Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!
Apologize


__ADS_3

Sekolah


Gadis itu menatap ke arah teman nya yang tak lagi duduk di samping nya.


"Sam?" panggil Sena yang menatap ke arah gadis yang membuang napas nya lesu.


Samantha menatap ke arah teman nya itu, lalu membuang napas kasar.


"Kalau mau baikan sama Anna bilang sana, kamu kalau lesu di sini terus dia mana tau." ucap Sena pada gadis itu.


"Kamu sih mudah bilang nya begitu, kamu a ga tau masalah nya!" ucap Samantha pada teman sebangku nya itu.


"Kalau kamu yang salah kamu minta maaf dulu, memang nya salah kamu apa sih?" tanya Sena pada gadis itu.


Deg!


Samantha tersentak, kesalahan nya mungkin tampak tak ada namun bisa saja kesalahan nya itu karna diri nya.


"Eh? Iya?" tanya nya pada teman nya.


Anna sendiri sudah kembali bersekolah, bekas memar di leher nya bisa di tutup dengan make up dan bekas ukiran nama di punggung nya akan tertutup dengan seragam.


Gadis itu tersenyum, ia menanggapi seluruh teman sekelas nya kecuali Samantha.


...


"Nih!"


Mata berwarna biru gelap yang bersinar dan jernih itu melihat ke arah es lilin yang di berikan pada nya itu.


"Buat aku?" tanya Anna sembari melihat ke arah kakak kelas nya itu.


"Terus? Masa buat ayam?" tanya Gevan dengan suara nya yang selalu terdengar ketus.


"Mana tau ayam nya mau makan dengan sensasi beda," jawab Anna tertawa kecil sembari mengambil es lilin yang di berikan pada nya.


Gevan tertawa kecil, ia melihat ke arah gadis itu dan kembali memakan es lilin nya lagi.


"Masih marah sama Sam?" tanya nya pada gadis itu.


Anna membuang napas nya lirih, "Biasa aja kok." ucap nya pada kakak kelas nya itu.


"Biasa aja tapi kenapa sampai sekarang belum temenan? Kayak orang yang lagi pacaran aja?" tanya Gevan pada Anna.


"Ih! Mau tau aja urusan orang!" sahut Anna pada kakak kelas nya itu.


Gevan tak mengatakan apapun lagi selain suara yang terdengar tengah memakan es lilin yang terasa manis dan dingin itu.


"Kau sudah pikirkan tentang yang ku katakan kemarin?" tanya nya pada gadis yang terlihat memakan es lilin nya dengan santai.


"Tentang apa?" tanya Anna mengernyit lupa.


"Ajakan ku," jawab Gevan dengan senyuman tipis.

__ADS_1


"Ajakan apa sih kak?" tanya Anna lagi dengan tak mengerti.


"Pacar? Mau jadi pacar ku? Aku ga akan marah soal nya kau punya sugar atau tidak," jawab nya pada gadis itu.


"Ih! Di bilang ga mau!" ucap nya telak pada kakak kelas nya yang tampan itu.


"Kenapa? Baru kali ini aku di tolak jadi aku ga tau alasan nya," ucap Gevan yang tak mengerti apa itu penolakan.


"Ya karna aku ga mau kak, kakak ma-"


Eung!


Anna tersentak, mata nya langsung memejam saat terkejut dengan tubuh yang langsung memundur saat kakak kelas nya itu tiba-tiba mendekatkan wajah nya.


"Kenapa?" Gevan berhenti di beberapa senti wajah nya yang hampir menyentuh bibir gadis itu.


"Mau ku lanjut?" sambung nya menatap wajah gadis itu dari dekat.


Anna membuka mata nya perlahan, ia menatap lirih dengan mata yang tampak begitu dekat dengan nya.


"Eh? Ya jangan!" ucap nya yang langsung mengambil langkah mundur agar pria itu tak mendatangi nya.


"Maka nya, kita pacaran aja." ucap ucap Gevan sekali dengan senyuman kecil.


"Di bilang juga ga mau!" ucap nya sekali lagi pada pria itu.


"Kasih tau alasan nya! Tiga aja!" ucap nya pada gadis itu.


Anna mengernyit, ia langsung memutar isi kepala nya untuk mengetahui apa yang akan ia katakan untuk membuat pria itu berhenti.


"Apa?" tanya Gevan yang melihat ke arah gadis itu dengan senyuman simpul yang naik.


"Na..nanti aku pikirin!" ucap Anna yang membuang wajah nya karna tak dapat menjawab alasan ketiga nya.


"Karna masih ada dua alasan, aku masih bisa kan?" tanya nya dengan tatapan yang seakan menginginkan sesuatu.


"Ih! Udah Bel! Aku mau balik ke kelas!" ucap nya pada kakak kelas nya itu sembari langsung lari meninggalkan remaja tampan itu.


...


Bel kembali berbunyi, semua para siswa siswi mulai merapikan tas nya dan dengan semangat ingin segera kembali.


"Anna!"


Panggil Samantha sembari mencegah tangan teman nya.


Anna langsung menoleh, ia menatap ke arah gadis itu yang berlari ke arah nya dan memegang tangan nya.


"Kita bisa bicara sebentar?" tanya Samantha menatap ke arah gadis yang tak mengatakan apapun pada nya.


"Apa itu?" tanya Anna mengernyit.


"Lima menit! Hanya lima menit!" ucap Samantha sembari menatap ke teman nya dengan tatapan yang sungguh berharap.

__ADS_1


Anna membuang napas nya, ia mengangguk dan beranjak mengikuti kemauan teman nya itu, atau mungkin saudari tiri nya?


Samantha membawa Anna ke tempat yang lebih tenang, tempat di mana para siswa atau siswi jarang ke sana.


"Ada apa Sam?" tanya Anna yang menghentikan langkah nya sembari menatap ke arah punggung teman nya yang berdiri mematung.


Samantha diam sejenak, ia menarik napas nya dengan dalam dan membuang nya. Seperti menyiapkan sesuatu yang ingin ia katakan.


Gadis itu berbalik, rambut nya hampir masuk ke mulut nya karna angin yang bertiup cukup kencang di musim yang mulai berganti musim dingin.


"Sam?" panggil nya lirih menatap ke arah teman nya yang menatap nya dengan mata yang jernih.


Duk!


Mata biru yang jernih itu langsung membulat menatap ke arah teman nya yang tiba-tiba berlutut di depan nya.


"Maaf..." suara yang terdengar gemetar itu tak menatap nya dan hanya menunduk.


"Sam? Kamu ngapain?" tanya nya sembari berjongkok dan langsung ingin membangunkan teman nya.


"Maaf, sekarang aku tau kesalahan ku." ucap nya lirih.


Anna mengernyit, ia memang iri melihat hidup gadis itu yang baik-baik saja berbeda terbalik dengan hidup nya.


Namun dari pada melimpahkan semua kesalahan dan kebencian nya pada gadis itu ia lebih memilih membenci sang ayah.


"Aku..."


"Seharusnya aku ga pernah lahir, kalau begitu kamu pasti ga akan hidup begini..." ucap nya lirih pada teman nya itu.


Anna diam sejenak, ia tak tau harus mengatakan apa pada gadis itu.


"Kenapa sih Sam? Kamu sampai begini?" tanya Anna yang juga ikut berlutut di tanah agar menyamai tinggi teman nya itu.


"Aneh..."


Suara gadis itu bergumam tak terdengar sampai ke telinga Anna.


"Sam?" panggil nya lirih menatap ke arah teman nya itu.


"Perasaan ku ga nyaman, rasa nya ada yang..." sambung nya dengan suara gemetar.


"Karna itu aku minta maaf, aku merasa bersalah untuk semua nya..." ucap nya lirih dengan suara yang terdengar tertahan.


Anna diam, ia menatap ke arah teman nya yang penuh dengan rasa bersalah. Sedangkan orang-orang yang memang benar-benar bersalah pada nya masih baik-baik saja seperti tak terjadi apapun.


"Seharusnya bukan kamu yang minta maaf, mereka yang punya salah aja masih merasa ga punya salah apapun." ucap nya pada gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum nya othor minta maaf karena dua novel nya up sedikit, ini juga bukan kemauan othor karna othor sedang di hadapan masalah yang sebenarnya othor ga mau🤧🤧🤧


Jadi mungkin untuk beberapa hari ke depan Chap nya bakal lebih pendek🤧🤧

__ADS_1


Maaf banget ya🤧🤧


Happy reading💕♥️


__ADS_2