Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Honeymoon


__ADS_3

Ray segera naik ke atas ranjang menyusul Medina yang sudah berbaring terlebih dulu .


"Me, Mas cinta sama kamu," kata Ray yang telah berbaring di samping istrinya. Kini mereka berbaring berhadapan.


"Me juga Mas," jawab Medina yang sudah di selimuti kabut gairah.


Ray POV


Aku tahu dia merasakan hal yang sama denganku. Kutatap wajahnya yang ayu. Yang sanggup membuat aku, Rayga Arkana Dewanto tergila-gila. Dia begitu cantik di mataku. Mata bulatnya, hidungnya yang pas. Tak mancung tapi tak pesek juga. Bibir merahnya yang merekah indah sedikit terbuka. Membuatku ingin segera merasakan manisnya.


Kulepaskan jilbab yang menutupi rambutnya. Rambut panjangnya yang indah. Yang hanya ia tunjukkan padaku, suaminya. MasyaAllah, dia tambah cantik. Dialah bidadari yang Allah kirimkan untukku.


Tiba-tiba dia dengan begitu berani mengecupku, memulai kegiatan indah kami. Hal yang biasanya aku dulu yang memulai. Aku terkejut dan bahagia, istriku mempunyai inisiatif untuk menggodaku. Dan kemesraan kami pun berlanjut. Suasana yang tenang sangat mendukung. Ditambah dengan rasa dingin yang menusuk kulit, membuat kami ingin segera bersatu.


Tak sabar lagi ku buka seluruh kancing bajunya. Ternyata dia juga sama tak sabarnya denganku. Dia juga membantuku membuka semua kancing kemejaku dan juga membantuku membuka seluruh pakaianku. Hingga akhirnya tak sehelai benang pun menutupi tubuh kami. Rasa malu yang biasanya kami rasakan, entah mengapa kami tak merasakannya saat ini. Yang kami tahu, kami hanya ingin menikmati suasana saat ini.


Kami saling merasa satu sama lain. Saling menautkan dan merasakan indahnya cinta kami berdua. Akhirnya aku sudah tak tahan lagi, dan segera kuberi ia kehangatan. Di tengah-tengah cuaca dingin yang sangat mendukung ini, aku bergerak dengan penuh semangat. Hingga peluh kami bercucuran walau udara sangat dingin. Ah, rasanya aku tak ingin semua ini berakhir dengan cepat. Aku ingin melakukannya selama mungkin selama aku sanggup.


Kulihat Medina memejamkan mata entah lelah atau kenapa. Karena sudah setengah jam lebih aku belum mengakhiri kegiatanku. Sesekali aku bermain di dadanya. Menambah sensasi indah dan menyenangkan ini. Beberapa kali tubuhnya bergetar, merasakan sensasi luar biasa karena perbuatanku. Aku tak peduli, tujuanku masih jauh. Aku terus memacu mencari tujuanku sendiri. Hingga akhirnya aku merasakan diriku yang sudah di ambang batas.Aku mempercepat gerakanku, semakin lama ritmenya tak beraturan. Aku merasakan semua ini hingga aku sampai pada tujuanku. Aku menekan dalam-dalam sampai titik terjauh, menikmati bagaimana rasanya semua kuberikan pada istri tercintaku.


Tak puas hanya sekali. Aku melakukan berkali-kali hingga aku merasa tak sanggup lagi. Aku tak peduli dengan tatapan istriku seolah memohon untuk berhenti. Yang aku tahu kesempatan untuk kami berdua tak boleh terlewatkan begitu saja.

__ADS_1


Ray POV End


Wajah Medina memerah karena malu setelah kegiatan mereka yang berjam-jam berakhir. Ia bersembunyi di dalam selimut. Sungguh malu mengingat betapa ia bersemangat tadi, karena perbuatan suaminya.


Ray ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Medina dengan erat setelah membersihkan dirinya dan istrinya. Berkali-kali ia mengecupi puncak kepala istrinya. Hingga keduanya terlelap dalam mimpi yang begitu indah.


***


Tak terasa hari sudah malam ketika Ray dan Medina terbangun dari tidurnya setelah aktivitas melelahkan yang mereka lalui. Mereka sampai melewatkan sholat asar dan magrib karena kecapekan.


"Astaga Mas ... kenapa tadi tidak membangunkan Me?" tanya Medina yang baru selesai mandi.


Medina yang sudah memakai pakaiannya segera turun mencari keberadaan dapur. Setelah sampai di dapur, ia membuka tudung saji. Kecewa, tak ada makanan apa pun di sana. Padahal ia sangat lapar. Ia dan Ray belum makan sedari sarapan pagi tadi di rumah. Mereka melewatkan makan siang karena sibuk bercinta. Medina gelisah, bagaimana caranya mendapatkan makanan di jam segini, di daerah pedesaan seperti ini. Ia tak yakin ada stok makanan di vila yang tak berpenghuni seperti ini.


Akhirnya Medina membuka pintu almari es di dapur. Siapa tahu ia beruntung. Wajahnya yang tadinya lemas menjadi sumringah. Ternyata di dalamnya terdapat berbagai macam bahan makanan yang dapat dimasak.


Segera ia memanaskan penggorengan dan menggoreng ayam goreng kemasan dan nugget yang berasal dari kulkas. Sambil menggoreng, ia mencuci beras dan menanaknya di sebuah rice cooker.


Selanjutnya Ia memotong bawah merah, bawang putih dan cabe. Dan dengan cekatan Medina memasak tumis sayur brokoli dan wortel.


Ray yang baru selesai mandi segera menyusul istrinya ke dapur, ketika indera penciumannya menangkap bau sedap makanan yang dimasak Medina.

__ADS_1


Ray berjalan dengan hati-hati tanpa suara. Dalam diam, dipeluk istrinya dari belakang. Medina yang sedang menumis sayuran menjadi terkejut.


"Mas ... Ya Allah, kalau Me jantungan bagaimana?" kata Medina mengelus dadanya.


"Hehehe," Ray menyengir kuda.


"Mas, kok bisa ada banyak bahan makanan di sini? Memangnya ada yang tinggal di sini?" tanya Medina heran.


"Sebenarnya kalau malam Pak Asep tidur di sini, sekalian jaga vila. Tapi dua malam ini aku suruh Pak Asep pulang. Biar nggak mengganggu acara kita. Mengenai makanan aku yang menyuruh Bu Yuyun, istri Pak Asep menyiapkan untuk kita. Untuk kamu masak selama kita di sini," kata Ray menjelaskan.


"Oh begitu ...." Medina mangut-mangut mengerti.


Akhirnya mereka makan malam romantis berdua. Dengan ditemani sebuah lilin berwarna merah, Medina dan Ray saling menyuapi. Mereka bahagia sampai melupakan Adam kecil yang ada di rumah bersama oma buyutnya.


***


Hari kedua mereka habiskan untuk berjalan-jalan keliling pedesaan. Tak lupa mereka bermain-main ke kebun teh. Berselfi di tengah kebun teh yang begitu menakjubkan indahnya. Juga melihat penduduk yang bekerja sebagai buruh pemetik teh. Kadang-kadang Ray dan Medina berbincang dengan para pemetik teh di perkebunannya . Bertanya tentang teh ataupun tenang keadaan desa itu. Penduduk sangat senang berbincang dengan Ray dan Medina, pemilik kebun teh tempat mereka bekerja. Mereka tak menyangka bosnya yang orang kota ternyata sangat ramah.


Tapi mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam vila. Medina dan Ray tak hentinya bercinta dengan bebas di dalam vila. Tanpa gangguan bocah cilik itu tentunya. Mereka melakukannya berkali-kali di kamar, dapur, ruang tamu, kamar mandi bahkan balkon kamar mereka di malam hari. Dengan berbagai cara sambil menikmati indahnya bintang di langit dan pemandangan perkebunan teh yang luas, dengan diiringi suara nyanyian katak dan juga jangkrik yang melengkapi.


Setelah honeymoon berakhir, mereka pulang membawa kebahagiaan. Selain itu cinta di antara keduanya semakin dalam.

__ADS_1


__ADS_2