
JNN grup
Pria itu menatap ke arah gadis yang tampak terdiam itu.
"Kenapa diam saja? Terjadi sesuatu?" tanya nya mengernyit karna ia tak sempat menghidupkan chip di tubuh gadis itu untuk mendengarkan percakapan apa yang sedang terjadi.
Anna menggeleng, ia menarik napas nya walau ia sebelum nya masih teringat dengan perkataan dan permintaan maaf teman nya itu.
"Sir?" panggil nya lirih dan membuat pria itu menoleh pada nya.
Lucas menghentikan pekerjaan nya sejenak untuk melihat ke arah gadis yang ia bawa hanya untuk ia lihat sebagai penghiburan saat ia merasa letih.
"Soal yang ayah saya, bukan maksud saya-"
"Dia? Tenang saja, sekarang kehancuran nya sudah mulai terjadi. Hanya tinggal keruntuhan nya saja." ucap pria itu dengan senyuman tipis.
Anna terdiam, ia tak tau apa yang di pikirkan pria itu atau pun pembalasan apa yang akan di lakukan di kelurga itu tanpa kematian.
"Apa yang anda lakukan Sir?" tanya Anna lirih.
Lucas tak menjawab namun mata dan wajah nya memperlihatkan sesuatu yang tak akan berujung baik.
"Lebih buruk dari kematian, mereka mendapatkan neraka nya." ucap Lucas dangan senyuman tipis dan mengendikkan bahu nya.
__ADS_1
Anna tak bertanya lebih lanjut, jika bukan kematian yang sadis mungkin tak akan apa-apa karna bagi nya kematian adalah sesuatu yang paling mengerikan.
"Ke sini," ucap Lucas sembari membuka tangan nya.
Gadis itu mendekat, saat pria itu membuka tangan nya dan menunjukkan pangkuan itu berarti ia harus duduk di atas paha pria itu.
Anna duduk di pangkuan pria itu tampa merasa canggung lagi seperti pertama kali karna kini ia sudah terbiasa.
"Luka nya masih sakit?" tanya Lucas sembari mengusap dan mengelus halus punggung gadis itu tanpa membuka seragam gadis itu.
"Tidak, sudah lebih baik." jawab Anna sembari menggelengkan kepala nya.
Pria itu mengecup nya punggung kecil itu dari belakang dan kembali mengerjakan pekerjaan nya.
"Aku akan selesai dalam satu jam, kita bisa makan setelah itu." ucap nya sembari kembali mengerjakan pekerjaan nya dan tetap memangku gadis itu.
...
Gadis itu merasa kenyang, perut nya mungkin tampak membuncit akibat seluruh makanan yang masuk ke dalam mulut nya atas suapan pria yang merasa ia masih makan terlalu sedikit.
"Sudah kenyang?" tanya Lucas yang ingin tertawa melihat pipi yang menggembung seperti bawal itu.
"Iya, saya bisa berhenti?" tanya Anna lirih dengan berharap pria itu memberi nya izin dan akan menghentikan makanan nya.
__ADS_1
"Ya, nanti Diego akan datang. Kau bisa pulang dengan nya." ucap nya pada gadis itu.
Walaupun ia sering merasa cemburu dengan sepupu nya namun, seseorang yang paling ia percayai juga pria yang tumbuh bersama nya sejak kecil itu.
"Lalu anda?" tanya Anna mengernyit menatap ke arah pria itu.
Pria itu tersenyum, ia menarik tengkuk gadis itu dan mengecup bibir nya sekilas.
"Dia akan datang sebentar lagi, kau bisa pulang dengan nya." ucap nya tanpa menjawab pertanyaan mengapa mengirim gadis itu pulang lebih dulu.
Anna hanya mengangguk dan menatap ke arah pria itu tanpa bertanya apapun lagi.
......................
Sementara itu.
Mr. Harris yang kini sudah kecanduan dengan permainan yang memperlihatkan rugi untung itu sudah mulai risau.
Taruhan yang ia mainkan terus kalah dan membuat nya terus mempertaruhkan apa yang ia miliki.
"Kau kalah!" seru salah satu pemain yang tampak begitu senang.
Mr. Harris mengubah ekspresi nya menjadi tak senang. Ia begitu kesal dengan permainan yang kalah itu.
__ADS_1
"Lagi!" ucap nya yang bahkan tak memikirkan jika ia sudah menghabiskan seluruh uang yang ia miliki untuk bermain.
Orang-orang yang berada di tempat itu saling memandang tak tersenyum simpul menyimpan arti.