Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Isabella


__ADS_3

Adam Pov


Dia, bagai bidadari yang turun dari langit membuat mataku tak dapat berkedip. Kulit putihnya, mata birunya. Hidung mancung layaknya orang eropa, bibir merah merekah khas Indonesia. Wanita itu bergitu mempesona, membuat aku mabuk kepayang.


Cantik, indah, dua kata itu yang dapat terucap dari bibirku. Belum pernah aku mengenal cinta, seperti aku mencintai Isabella. Tak kusangka aku akan tertarik pada wanita yang sesempurna itu.


Aku mengenalnya tanpa sengaja ketika ia berdiri di tepi jalan meminta pertolongan karena mobilnya yang mogok.


Aku yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang mesin, dengan nekat berusaha menolongnya. Mencari simpatinya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, aku berhasil membetulkan mobilnya. Ia sangat senang dan berterimakasih. Akhirnya kami berkenalan dan bertukar nomor telepon.


Dia mengajakku sekedar minum kopi sebagai ucapan terima kasih. Sayang, aku ada meeting pagi itu. Jadi dengan berat hati aku menolak ajakannya. Namun, tak apa aku sudah mendapatkan nomor teleponnya.


Dua minggu setelah kejadian, aku belum punya nyali untuk menghubungi wanita itu. Aku ini dari dulu memang canggung, tak tahu bagaimana caranya mendekati wanita. Sehingga aku sering uring-uringan. Apalagi akhir-akhir ini Keira sering menggangguku. Menerorku dengan panggilan maupun pesan whatsapp. Aku akan mengamuk melampiaskan pada anak buahku yang berbuat salah.


Hingga akhirnya Ardi asistenku mengabariku, jika ia sudah mendapatkan model untuk produk kosmetik kami yang terbaru. Aku yang galau sebenarnya malas menemui Ardi dan klien. Tetapi ini proyek penting dan merupakan proyek utama terbesarku selain di bidang kontraktor. Jadi mau tak mau aku harus datang menanda tangani surat perjanjian.


Sore itu aku datang dengan malas. Aku hanya mengiyakan semua perkataan Ardi yang sama sekali tidak masuk ke dalam otakku yang biasanya encer. Namun, aku terkejut setelah model yang bekerja untuk produk baru kami datang. Dialah Isabella, wanita yang membuat duniaku jungkir balik selama dua minggu lebih ini.


Rasanya dewi fortuna sedang berpihak padaku. Akhirnya aku bisa bertemu lagi dengannya. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Akan ada alasan nanti untukku selalu menghubunginya. Isabella tunggulah, aku akan menakhlukan hatimu.


Dua bulan kami bekerja sama, aku makin dekat dengannya. Dia wanita yang supel dan ceria, membuat aku nyaman. Hingga akhirnya aku menyatakan perasaanku. Dan tak kusangka dia membalas rasa cintaku.


Aku dan dia resmi berpacaran. Layaknya muda mudi yang jatuh cinta, kemana-mana kami selalu bersama. Tak dapat dipisahkan. Aku sering bermalam dirumahnya. Hubungan kami semakin lama semakin jauh. Kami sudah biasa melakukan hubungan suami istri. Aku sudah tenggelam dalam dosa indah bersama Isabella.


Aku tahu aku salah, aku berdosa. Namun, cinta sudah membutakan akal sehatku. Aku tak bisa berhenti, Isabella sudah menjadi candu ternikmat untukku.


Hingga setengah tahun kami menjalin cinta, baru aku ketahui. Ia seorang kristiani. Ada sedikit rasa kecewa, karena kami tak mungkin bersatu dalam ikatan pernikahan. Aku teguh dengan keyakinanku, dan dia juga demikian tak ingin pindah agama.


Namun, aku tak ingin kehilangannya. Biar saja hubungan kami seperti ini, asal aku bisa tetap bersamanya.

__ADS_1


Adam Pov End


"Ma, Pa ... Adam tak mau menikah dengan Kei," ungkap Adam sepulang dari kencan bersama Keira.


"Apa maksud kamu Dam?" tanya Ray dengan suara meninggi.


"Adam mempunyai wanita lain yang Adam cinta Pa," kata Adam jujur.


"Adam, jangan bercanda. Kemarin di acara keluarga kamu sudah setuju untuk bertunangan dengan Keira. Seorang laki-laki sejati, adalah laki-laki yang dapat memegang kata-katanya," kata Ray sedikit marah.


"Adam serius Ma, Pa ... maafkan Adam." Adam tertunduk tak mampu mendapat amarah dari kedua orang tuanya.


"Ya Allah Nak. Kenapa kamu tidak bilang dari awal. Dua minggu lagi acara pertunangan. Undangan juga sudah disebar. Bagaimana kami bisa membatalkannya?" tanya Medina marah.


"Adam akui ini kesalahan Adam, tapi Adam tak ingin menikah dengan wanita yang tidak Adam cintai. Adam hanya mencintai dia Ma, Pa ...."


"Mama tak mau tahu. Kamu harus tetap bertunangan dengan keira. Mama tak mau hubungan keluarga kita dengan tante Kia hancur berantakan," kata Medina marah. Egonya muncul ketika mengingat wajah Keira kesayangannya yang sedih.


Deg


Medina dan Ray terkejut, Adam sudah sejauh itu berusaha menggagalkan petunangan mereka.


"Siapa wanita itu?" tanya Ray melunak. Ray sadar tak ada gunanya bersitegang dengan anak keras kepala seperti Adam.


"Dia Isabella Pa, sudah setahun Adam berpacaran dengannya."


"Pa ... bagaimana dengan Keira?" Medina tak terima jika Ray mendukung Adam.


"Sabar Ma, Istigfar. Tunggu dulu Papa mau tahu apa yang akan keluar dari mulut anak kita. Ingat juga Ma, yang akan menjalani pernikahan adalah anak kita Adam, bukan kita. Apa kamu mau pernikahan mereka hancur di tengah jalan karena terpaksa?" kata Ray bijak.

__ADS_1


"Tapi Keira sangat mencintai Adam Pa ... Mama yakin Keira wanita terbaik untuk anak kita."


"Me, jangan egois. Yang akan menikah Adam. Yang merasakan kebahagiaan juga Adam sendiri. Adam yang tahu siapa yang terbaik untuknya. Kamu mau anak kita tersiksa dengan pernikahan yang kita paksakan?" kata Ray sedikit marah. Medina terdiam, perkataan Ray benar adanya.


"Katakan Nak, wanita mana yang kamu suka? Dari keluarga mana ia berasal?" Adam diam membisu tak punya nyali untuk mengungkap jati diri Isabella.


"Dia Isabella Pa. Adam sangat mencintainya. Dia seorang model. Tapi ...." Adam tak mampu melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa? Katakan yang jelas. Jangan ada yang kamu tutup-tutupi."


"Di-dia seorang kristiani," jawab Adam takut-takut.


"Apa?" Medina dan Ray terkejut bersamaan.


"Lalu mau dibawa kemana hubungan kalian ini Nak? Apakah Isabella bersedia menjadi seorang mualaf? tanya Ray gelisah, namun ia harus mengendalikan emosinya. Adam menggelengkan kepala.


"Terus?" tanya Ray tak sabar.


"Biar kami tetap menjalani hubungan yang seperti ini," jawab Adam yang sudah kehilangan akal sehat.


"Maksud kamu?"


"Kami akan tinggal bersama Pa."


"Astagfirullah. Apakah kamu sadar apa yang kamu katakan? Itu berdosa," kata Ray tak mampu lagi bersabar.


"Putuskan hubungan dengan wanita itu. Kita lanjutkan rencana pertunangan kamu dengan Keira."


"Apa? Adam sudah bilang tak mau. Adam tak akan menikah dengan Keira. "

__ADS_1


"Terserah, Papa sudah membuat keputusan."


Hati Adam sakit, setelah sekian lama kini mereka bersimpang jalan lagi. Adam sudah terlalu buta karena cinta. Semula ia mengira papanya akan mendukungnya, nyatanya ia salah. Keinginannya tak direstui oleh kedua orang tuanya. Namun tak semudah itu menyerah, ia tak akan bisa hidup tanpa Isabella.


__ADS_2