Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Cara untuk berhenti


__ADS_3

Tangan gadis itu gemetar, ia menarik napas nya dan berulang kali melihat ke arah pintu yang sudah tertutup itu.


"Tidak! Bu... bukan salah ku..." gumam nya lirih yang menatap ke arah tangan nya yang gemetar.


Ia tak bisa mengatakan apapun, rasa takut dan khawatir serta merasa bersalah mendatangi nya.


"Hah..."


Napas nya terasa tercekat, semua yang terjadi sudah sesuai dengan kemauan nya namun tetap saja ia tak merasa senang sama sekali.


Deg!


Deg!


Deg!


Anna berdiri di tempat nya, ia tak berani masuk ke dalam ruangan kerja suami nya lagi.


...


Brak!


Anna tersentak, ia tak tidur sama sekali dan hanya menunggu seseorang.


"Luc? Kamu-"

__ADS_1


"Kau belum tidur?" potong Lucas yang sudah kembali, ia sudah mengatur ekspresi wajah nya sehingga tak menunjukkan jika ia sedang merasakan sakit sama sekali.


"Be... Belum..."


"A.. aku nunggu kamu..." ucap nya lirih yang kemudian mendekat satu langkah namun tak bisa menyentuh pria itu sama sekali.


"Oh ya? Kau menunggu ku?" tanya Lucas yang menatap dengan tatapan mata nya yang dingin.


Anna mengangguk kecil, ia tak lagi bisa membuka mulut nya untuk bersuara lagi dan hanya terdiam untuk bebetapa saat.


"Kau bisa tidur lebih dulu, tidak perlu menunggu." ucap Lucas yang menarik napas nya.


Tak ada kata maaf setelah ia membentak sang istri karna ia sendiri memang tak pernah sekalipun meminta maaf.


"Ka.. kamu baik-baik aja?" tanya Anna lagi dengan menatap lirih dan takut.


Anna diam, ia tak menjawab apapun karna memang ia tak bisa menjawab nya sama sekali.


Karna tak ada jawaban pria itu mendekat ke arah nya, pipi yang bulat dan lembut itu melihat ke arah nya dan menatap dengan iris yang gelap itu.


"Wajah mu dingin," ucap Lucas yang tak mengatakan apapun.


Anna masih diam, pria itu menggosok kedua telapak tangan nya dan menangkup pipi di wajah nya yang kecil.


"Luc?" Anna memanggil lirih, pria itu tampak memiliki wajah yang pucat dan melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Kau habis menangis lagi? Kenapa kau sering kali menangis? Anak itu belum mati kan?" tanya Lucas yang menatap pipi yang memerah serta lembab dan juga mata yang masih tampak sembab.


Anna menggeleng, sekali lagi ia tak bisa mengatakan apapun.


"Kita tidur?" tanya nya yang menatap ke arah mata biru itu.


Anna tak bisa berkata-kata, hanya anggukan dari kepala nya lah yang menjadi jawaban.


Pelukan yang terasa hangat itu mengelilingi nya, ia menatap ke arah pria yang memejam saat ini seperti patung dalam lukisan Yunani yang tampak tengah beristirahat.


Jantung nya berdegup kencang, ia masih takut dan gugup namun ia tetap saja tak bisa menghentikan diri nya sendiri.


"Luc? Kamu tidur? Aku ga bisa tidur..." ucap nya lirih yang berbicara pada sang suami.


Lucas tak menjawab, mata nya kembali terbuka saat mendengar suara sang istri.


"Aku suka lihat kamu sakit, bukan! Aku mau lihat kamu juga sakit! Aku mau..."


"Tapi kenapa aku juga ga suka? Luc? Aku jadi makin aneh..."


"Kamu bisa kasih tau cara buat aku berhenti?"


Wanita itu terus berbicara dan bergumam namun tatapan dengan mata yang biru itu tampak begitu kosong.


"Luc? Kasih tau aku..."

__ADS_1


"Cara nya buat berhenti..."


Pria itu tak menjawab apapun, ia membuka mata nya namun bersikap seperti sudah tertidur dan tak tau apapun.


__ADS_2