sang dokter dan membuka ponsel nya untuk memeriksa.
"Aku harus jadi sekertaris nya lagi..." gumam nya yang walaupun ia masih begitu marah namun ia juga perlu posisi itu untuk melihat semua pergerakan sepupu nya.
Bahkan jika ia menjadi sekertaris nya saja terkadang sulit untuk mengetahui pergerakan sepupu nya itu apa lagi jika ia tak bekerja dengan nya?
Sedangkan ia punya seseorang yang masih ia sembunyikan.
......................
Satu Minggu kemudian
Hiddensee
Anna melihat ke arah bayi mungil yang sudah menunjukkan kerewelan nya itu. Mungkin karna masih bayi sehingga semua cara berkomunikasi nya adalah menangis.
"Kamu ini kenapa sih? Nangis terus? Minum susu juga ga mau? Mau kamu apa sih?" tanya Anna frustasi pada bayi nya yang belum ia berikan nama itu.
Ia tak bisa tidur satu harian dan ia masih tak mengerti mengapa bayi nya menangis.
"Kalian? Coba ke sini?" ucap Anna yang memanggil pelayan yang datang ke rumah nya untuk membersihkan.
"Ya? Nona?" jawab pelayan tersebut dan mendekat.
"Dia kenapa menangis? Aku sudah memberikan nya asi." ucap Anna yang juga membutuhkan tidur setelah kembali dari rumah sakit.
Bayi mungil itu tampak terus menangis dan menggeliat seperti tak nyaman, suara rengekan nya dengan air mata yang belum ada terus terdengar sampai ingin membuat telinga gadis itu pekak.
"Mungkin dia kurang nyaman dengan posisi nya, coba di gendong seperti ini dan usap punggung nya," ucap pelayan tersebut dan kemudian mengambil bayi mungil majikan nya lalu meletakkan di gendongan Anna dengan menyandarkan kepala nya ke bahu.
Anna menurut, ia mengusap punggung mungil yang tampak bisa hancur dengan mudah itu.
Tangisan bayi nya perlahan mereda, wajah frustasi itu kembali tersenyum tipis.
Anna beranjak, ia berjalan sembari terus mengusap bayi nya dan menggendong nya.
"Cherry Mama anak baik, kamu mau Mama kasih nama apa?" tanya nya yang pada bayi yang belum bisa menjawab nya.
Ia masih tak terpikirkan apapun tentang nama bayi nya.
Anna memilih duduk di balkon lantai dua sembari melihat ke arah halaman depan rumah nya.
"Oek!"
Tangisan bayi mungil itu langsung pecah lagi begitu sang ibu duduk. Anna kembali bangun dan menggendong serta mengusap punggung mungil itu.
"Jangan nangis terus, Mama juga mau istirahat!" keluh Anna yang memang ia juga ingin tidur namun bayi nya saat malam mudah terbangun dan menangis.
......................
Dua Minggu kemudian
Tempat terapi.
Ruangan yang nyaman, sofa yang empuk dan tata ruang yang rapi serta membuat mata menjadi lebih relaksasi.
"Kalau kau masih tidak bisa membantu ku, aku benar-benar akan memotong leher mu." ucap Lucas pada sang terapis yang bersama nya saat ini.
dr. Dave mengangguk, ia mencoba tenang walau sebenarnya ia juga sudah sangat ketakutan.
"Anda masih bermimpi buruk?" tanya nya yang mencoba kembali konseling nya.
"Ya," jawab Lucas dengan singkat.
"Seperti apa yang anda alami di mimpi?" tanya dr. Dave pada pria itu sembari menatap untuk memperhatikan ekspresi yang sangat jarang keluar.
"Tidak ada, aku hanya sendirian." jawab Lucas dengan seadanya.
"Sendirian? Anda menganggap itu sebagai mimpi buruk?" tanya dr. Dave lagi.
"Ya," jawaban singkat dengan tanpa ekspresi.
Namun pria yang memakai kaca mata itu, tampak mengernyit. Walaupun tak ada satu pun ekspresi yang di keluarkan namun mata nya sedikit goyah saat berbicara.
"Ada yang belum anda katakan? Cobalah untuk mengatakan apa yang anda lihat di dalam mimpi anda," ucap nya sekali lagi yang membutuhkan kejujuran pasien nya.
__ADS_1
"Aku tidak sendiri, aku bersama dengan nya." jawab Lucas yang memilih untuk mengatakan nya kali ini karna sang dokter sudah melihat sedikit kebohongan nya.
"Gadis itu? Anda bersama dengan gadis itu? Lalu kenapa itu menjadi mimpi buruk?" tanya dr. Dave pada pria yang tampak begitu dingin itu.
"Aku membunuh nya berulang kali dengan terus menanyakan apa dia mencintai ku dan kenapa dia meninggalkan ku? Aku bertanya hal seperti itu sembari menusuk perut nya dengan pisau dan mencekik nya." Lucas kali ini menjawab nya tanpa kebohongan.
"Setelah itu? Apa yang anda lihat?" tanya dr. Dave sekali lagi.
"Darah nya di tangan ku, aku menduduki genangan itu. Dia menangis dan tersenyum pada ku. Mata nya terlihat jernih tapi dia tetap tidak menjawab apapun." jawab Lucas yang mengatakan tentang mimpi yang kini selalu datang pada nya setiap kali ia menutup mata.
"Anda merasa senang karna membunuh nya? Atau dia mati di tangan anda?" tanya dr. Dave yang menatap ke arah pria itu.
Lucas diam sejenak, kali ini pertanyaan itu sedikit sulit untuk di jawab.
"Aku tidak tau, setelah dia melihat nya mati perasaan ku memburuk dan aku juga senang secara bersamaan." jawab nya yang merasa ambigu.
"Apa anda tertawa?" tanya dr. Dave yang menatap ke arah pria yang tampak mulai kesulitan untuk menjawab karna melibatkan tentang perasaan apa yang sedang di rasakan.
Lucas menggeleng mendengar nya, di dalam mimpi nya ia memang merasakan perasaan yang puas dan sedikit kesenangan namun ia tak tertawa di sana.
"Lalu? Apa yang anda lihat dan anda rasakan di dalam mimpi itu?" tanya dr. Dave sekali lagi.
"Tangan ku gemetar dan aku..."
"Aku menangis," jawab nya lirih yang selalu ingat akhir dari setiap yang ia lakukan di dalam mimpi nya.
dr. Dave diam sejenak, ia melihat wajah yang juga tampak terkejut dan tercengang dengan jawaban yang ia berikan.
"Lalu kesenangan seperti apa yang anda dapatkan?" tanya nya karna sebelum nya Lucas menjawab jika ia merasa senang dan perasaan yang memburuk di saat yang bersamaan.
"Aku senang karna akhirnya dia tidak akan bisa lari dari ku lagi," jawab nya yang juga ingat dengan kepuasan dari rasa yang ia dapatkan saat tau jika gadis nya tak akan bisa pergi lagi.
dr. Dave diam sejenak, "Lalu saya akan tanya sekali lagi. Anda benar-benar mencintai gadis itu?" tanya nya yang kali ini menatap ke arah pria itu.
"Bukan nya itu pertanyaan konyol?" tanya Lucas yang tampak tak begitu suka dengan pertanyaan yang ia dengar.
"Wajar jika anda ingin bersama dengan orang di cintai, dan bahkan untuk menahan hasrat ingin selalu dekat pun tentu juga akan sulit untuk di hilangkan."
"Tapi dalam hubungan dan rasa mencintai juga ada yang nama nya kasih sayang dan iba untuk pasangan, hal itu seperti anda tidak akan bisa melihat nya mati di depan anda sendiri."
"Tapi ada beberapa kasus yang membuat anda mungkin bisa melukai nya karna gangguan kepribadian yang sulit menahan ledakan amarah dan melakukan tindakan impulsif tapi biasa nya setelah itu anda akan merasa menyesal karna melukai seseorang yang anda kasihi." ucap dr. Dave yang mengatakan nya.
"Jadi maksud mu aku hanya bersikap obsesif?" tanya Lucas yang menatap dengan tatapan yang tak setuju.
"Lalu menurut anda cinta itu memiliki arti apa?" tanya nya yang menatap ke arah pria di depan nya.
"Memiliki hidup nya dan membuat dia jadi milik ku," jawab Lucas dengan cepat karna ia memang mengartikan kata cinta sedemikian rupa.
dr. Dave diam sejenak, "Obsesif love disorder, mungkin anda sedang mengalami nya untuk cinta anda saat ini, dan sikap anda juga di dukung dengan kepribadian ambang." ucap nya yang menatap ke arah pria itu.
NB Ket : Kepribadian ambang atau Borderline Personality Disorder (BPD) memiliki cara pikir, cara pandang, dan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan orang pada umumnya.
"Anda mencintai nya, tapi menginginkan hidup nya. Anda mungkin lupa sesuatu."
Lucas mengernyit mendengar nya, apa yang ia lewatkan.
"Jika gadis itu juga memiliki perasaan dan keinginan, dalam hubungan bukan hanya anda yang perlu di hormati. Tapi menghormati pasangan anda juga adalah hal yang harus di lakukan karna dengan begitu dia akan merasa jika anda juga menghargai nya sebagai pasangan anda." ucap dr. Dave yang menatap ke arah pria itu.
Lucas tak mengatakan apapun, untuk diri nya terlalu banyak diagnosa karna ia memang seseorang yang mungkin hanya ada sepersekian persen dari manusia di muka bumi.
"Kalau aku memang benar-benar seperti yang kau katakan lalu kenapa aku tidak bisa merasakan apapun?" tanya nya yang menatap ke arah pria itu.
"Mungkin anda terkadang merasakan sesuatu tapi anda tidak menyadari nya, seperti anda yang menangis dan gemetar di dalam mimpi anda. Mungkin anda sedang merasa takut dan timbul kesedihan di saat yang bersamaan? Anda merasa kesepian dan kehilangan."
"Tapi anda tidak dapat mengidentifikasi emosi itu sendiri. Seperti keinginan yang besar dan hasrat untuk memiliki, mungkin anda sedang terobsesi atau menyukai suatu hal tapi anda juga bingung untuk meluapkan nya." ucap dr. Dave yang memberikan penjelasan.
NB Ket : Alexithymia kondisi mental yang berkaitan dengan kesulitan mengalami, mengidentifikasi, dan mengekspresikan emosi. Alexithymia juga mempersulit orang untuk mengidentifikasi dan merespons emosi orang lain.
"Kalau dia pasti akan bilang aku psikopat, aku selalu mendengar nya bergumam," ucap Lucas lirih yang sudah merasa hapal dengan tingkah gadis nya walaupun perkataan itu tak pernah di lontarkan secara terang-terangan untuk nya.
"Secara ilmu kedokteran hal itu hampir tidak ada tapi mendekati atau mirip dengan antisocial personality disorder, dan anda memang kesulitan untuk memahami emosi." ucap dr. Dave yang tak mengatakan jika memang struktur otak pria itu pun sudah berbeda.
"Saya akan berikan lagi resep obat nya, di mohon untuk minum secara teratur." ucap dr. Dave pada pria itu.
......................
Hiddensee
"Sakit! Kamu nih ga ngerti sakit?!"
Gadis itu mulai memarahi bayi mungil nya yang terus menangis dan rewel, ia memberikan asi namun ternyata hisapan dari lidah kecil itu pun bisa membuat nya merasa sakit dan perih di saat yang bersamaan.
Oek!
Oeeekkk!
Tangisan bayi itu memenuhi seluruh kamar nya, perasaan gelisah dan khawatir yang ia rasakan selama menanggung kini datang kembali.
Anna menutup telinga nya dengan kedua tangan kecil nya tak ingin mendengar tangisan anak kecil itu.
"Kamu kenapa sih?! Kamu ga mau aku yang jadi Mamah kamu? Maka nya kamu nangis terus?! Maka nya kamu buat aku sakit?!" tanya nya lirih yang marah nya pun bercampur dengan tangis.
__ADS_1
Oek!
Tangisan bayi baru lahir itu masih terdengar begitu kencang, "Diem! Kamu ga bisa diem!"
"Tadi kan udah minum kan! Kenapa masih nangis!" ucap nya yang memarahi putra nya di tengah malam.
Gadis itu tanpa sadar dan tanpa dorongan apa, ia pun menutup mulut kecil yang terbuka itu.
"Diem! Kamu bisa diem ga? Kenapa kamu sama kayak dia! Kamu juga mau nyiksa aku?!" tanya nya yang mulai menangis.
Bayi mungil itu tentu menggeliat saat tangan nya menutup mulut kecil itu.
Deg!
"Astaga!"
Anna tersentak, suara bayi nya mereda karna ia membekap mulut kecil itu.
"Sayang? Cherry Mama? Maaf..."
"Kamu ga apa-apa? Maaf..."
Ucap nya lirih yang kemudian sadar dan melihat bayi mungil itu yang hampir tersedak dan mungkin bisa mati tanpa ia sengaja.
Plak!
Plak!
Pukulan yang terdengar cukup keras itu melayang di pipi nya, untuk menyadarkan diri nya dan mencegah nya menyakiti putra nya.
Apapun itu, ia sudah berjanji untuk tidak jadi orang yang sama seperti ibu nya atau seperti ayah putra nya yang menginginkan kematian anak yang tidak tau apapun.
Ia menggendong bayi kecil nya dan membawa nya keluar balkon kamar nya.
"Maaf..."
"Mamah salah, kamu itu satu-satu nya hidup Mamah..."
Ucap nya yang marah dan kemudian menyesal, mata nya menengandah dengan linang yang berair.
Menatap langit yang kali ini cerah dengan penuh bintang.
Senyuman tipis terlihat di wajah cantik yang tampak kusut karna kelelahan akibat tak bisa tidur itu.
"Bintang..."
"Kamu bintang Mama..." ucap nya lirih yang tersenyum namun menangis di saat yang bersamaan.
Ia merasa takut, gelisah, menyesal dan begitu cemas di saat yang bersamaan.
"My Estelle..." gumam nya lirih yang kali ini sudah menemukan nama untuk bayi nya.
Memang umum nya Estelle biasa di gunakan untuk bayi perempuan namun bintang tidak perlu gender untuk sesuatu.
Bintang adalah sebuah keberadaan yang di tebarkan untuk siapapun.
...****************...
Hayy
Nah di sini othor mau kasih info lanjutan sedikit tentang psikopat. Sebenernya untuk diagnosis medis yang benar" psikopat itu ga ada ya tapi lebih mendekat ke kepribadian anti sosial.
Nah, psikopat sendiri bukan identik dengan kekejaman dan brutal tapi karna mereka tidak punya emosi, simpati, empati, rasa bersalah, kasihan mereka jadi biasa nya di hubungkan dengan tindakan kekejaman seperti itu.
Karna orang normal pasti akan merasa kasihan ya kan? wkwk
Dan lagi penderita 'psikopat' itu sendiri memang sudah memiliki kelainan neurobiologi di otak nya, nah jadi tuh memang otak psikopat itu beda sama orang normal lain nya.
Banyak bagian-bagian yang berbeda yang membuat defisit emosi dan membuat perilaku mereka jadi begitu. Maka nya yang identik dengan psikopat itu sulit menemani emosi orang lain juga jadi dia ga akan ngerti kalau lawan itu takut, senang atau marah.
Dan karna di sini othor sedang ingin membangun karakter yang psikopat sesungguhnya jadi mungkin karakter si Lucas ini akan sedikit beda dari psikopat ciptaan othor yang pertama wkwk (Si Hazel) kalau yang udah pernah baca novel pertama.
Karna si Hazel dia lebih ke bentuk traumatis mendalam yang buat dia ngilangin emosi nya sebagai bentuk pertahanan diri tapi sebelum dia mengalami trauma itu sendiri dia normal ya. (Kalau baca sampe habis pasti ingat kalau dulu dia waktu remaja nya masih jadi good boy sebelum jadi bastard boy wkwk)
Kalau si Lucas dari kecil memang struktur otak nya yang beda di tambah lagi sama kejadian traumatis yang mendorong melakukan tindakan kekejaman dan brutal.
Karna awal nya kalau tanpa kejadian traumatis dia bakal jadi psikopat yang dalam artian anti-sosial namun juga ga tampak dan defisit emosi, dalam artian lain mencoba berbaur dengan menghapal gestur wajah seperti marah, takut, cemas dan bahagia.
Karna dia ga akan bisa baca itu semua.
Karna dulu tuh othor memang cari tau tapi mencari tau nya masih belum sebanyak yang sekarang, nah maka nya kali ini othor mau yang buat the real dari seseorang yang defisit emosi tapi dia punya ketertarikan sama seseorang dalam artian (Love)
Makannya penggambaran si Lucas nya othor buat manipulatif dan bener-bener merasa superior untuk bisa segela nya karna biasa memang seseorang yang masuk dalam katagori 'Psiko' itu sendiri punya kecerdasan yang di atas rata-rata serta ego yang tinggi.
Dan lagi biasanya mereka selalu membangun keuntungan untuk diri sendiri.
Jadi inti dari penjelasan tambahan othor adalah si Lucas itu psiko tulen karna memang neurobiologi otak nya aja memang ga normal jadi untuk mengharap dia menjadi normal pun juga begitu syulit.
Dan kalau mau cari info lanjut tantang gangguan mental yang hanya seperkian persen dari dari kasus ini kalian bisa cari info tambahan lebih lanjut karna mana tau othor masih kurang dalam penyampaian.
Happy reading💕💕
__ADS_1