
Derap langkah yang berlari cepat tanpa alas kaki itu tampak hampir seirama.
"Dasar jal*ng! Berhenti kalian!" ucap pria yang berteriak dan mengejar itu.
Walaupun melewati pejalan kaki dan jalan namun beberapa orang tentu tak begitu memperdulikan nya dan menghindari nya.
"Kita lari ke kantor polisi aja? Di belokan depan ada pos polisi!" ucap gadis yang berambut pirang itu.
"Kantor polisi apa? Gila kamu Ann! Bisa-bisa aku yang di tangkap!" jawab gadis yang terengah-engah karna berlari itu.
Tentu ia tau anak yang masih bersekolah di larang melakukan pr*stitusi atau bekerja di tempat hiburan malam.
Tak!
Heels yang tinggi itu ia lempar ke arah pria yang mengejar nya sehingga memperlambat pria botak itu.
Tak!
Kini kedua heels itu sudah habis dan tentu ia semakin mempercepat lari nya.
Greb!
Kedua gadis itu memasuki salah satu tempat tempat toilet umum campuran yang terlihat begitu jelek dan tak lagi terurus itu namun belum di hancurkan itu.
Hoek!
__ADS_1
Kedua perut rata itu langsung bergejolak begitu masuk ke dalam nya, bau pesing dan busuk menyatu menjadi satu dengan memuakkan.
"Sam! Aku mau keluar! Bisa mati aku!" ucap Anna yang tak tahan dengan bau luar biasa itu.
"Ga ada orang mati karna kebauan! Mati di pukuli yang ada!" ucap Samantha yang menarik jaket teman nya itu dan membawa nya ke salah satu bilik di kamar mandi.
"Heuk!"
"Hoek!"
Mata biru itu membulat, wajah pucat seketika melihat bumbu kacang kering berada di toilet yang terbuka itu.
"Aku milih mati di pukuli aja Sam!" ucap nya yang ingin berbalik dan tak tahan berada di tempat itu.
Samantha yang masih memegang hidung nya itu memilih menutup mata nya dan tetap menarik jaket bewarna peach itu.
"Sini Ann! Duduk di sini cep- Heuk!" ucap nya yang juga ingin pingsan dengan bau yang begitu memusingkan itu.
"Gila kamu Sam!" ucap Anna berbisik sembari menutup mulut dan hidung nya saat teman nya itu menarik pinggang untuk duduk berpangku di atas toilet itu.
"Ann? Kaki aku kok kayak nginjak yang licin lembut lembut ya?" ucap nya pada teman nya itu.
Mendengar hal itu, gadis yang memiliki mata biru gelap itu semakin ingin memuntahkan isi perut nya.
"Si*l! Kemana ****** itu lari?!" ucap pria yang tampak begitu kesal itu terdengar dari luar.
__ADS_1
Kedua gadis itu langsung terdiam dan menutup mulut nya masing-masing.
......................
Sementara itu.
Pria yang tampak mengepalkan tangan nya yang begitu kesal itu melihat ke arah ponsel nya berulang kali.
"Masih belum kalian temukan?" tanya nya yang sedang menelpon itu.
Namun jawaban yang di berikan itu bukan sesuatu yang ia inginkan.
"Kemana anak itu! Baru saja ku ambil chip nya dia sudah berani ingin lari?!" decak yang begitu kesal.
...
Club'
Sementara itu pria yang menunggu di club' malam itu tak kunjung di datangi dengan seseorang yang sudah ia pesan khusus hanya untuk melayani nya.
"Dia terlambat?" gumam nya yang melihat ke arah arloji nya.
......................
Maaf yah up nya cuma sedikit๐๐
__ADS_1
Othor lagi ada di luar, jadi besok othor banyakin yah up nya๐๐ tapi bukan dobel up