Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Ingin sesuatu yang lebih


__ADS_3

Tubuh gadis itu membatu, mata yang gemetar itu menunduk ke bawah dan tak berani melihat ke arah wajah dengan garis sempurna itu.


"Pergi," ucap pria itu sembari melepaskan tangan nya dari pipi yang halus dan lembut itu.


Tanpa menunggu ucapan yang kedua Anna langsung beranjak bangun dan pergi seketika.


"Ma..maaf Sir!" ucap nya pada pria itu dan langsung berlari menjauh.


Lucas terdiam sejenak, gadis itu pergi dan apa yang ia lihat sama lagi. Tak ada warna kecuali pada gadis itu.


HAHAHAHAH!!!!


Ia merasa ingin tertawa, entah tertawa untuk nya atau untuk kepuasan nya.


Anna tersentak, ia menghentikan langkah nya dan menatap ke belakang ketika mendengar suara tawa yang menggelegar.


Ia tak pernah mendengar tawa pria itu dan kini mendengar nya dengan jelas.


...


Diego berdiri di depan meja kerja Lucas, ia menatap pria yang juga hanya diam dan menatap nya.


"Kenapa kau jelek sekali?" tanya nya sembari menatap ke arah kerabat nya itu.


"Kau menyuruh ku datang malam-malam cuma untuk menghina?" tanya Diego dengan kesal.


Lucas tak menjawab, ia hanya menatap dengan serius ke arah wajah di depan nya. Sebanyak apa ia melihat nya wajah pria itu masih tetap sama seperti sebelum nya berbeda dengan wajah gadis remaja itu yang tampak begitu jelas.


"Dan lagi?! Jelek?! Kau bisa lihat wajah ku seperti apa?!" tanya Diego yang langsung menatap dengan kesal.


"Lihat, seperti jajargenjang kan? Tidak rata dan penuh dengan sudut," ucap Lucas dengan wajah serius seperti tak sedang bercanda.


"Kau sangat menjengkelkan, aku ingin cuti saja." ucap nya pada Lucas dengan menggeleng.


"Kalau kau ambil cuti bulan ini, akan ku kirim kau ke Filipina." ucap Lucas dengan smirk nya sembari menyandarkan tubuh bidang nya ke bangku yang nyaman itu.


Diego menatap dengan kesal namun ia menarik napas nya dan memilih untuk tenang.


"Kau masih ingin bermain dengan anak itu?" tanya nya pada pria di depan nya.


Lucas mengernyit mendengar nya, tentu ia tau siapa yang di maksud Diego, "Kenapa?"


"Kalau sudah tidak ingin bermain dengan nya berikan pada ku," ucap Diego yang seakan menerima dengan senang operan dari sepupu nya itu.


"Kenapa kau mau dia?" mata yang semakin tajam dan suara yang semakin dingin.


"5 tahun lagi dia akan jadi tipe ideal ku," ucap nya pada pria itu dengan senyuman menyebalkan.


"Kau mau mati rupanya," ucap Lucas dengan menatap tajam.


"Kesal? Akhirnya aku bisa membuat mu kesal," Diego berucap seperti mendapatkan sesuatu yang spesial dan luar biasa.


Biasanya hanya Lucas yang membuat nya kesal dan ia tak pernah bisa membalas nya karna sepupu nya itu terlalu tenang, walaupun ketenangan yang menghanyutkan.


"Keluar," ucap Lucas singkat dengan menatap tajam.


"Seperti nya kau mudah merasakan emosi sekarang, kau tertawa dan kesal lalu tersenyum kemudian marah dan tersenyum lagi..." ucap Diego menggantung.

__ADS_1


"Apa penyakit mu bertambah?" tanya nya yang merujuk akan penyakit mental pria itu.


"Keluar," ucap Lucas singkat namun semakin menekan di setiap kata nya.


Diego membuang napas nya lirih, ia di suruh malam-malam datang mendadak dan kemudian di usir mendadak juga.


Setelah melihat Diego pergi Lucas menarik napas nya, ia yakin yang ia lihat di wajah gadis itu tak salah namun kenapa ia masih tak bisa melihat wajah nya sendiri dan wajah orang lain.


Ia kembali melihat biodata gadis itu, keterangan yang ia cari mendetail tentang kehidupan gadis itu.


"Korban percobaan pembunuhan?" gumam nya yang membaca seluruh laporan sehingga membuat nya tau dari mana bekas luka tikaman di tubuh gadis itu.


"Yang melakukan nya ibu nya, pembatalan adopsi sampai dua kali?" ucap nya yang tak percaya.


Ia tak terlalu terkejut saat tau yang memberi nya bekas luka adalah ibu gadis itu sendiri namun yang paling ia kejutkan jika gadis itu di kembalikan dua kali ke panti asuhan lagi setelah sudah di adopsi.


...


Ke esokkan pagi nya.


Akh!


Anna tersentak begitu melihat ke arah pria yang menunggu nya bangun tidur.


Lucas diam memperhatikan wajah yang tampak dengan jelas itu, bahkan warna kulit gadis itu tidak seperti sketsa dan tampak begitu hidup hanya saja pakaian tidur yang panjang itu membuat pandangan nya terhalangi.


"A..anda di sini Sir?" tanya nya pada pria itu dengan gugup.


"Buka pakaian mu, dan hari ini kau tidak perlu ke sekolah." ucap nya memberi perintah sekaligus memberi tau.


"Ta..tapi sa..saya harus datang hari ini Sir..." jawab Anna lirih.


Anna tersentak, ia langsung terdiam dan menatap ke arah pria itu. "Te..tentu tidak Sir..." ucap nya lirih dengan senyuman yang harus di buat secerah mungkin seperti biasa.


Ukh!


Anna tersentak, pria itu tiba-tiba mencengkram rahang nya dengan kuat hingga membuat nya meringis.


"Jadi seperti ini wajah mu kalau tersenyum?" tanya pria itu dengan senyuman yang tampak begitu senang.


"Si..sir?" panggil Anna sembari menahan sakit di rahang nya.


Sedangkan mata pria itu menatap nya sebagai objek yang tampak begitu menarik.


Lucas melepaskan cengkraman nya dan tersenyum. Ia tak pernah merasa sesenang ini sebelum nya.


Anna meringis, dagu nya terasa nyeri dan mengusap nya dengan tangan nya.


"Tunggu apa lagi? Buka pakaian mu," perintah Lucas sekali lagi ketika gadis itu masih mengusap rahang dan pipi nya.


"I...iya..." jawab Anna lirih dengan takut.


Gadis itu turun dari tempat tidur nya dan membuka piyama tidur nya satu persatu hingga membuat nya hanya mengenakan pakaian dalam dengan pola stroberi.


"Buka lagi," ucap nya mengatakan yang masih melihat ke arah kain yang melekat di tubuh gadis itu.


"A...apa?" Anna tersentak mendengar nya.

__ADS_1


Pria itu sebelum nya tak pernah menyuruh nya untuk membuka seluruh pakaian nya sampai total bersih tak ada satupun yang melekat.


"Kau tidak dengar?" Lucas mengernyit menatap dengan tatapan yang tajam walau awal nya ia tersenyum.


"Si...Sir..."


"Sa...saya..."


Ucap Anna gugup yang terdengar lirih karna tak ingin benar-benar tampil telanjang di hadapan pria itu.


"Kau seperti nya sekarang semakin sering membantah ku? Padahal kau dulu sangat penurut?" tanya Lucas dengan menatap dengan tatapan yang terlihat tak senang.


Kali ini ia bisa melihat semua ekspresi gadis itu dan tentu perubahan yang cepat ketika wajah gadis itu berusaha menyesuaikan senyuman nya tampak begitu jelas.


Anna menelan saliva nya, tangan nya yang gemetar itu memegang kait br* nya dan melepaskan nya.


Walaupun ia biasa nya hanya memakai pakaian dalam nya namun ia tak begitu merasa malu karna ada beberapa saat ketika orang-orang hanya memakai pakaian dalam seperti saat di pantai.


Tapi jika telanjang tanpa sehelai pun?


"Satu lagi," ucap Lucas mendekat ke arah gadis yang berdiri itu.


Gadis itu membuka nya perlahan, kini seluruh tubuh nya tak lagi memiliki penghalang apapun.


Warna kulit yang terlihat jelas serta warna dari bagian sensitif itu pun juga tampak begitu terang.


Pria itu tersenyum, ia mendekat dan mengusap wajah serta lengan yang terasa halus itu.


"Kau terlihat sangat indah, benar-benar..."


Bisikan di telinga nya membuat Anna menegang, ia gemetar dan merasa takut lalu menengandah ke arah pria itu.


"I..iya..." jawab nya lirih dengan senyuman yang kembali di paksakan. Merasa malu dan marah namun kalah dengan rasa takut nya


Lucas tersenyum sembari menatap tubuh ranum yang polos itu, baginya tubuh gadis itu lebih indah di bandingkan dengan manusia yang ia kuliti sampai habis.


Warna beragam dan tampak begitu hidup, aroma khas yang membuat nya ingin melahap nya.


Pria itu beranjak menjauh dan duduk kembali di sofa nya.


"Sini," ucap nya sembari menepuk salah satu sisi paha nya.


Anna mengerti maksud nya, ia memejam guna menanamkan sesuatu di kepala nya jika semua ini akan terlewati dan ia akan baik-baik saja nanti nya.


Langkah gadis itu begitu berat namun ia tetap mendekat dan duduk di pangkuan pria itu.


"Menurut mu apa yang harus ku lakukan sekarang?"


Anna tersentak, tangan yang mengusap punggung nya, mata yang melihat nya dengan tatapan yang tak bisa ia ketahui apa maksud nya.


Lucas memanas, rasanya ia menginginkan sesuatu yang belum pernah ia inginkan sebelum nya saat melihat gadis itu.


Apa ini pengaruh aroma nya?


Atau karna dia sangat berwarna?


Rasa nya benar-benar aneh...

__ADS_1


Aku mulai memikirkan hal-hal kotor saat melihat nya...


__ADS_2