Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Menyalahkan Diri Sendiri


__ADS_3

Tolonggg ... tolong ...," teriak Elsa ketakutan dan juga panik. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi. Sahabat kesayangannya depresi dan berniat mengakhiri hidupnya. Elsa berharap tak ada sesuatu yang buruk menimpa sahabatnya. Ia berharap, Haura dapat di selamatkan. Dalam hati Elsa mengutuk perbuatan Adam, yang membuat sahabatnya sehancur itu.


***


Wanita yang mencoba mengakhiri hidupnya itu kini telah dirawat di rumah sakit. Beruntung, dokter masih bisa menyelamatkannya. Satu senti lagi saja pisau itu memotong nadinya, wanita itu mungkin tak dapat diselamatkan lagi. Dan beruntungnya, Elsa datang tepat waktu.


Wanita muda itu menemaninya dengan wajah sayu dan penuh rasa bersalah. Air mata tak hentinya mengalir di wajahnya yang mulus. Menyisakan bekas riasan yang luntur terkena air mata. Ia sangat merasa bersalah. Bersalah karena tidak bisa mencegah usaha bunuh diri yang dilakukan oleh Haura. Merasa bersalah meninggalkan wanita labil itu seorang diri.


Hingga saat ini, Elsa ragu. Ingin memberitahu Adam atau tidak. Elsa takut jika Haura sadar nanti melihat adam akan histeris dan ketakutan. Elsa tak ingin hal itu terjadi. Tak ingin memperburuk keadaan Haura.


Di saat Elsa masih galau, tiba-tiba terlintas di pikiran Elsa untuk menghubungi orang tua Adam. Mungkin mertua Haura lebih bisa bertanggung jawab dan bisa diandalkan. Karena Elsa tak bisa terus-terusan menjaga Haura. Ada pekerjaan yang sudah menunggunya. Karena ia sudah menandatangani kontrak kerja, ia harus profesional.


Akhirnya Elsa memutuskan untuk menghubungi Ray dan Medina. Ia yakin ini adalah pilihan yang terbaik. Hanya kedua orang itu yang akan mampu menjaga Haura. Karena tak mungkin ia menghubungi Ibrahim, entah bagaimana jadinya jika Pak Tua itu mengetahui keadaan putrinya yang begitu memprihatinkan.


Satu jam kemudian, pasangan suami istri itu datang ke rumah sakit dengan tergesa-gesa. Mereka sedikit terkejut, karena Elsa yang tiba-tiba menelepon tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Hanya meminta mereka datang, karena Haura sakit. Mereka berdua datang tanpa sepengetahuan Adam, karena Elsa yang meminta untuk merahasiakan dari Adam untuk sementara waktu.


"Apa yang terjadi, Nak?" tanya Medina dengan air mata yang berlinang. Elsa bingung harus menjawab apa. Di satu sisi ia ingin bercerita. Namun di sisi lain ia enggan membuka keburukan Adam di depan orang tuanya.


"Tan, sebenarnya ...," ucap Elsa ragu.


"Katakan Nak," ucap Ray dengan lemah lembut.

__ADS_1


"Tapi saya mohon, jangan beritahukan keberadaan Rara dulu pada suaminya. Saya akan ... saya akan ber-ru-saha untuk menceritakan segalanya," ucap Elsa terbata-bata.


"Ma, ajak saja Nak Elsa ke kantin. Ajak minum kopi atau teh, biar rileks. Biar Papa yang akan menjaga menantu kesayangan kita," ucap Ray disertai senyuman. Ray tahu Elsa kesulitan untuk menceritakan segalanya. Medina mengangguk dan menggandeng tangan Elsa menuju kantin rumah sakit.


Sepeninggal Medina dan Elsa, Ray begitu frustasi. Antara bersalah dan juga kecewa.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi, sayang? Apakah usaha Papa dan Mama menjadikan kamu istri putra kami membuat kamu sebegitu menderita? Mama dan Papa mengira kalau kehidupan pernikahan kalian baik-baik saja dan berbahagia. Ternyata Papa salah menduga. Dan bagaimana Papa bisa bertanggung jawab pada ayah kamu? Maafkan Papa, Nak. Gara-gara Papa semua jadi seperti ini," sesal Ray. Lelaki tua itu mengecupi tangan menantunya yg terluka sembari menangis. Ray yakin, semua yang menimpa menantunya karena Adam. Walau belum mendengar penjelasan dari Elsa, Ray yakin putranya membuat ulah lagi. Ray sangat sedih. Begitu dalam luka yang diciptakan oleh putra kesayangannya. Dan kali ini Ray tak dapat menoleransinya lagi. Ia harus membuat perhitungan dengan putranya.


Sementara itu di kantin rumah sakit.


"Kamu mau minum apa sayang?" tanya Medina lembut.


"Apa saja Tante. Yang penting hangat," ucap Elsa memaksakan senyumnya. Tubuhnya masih bergetar karena peristiwa yang menimpa sahabatnya. Sedikit saja ia terlambat pulang, mungkin selamanya mereka tak akan bisa berjumpa lagi.


"Sayang, ayo minum dulu! Tak perlu sungkan dengan Tante. Kamu sahabat Haura kan? Haura adalah putri Tante, jadi jangan segan untuk menceritakan segalanya pada Tante. Karena Tante sangat menyayanginya," ucap Medina meyakinkan Elsa.


Elsa menyesap minumannya. Sedikit memberi kehangatan pada tubuhnya. Tubuhnya yang semula gemetar berangsur pulih. Hingga akhirnya Elsa buka suara.


"Tan, El akan menceritakan semuanya. Tapi Tante harus berjanji untuk selalu menjaga Rara, sahabat terbaik El," pinta gadis itu.


"Tentu Nak. Tanpa Elsa minta pun Tante dan Om akan menjaga Rara. Karena Rara bukan hanya menantu kami, tapi dia juga seorang putri bagi kami," ucap Medina lembut.

__ADS_1


"Sebaiknya sementara waktu Tante menjauhkan Rara dari suaminya dahulu Tan," ucap Elsa ragu.


"Maksud kamu apa sayang? Kenapa Tante harus memisahkan mereka? Apakah Adam yang menyakiti Rara? Tolong jelaskan pada Tante, El!" pohon Medina dengan air mata berlinang. Ada firasat buruk mengenai putranya dan menantunya.


Elsa menganggukan kepalanya. Ia menghela nafas sebentar dan mulai bercerita. "Tante, saat ini Rara tengah depresi. Dan dia dirawat di rumah sakit ini karena Rara berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri," jelas Elsa.


"Ap-pa?" tanya Medina tak percaya.


"Semua karena perbuatan putra Tante, suami Rara sendiri. Kemarin, Rara datang ke rumah dengan wajah pucat dan sayu. Ia datang dengan membawa kopernya dan mengatakan kalau ia ingin tinggal di rumah El sementara waktu. El curiga dan menanyakan sebabnya," Elsa menjeda ceritanya dan menghembuskan nafasnya.


"Dan ter-ternyata Adam sudah memperkosa Haura," ucap Elsa ragu.


"Maksud kamu apa, Nak? Rara kan memang istri Adam. Kenapa Adam harus memperkosa istrinya sendiri?" tanya Medina karena tak percaya.


"Bukan hanya diperkosa Tan. Seluruh tubuh Rara terluka karena disakiti oleh Adam." Air mata Elsa tak tertahankan, mengingat seluruh tubuh sahabatnya yang penuh luka cambukan.


Medina lemas seketika, tak tahu harus berkata apa lagi. Dugaannya jika pernikahan Adam dan Haura baik-baik saja ternyata salah. Dan ia berperan penting dalam penderitaan yang dirasakan oleh menantunya. Jika saja bukan karena dirinya dan Ray, maka semua ini tidak akan pernah terjadi.


"Sebenarnya, anak Tante masih menjalin hubungan bersama Isabella." Ucapan Elsa membuat kesadaran Medina kembali.


"Saya mengetahuinya sendiri Tan. Karena saya adalah model yang satu agency dengan Isabella. Putra anda masih sering menemui wanita itu."

__ADS_1


"Dan Rara bercerita jika seumur pernikahan mereka, Adam tak pernah sekali pun menyentuhnya. Bahkan, mereka tidur di kamar yang berlainan. Adam hanya menganggap Haura sebagai penunggu rumah saja, tak lebih."


__ADS_2