Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Pulih


__ADS_3

JNN grup


Beberapa dokter langsung datang, dan tentu ia memilih dokter wanita untuk melihat keadaan gadis itu.


"Ada sedikit perdarahan dan juga seperti nya nona sedikit syok, mungkin dia akan tetap tertidur sampai besok." ucap nya setelah memeriksa kondisi pasien nya yang pingsan karna ulah seorang pria.


Lucas menarik napas nya, ia melihat ke arah sofa yang masih meninggalkan jejak darah yang tadi keluar.


"Ya, kalian bisa keluar." ucap nya yang menghela dan melihat ke arah gadis nya.


Kini hanya tinggal diri nya dan seorang gadis yang tak sadar.


"Kau tau? Sekarang kau sangat rapuh," ucap nya lirih sembari meraih tangan lentik gadis itu dan mencium nya.


"Lain kali aku akan lebih lembut, jadi jangan seperti ini lagi..." gumam nya yang kali ini tak bisa mengatakan kata pembelaan.


......................


5 Bulan kemudian.


Kini tinggal pemeriksaan akhir sebelum gadis cantik dengan warna mata biru muda itu benar-benar di nyatakan untuk sembuh.


Hampir setahun ia terus terkurung di satu ruangan itu dengan 4 kali keluar ruangan dan itu pun hanya berjalan sampai ke ruangan pria yang menjadi pemilik di mana lantai yang ia pijakkan.


"Dia masih lama?" gumam nya yang selalu menunggu pria itu untuk datang karna hanya itu yang bisa ia lakukan selain makan, tidur, dan menonton tv.


Sementara itu.


Seorang pria tampak tengah melihat ke arah kertas yang berada di depan nya.


Kondisi pemeriksaan nya yang terakhir memiliki kondisi yang sudah membaik dan tentu ia kini bisa membawa gadis itu pulang lagi ke mansion nya.


Karna ia pun sekarang sudah sangat jarang ke mansion di mana tak ada kehadiran gadis nya.


"Tapi ku dengar kemoterapi nya tidak menyebabkan sesuatu yang membuat nya tidak bisa hamil." ucap nya pada sang dokter karna ia memang tak berencana memiliki anak bahkan jika ia sudah menikahi gadis nya.


"Ya, itu benar. Untung nya kami sudah menyempurnakan obat nya sehingga tidak ada kemungkinan seperti itu." ucap dr. Serena yang tersenyum karna ia berpikir melakukan hal yang baik.


Lucas tak mengatakan apapun, wajah nya datar dan mata nya menunjukkan jika itu bukanlah sesuatu yang ia inginkan.

__ADS_1


"Lalu kapan dia bisa keluar?" tanya nya sekali lagi yang ingin membawa gadis nya pulang.


"Mungkin Minggu depan dan nanti bisa datang kontrol setiap dua Minggu sekali untuk lihat bagaimana perkembangan nya." jawab wanita itu dengan melihat ke arah komputer nya.


"Ya, kalian harus nya melakukan yang terbaik untuk anak itu." ucap Lucas yang mulai beranjak berdiri dan kali ini mendatangi gadis nya.


...


Klek!


Anna tersentak, ia langsung datang ke pintu dan memeluk pria itu.


"Kamu udah balik? Kenapa kali ini lama ke sini?" tanya nya yang memeluk erat tubuh kekar dan tegap pria itu.


"Tadi ada urusan," ucap Lucas tersenyum tipis yang suka jika gadis itu bersikap manja pada nya.


"Anna?" panggil nya pada gadis itu sembari memegang pipi lembut yang terasa dingin itu.


"Hum? Kenapa?" tanya nya yang tentu kali ini tak punya penolakan apapun lagi dengan pria itu.


"Kita akan pulang, kau akan keluar dari tempat ini." ucap Lucas yang memberi tau kan pada gadis itu.


Mata biru itu langsung membulat seketika, ia mendengar nya dan tak percaya. Wajah nya tampak membeku sejenak, tubuh nya membatu untuk beberapa saat.


Tes...


Mata biru tampak berbulir, setetes cairan yang bening itu tampak keluar dari sudut iris cantik itu.


Ia tak tau mengapa ia meneteskan air mata namun rasa nya ia bisa sedikit merasa terbebas dari satu ruangan mewah yang bahkan tak memiliki jendela untuk melihat ke luar itu.


"Anna? Kau baik-baik saja?" tanya Lucas sekali lagi saat melihat gadis nya menangis.


Anna tersentak, ia kembali fokus dan melihat ke arah pria itu lagi.


"Kenapa? Kau menangis?" tanya nya Lucas sekali lagi.


Gadis itu menggeleng tanpa sadar ia tersenyum dan kali ini adalah senyuman yang naik dengan sendiri nya.


"Kita pulang? Aku keluar dari sini?" tanya nya yang memang sudah begitu jengah berada di tempat tersebut.

__ADS_1


"Ya, Minggu depan kita pulang." ucap Lucas pada gadis itu dan memeluk nya sekilas.


...


Satu Minggu kemudian.


Angin yang menerpa sebagian wajah nya membuat gadis itu tersenyum, ia melihat ke arah jalanan dan kendaraan lain yang lewat dari arah jalan yang berlawanan atau pun mobil yang mendahului nya.


"Ini menyenangkan!" ucap nya yang melihat ke arah pria yang tengah mengendarai mobil mewah itu sembari mengenakan kaca mata hitam agar tak silau di siang yang cerah itu.


Anna terlihat senang, cahaya mentari yang hangat namun itu lah yang ia cari selama ini setelah hanya di kurung di satu tempat.


"Kau mau makan malam di luar?" tanya Lucas pada gadis itu yang menawarkan sesuatu.


Anna mengangguk dengan semnagat, seperti seekor burung yang hanya di kurung di kandang besi tertutup dan tiba-tiba di lepaskan seperti juga lah diri nya.


Lucas tersenyum kecil, ia pun mencari restoran yang bagus untuk menjadi tempat makan siang nya dengan gadis nya.


...


Restoran.


Anna tersenyum tipis, sejak tadi mata dan kepala nya berputar melihat ke arah pengunjung dan pelayan yang berada di tempat itu.


Ia suka melihat banyak orang dengan ekspresi nya, di mulai dari tertawa, diam, semangat, marah dan menangis.


Rasa nya seperti ia yang sudah benar-benat kembali hidup.


"Kenapa kau hanya lihat mereka? Apa yang bisa kau lihat?" tanya Lucas yang tak mengerti mengapa gadis itu bersikap demikian.


"Banyak! Aku suka keluar! Di sini menyenangkan!" ucap Anna penuh semangat pada pria itu.


Lucas tak mengatakan apapun namun melihat raut yang begitu senang itu ia sedikit tak suka karna sekarang gadis nya seperti tak lagi membutuhkan nya.


"Kau bisa mulai masuk ke sekolah bulan depan," ucap Lucas dan membuat senyum di wajah cantik itu langsung menghilang.


"Astaga! Sekolah...." gumam Anna lirih yang baru ingat jika ia masih harus bersekolah namun sekarang sudah melupakan semua pelajaran nya setelah selama satu tahun otak nya tak pernah di latih untuk apapun.


"Ya, Dan kau mungkin nanti akan langsung naik kelas ke tingkat akhir." ucap Lucas pada gadis itu yang tampak lesu.

__ADS_1


"Tapi aku sudah lupa semua pelajaran..." ucap nya lirih.


"Tidak apa, aku tetap akan buat kau lulus sekolah." ucap nya pada gadis itu sembari mengusap kepala nya.


__ADS_2