
Mansion Damian
Pria itu menepuk berulang kali punggung sang istri yang sudah memejamkan mata nya.
Ia menatap ke arah wanita yang tadi menangis dan tersenyum secara bersamaan, meminta hal yang tidak biasa dan kemudian mengatakan sesuatu yang tak biasa juga.
"Membunuh mu? Kalau aku lakukan kau akan tersenyum pada ku?" gumam Lucas sembari memegang pipi yang terasa dingin itu.
Ia tau seseorang yang mati tak akan bisa tersenyum atau tertawa lagi, namun ia tau sebelum kematian seseorang tetap memberikan respon.
....
Tiga hari kemudian.
Pria itu menatap ke arah anak kecil yang bahkan masih belum tersadar itu, ia menatap dengan mata nya yang melihat datar.
"Dia mau aku membunuh mu, haruskah? Tapi kalau aku melakukan nya aku tidak perlu membunuh ibu mu juga," ucap Lucas dengan tatapan yang datar menatap ke arah anak tampan itu.
Tak ada jawaban, sentuhan nya tak sampai sama sekali.
Bahkan sekarang pun ia tak merasakan apapun, emosi yang biasa ia rasakan saat bersama dengan wanita nya.
Tak ada kebencian namun juga tak ada kasih sayang.
Walau ia pikir dulu jika ia akan sangat membenci anak nya nanti namun ternyata tak seburuk itu.
"Luc?"
Pria itu menoleh, panggilan dari suara wanita yang bahkan tak pernah membuat nya bosan.
"Ka.. kamu lagi apa? Kita keluar yuk?" ajak Anna yang mendekat.
Pria itu tak mengatakan apapun, ia menatap ke arah sang istri dan melihat nya dengan tatapan yang menunggu akan sesuatu.
"Luc? Yang sebelum nya aku ga benar-benar mau kok..."
"Aku mau kita sama Estelle hidup bareng, kita punya foto keluarga, kita piknik atau pergi untuk memanggang daging, aku mau itu kok..." ucap nya lirih yang kemudian menatap ke arah pria itu dan mendekat lalu memegang tangan nya.
Lucas masih diam, perkataan yang berubah dengan cepat dan juga mood yang berubah dengan cepat pula.
"Kita bisa lakukan tanpa dia," jawab Lucas dengan datar.
"Aku mau dia sama kita juga, dia kan bagian dari kita juga..." ucap Anna dengan senyuman tipis dan tatapan yang ragu.
Lucas tak menjawab apapun, ia melepaskan tangan kecil sang istri secara perlahan dan keluar.
Anna masih berdiri di tempat nya, senyuman nya menghilang dengan wajah yang tampak datar.
Ia menatap ke arah anak kecil yang masih tak sadarkan diri itu.
Menunduk dan kemudian berbisik di telinga nya yang terlihat kecil dan mungil itu.
"Sayang? Udah ga apa-apa..."
"Kalau masih sakit kamu tidur aja dulu, nanti Mama bangunin kalau kamu udah ga sakit lagi yah?"
Bisik nya lirih sembari mengusap kepala kecil putra nya yang masih tampak begitu tenang itu.
Ia mendengar suara nya, kapan terkahir kali?
__ADS_1
Ketika anak itu mengatakan akan membawakan semua cake yang banyak untuk nya.
Atau ketika mulut kecil itu bercerita akan membawa semua foto yang paling cantik yang bisa ia ambil.
"Kamu kan Estelle Mama,"
Sambung nya tipis dengan kecupan yang lembut di atas kepala mungil itu dan kemudian beranjak pergi.
Ia menyusul seseorang yang hari ini pergi untuk melakukan konsultasi tentang kesehatan nya.
"Luc!"
Wanita itu mengejar, ia berjalan berdampingan dan kemudian memegang tangan pria yang saat ini berdiri di samping nya.
"Kamu bakalan sembuh kan? Iya kan? Setelah itu Estelle juga sembuh kan? Nanti kita bisa pergi piknik bersama kan?" tanya Anna yang terlihat tersenyum seperti biasa nya.
"Tidak, kita tidak akan pergi dengan nya. Hanya kau dan aku, dia bukan termasuk di dalam rencana ku." jawab Lucas yang masih tetap sama.
Ia tak bisa mengubah pendirian nya seketika, karna untuk tau ia mencintai wanita di depan nya saja butuh proses yang sangat panjang.
Anna menghentikan langkah nya, ia menatap ke arah pria itu itu untuk sesaat.
"Luc? Kamu bilang kamu juga punya ketakutan kan? Takut kamu itu apa?" tanya Anna dengan senyuman tipis.
Pria itu tak menjawab, dan tentu ia tak menjawab nya sama sekali.
"Kalau ketakutan ku itu sekarang bukan kamu lagi, tapi aku takut kalau aku ada di dunia yang aku ga bisa lihat bintang ku lagi..." ucap nya tersenyum tipis.
"Aku jadi penasaran, kamu..."
"Bener bisa bunuh aku kalau aku minta? Atau itu juga salah satu ketakutan kamu?"
Lucas mengernyit, wajah datar itu memberikan respon dan kemudian menatap ke arah wanita yang bertanya itu.
Bagi nya putra yang ia miliki adalah segala nya. Kebahagiaan, kesedihan, rasa takut, gelisah, dan semua perasaan yang bahkan sangat kecil di dalam hati nya.
Karna posisi putra nya memang sepenting itu di hidup nya.
Dan apa pria itu sama? Menjadikan nya sesuatu yang begitu penting.
"Ya, kau penting untuk, kau juga berharga untuk ku." ucap Lucas yang menjawab namun tetap tak mengatakan apa yang ia takutkan atau apa 'ketakutan' yang ia miliki.
"Kalau aku berharga atau penting? Kenapa aku kamu rusak? Kamu sendiri yang bilang kamu bakal cinta sama aku yang rusak kan?" tanya Anna yang masih tersenyum.
Perkataan nya tentu merujuk pada jiwa nya, ia tak bisa berpikir jernih ataupun memikirkan sesuatu dengan lebih jelas.
Akal sehat nya seperti tak lagi berjalan, jati diri yang ia bangun di hancurkan. Kepercayaan diri yang begitu kuat di rubuhkan.
Tak ada satu pun yang tersisa, hanya boneka tanpa api yang terlihat cantik namun tak lagi bisa di gunakan.
"Tidak ada orang lain yang menginginkan sesuatu yang rusak, dan..."
"Dengan begitu kau tetap akan menjadi milik ku yang penting, bukan bagi orang lain tapi hanya bagi ku. Kau tidak bisa lari..." jawab Lucas yang tak tau cara nya mengatakan kata yang manis untuk membujuk dan tentu menjawab dengan kata-kata yang lebih frontal.
Anna diam sejenak, pria di depan tampak tak memiliki rasa bersalah apapun, simpati atau empati.
Semua yang ia lakukan gagal, ia tak bisa membangun perasaan apapun untuk pria itu. Tak bisa 'menghidupkan' nya seperti orang normal lain nya.
"Luc? Sekarang aku tau..."
__ADS_1
"Aku yang bakal berhenti, kamu..."
"Lakukan semua yang kamu mau, sama aku atau pun Estelle,"
"Mungkin rasa nya ga akan sama tapi aku mau kamu tau sedikit apa yang aku rasain dan aku mau kamu janji satu hal..."
"Sebenci apapun kamu nanti sama Estelle ku, Estelle kita, aku mau kamu ingat kalau dia bagian dari kamu, dari aku dan aku ga minta kamu untuk jadi sosok ayah yang baik tapi aku cuma mau kamu jadi sosok yang lindungi dia."
"Bukan sosok yang menyakitkan untuk dia..."
Lucas tak menjawab, ia diam dan tak mengatakan apapun sembari melihat ke arah seseorang yang menggenggam tangan nya.
Emosional yang labil dan tak berkerja dengan sempurna, ledakan di dalam diri yang bisa membuat suatu bom waktu yang tak pernah di pikirkan siapapun.
"Sekarang kita pergi kan?" tanya Anna yang menatap ke arah pria itu sekali lagi.
Dengan mata biru yang cerah dan senyuman yang tipis.
Silauan yang tak akan pernah ia lupakan, untuk kapan pun.
...****************...
Hayy
Lama yah othor ga pernah bilang atau nyapa lagi...
Sekali lagi kalau ada yang merasa cerita nya muter atau stuck yah gimana ya othor bilang nya, kadang mau othor cepatin juga othor nya ga sempat.
Karna nulis nya juga ambil waktu dari istirahat othor sendiri.
Dan kalian juga pasti sadar kan kalau tulisan nya makin hari makin sedikit?
Yah karna othor nya juga udah capek banget sebenernya mau nulis, dan memang di setiap satu bab yang othor buat itu harus nya tiga atau sampai 4 bab kedepan yang biasa othor gabung.
Jadi kayak kesan nya stuck atau muter, karna yang dulu kan othor kalau up bab yang panjang kan?
Apa lagi alur nya kan memang lambat dan othor juga tau kok.
Kalau misal nya bab yang othor buat ga pendek" kayak sekarang harus nya ini udah jadi eps terakhir ya.
Ga ada lanjutan lagi.
Tapi karna pendek terus yah othor lanjut sampai di mana othor tamat nya dan memang ini juga mau tamat kok.
Sebagai perbandingan satu bab novel cerita yang dulu othor buat itu kayak dua atau tiga bab novel yang sekarang othor buat.
Jadi pasti lebih terasa stuck atau muter kalau kalian bilang nya, karna bab panjang aja alur kan memang agak lambat atau penggambaran perasaan yang mau othor buat sedetail mungkin, apa lagi di bab yang pendek?
Othor juga ga tau rencana mau off atau hiatus atau gimana, tapi kalau di off kan semua ada dua yang belum tamat dan satu yang baru kan?
Ada juga yang minta lanjutan dari Bianca sama Zayn (Trapped By Mr. Mafia) tapi ga othor buat karna memang othor nya juga ga sempat.
Tau kan rasa nya kepala oyong, badan udah pegel mau tidur cepet pulang kerja tapi othor buat tulisan dulu?
Othor ga minta buat di ngertiin tapi cuma jelasin tentang kondisi yang sekarang sama yang dulu.
Okey see you later yah...
Dan kalau ada yang ga berkenan atau othor ada balas komen kalian yang buat kalian merasa sakit atau gimana othor mohon maaf tapi kadang perasaan othor sendiri agak sensitif๐๐
__ADS_1
Happy reading๐๐๐
Sehat selalu buat semua yang baca tulisan othor dan semua yang ada di sekitar nya, maaf kalau curhat nya sedikit panjang ๐