Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Penyesalan terbesar


__ADS_3

Dua Minggu kemudian.


Mansion Damian.


Anna menatap ke arah pria itu, sesekali ia membuang tatapan nya pada bunga yang berserakan karna taman itu pun sudah di percantik sedemikian rupa agar ia bisa terus melihat nya.


"Luc?" Panggil Anna lirih pada pria yang masih memangku nya saat ini.


Tatapan mata yang memelas itu menatap ke arah secangkir teh yang ia berikan tadi.


"Kalau aku membuat kesalahan kau mau memaafkan ku?" tanya Anna lirih pada pria itu.


Lucas diam sejenak tanpa menjawab apapun, ''Kesalahan apa? Kau sudah lakukan yang paling fatal kan?" tanya Lucas karna ia tau kesalahan gadis itu yang paling fatal untuk nya adalah kabur dari nya.


"Apa? Aku pergi? Atau karna melahirkan anak ku?" tanya Anna yang tak bisa menebak nya.


"Kedua nya," jawab Lucas singkat dan kemudian menatap ke arah Anna sekilas.


"Kalau aku punya kesalahan lain?" tanya Anna yang menatap ke arah pria itu.


Tatapan yang saling mengunci tanpa mengatakan satu kata pun yang terperinci.


"Kesalahan apa? Hm?" tanya Lucas sembari menyingkirkan anak rambut gadis itu dan terus melihat nya seperti tengah menanti jawaban.


"Seperti aku mencoba membunuh mu," ucap Anna dengan suara yang gemetar tanpa sadar dan pandangan yang menutup ke bawah.


Lucas diam sekali lagi, ia tak bisa mengatakan apapun untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Setidaknya kau tetap dengan ku, aku..."


"Tidak bisa kalau kau tidak ada," ucap Lucas lirih.


"Tapi kamu baik-baik aja kan selama tiga tahun? Aku lihat semua berita kamu di tv aku lihat perkembangan perusahaan kamu!"


"Luc? Kamu bisa tanpa aku? Kenapa harus aku? Kalau..."


"Kalau kamu lepasin aku..."


"Aku..."


Anna tak bisa melanjutkan kalimat nya sedangkan pria itu tanpa mengatakan apapun dan hanya melihat ke arah nya dengan mata yang menatap dengan dalam.


"Aku bisa berhenti..." sambung Anna lirih.


Ia semakin goyah, ia takut dan bingung sekaligus tak bisa berkata-kata dan kemudian hanya memendam nya sendiri.


"Kau minta aku melepaskan mu? Seharusnya sebelum kau meminta itu kau harus ingat apa yang pernah kau katakan dulu." sambung pria itu dan membuat nya terdiam.


Anna tak berkata-kata apapun lagi, ia melihat nya dan menatap ke arah pria yang melihat nya dengan dingin namun tatapan yang begitu dalam.


Tak ada perkataan apapun, Anna membuang napas nya dan kemudian menatap dengan lirih.


"Luc?" panggil nya dengan senyuman tipis.


"Seharusnya waktu aku membiarkan mu membunuh ku..." ucap nya dengan senyuman tipis dan kemudian menahan dengan mata biru nya yang cerah.

__ADS_1


Lucas tak mengatakan apapun, terkadang gadis itu berbicara seperti tenggelam dengan hanya dunia nya.


"Kamu tidak menyesal? Kalau saja dulu kamu tidak dengar aku pasti kamu juga ti-"


"Tidak, aku tidak menyesal sama sekali." potong Lucas yang memang ia tak merasakan penyesalan apapun karna tak membunuh wanita yang telah menjadi istri nya saat ini.


Dunia nya terisi, warna nya terlihat dan setidaknya ia bisa sedikit merasakan emosi seperti orang lain walau tidak berjalan normal.


Anna tersenyum cerah bahkan terkadang ia tertawa kecil.


"Tapi Luc..."


"Kamu itu penyesalan terbesar ku, aku..."


"Aku sangat membenci mu..."


Ucap nya dengan senyuman cerah seperti mengatakan sesuatu yang indah.


Lucas tak menjawab apapun, ia diam dengan wajah datar nya yang terkadang memperhatikan perubahan cara bicara sang istri.


"Aku tau, tapi..."


"Katakan saja kalau kau mencintai ku," ucap Lucas yang menatap ke arah sang istri dengan wajah dan mata yang datar sehingga tak ada siapapun yang bisa mengetahui apa yang ia rasakan atau pun ia pikirkan saat ini.


Anna masih tersenyum cerah, "I love you, My Hubby..."


Wanita itu dengan cepat mengikuti apa yang di minta dari nya dan menatap dengan mata yang indah.

__ADS_1


Lucas tersenyum tipis, ia menarik tubuh kecil dan memeluk nya.


"Ya, katakan nya seperti itu..." bisik nya dengan mata yang tak memiliki emosi apapun yang bisa di baca.


__ADS_2