Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Akhir Isabella


__ADS_3

"Bagus kan? Semua rencanaku berjalan sempurna. Untuk info yang aku berikan aku mau bayaran yang sesuai juga," ucap Isabella yang sedang melakukan panggilan telepon.


"Tenang saja. Aku akan memberimu imbalan yang pantas. Karena keuntungan perusahaanku sangat banyak berkat dirimu. Banyak investor dari perusahaan Adam yang berpindah ke perusahaan kami sekarang."


"Good, Eric. Aku suka berbisnis denganmu."


"Tapi apa tidak apa-apa, jika Adam kekasihmu itu bangkrut?"


"Its no problem. Kekayaan orang tuanya seratus kali lipat lebih banyak dari pada perusahaan kecilnya itu. Dan aku juga ingin memberi pelajaran pada Adam yang sudah beraninya mencampakkan aku."


"Then, apakah imbalan yang kamu janjikan masih berlaku?"


"Whats promise?"


"Malam yang indah bersamamu, Darl."


"Hahaha, sure. You coming here, then I will give you my best service."


"Wow, tak sabar rasanya aku ingin bercinta dengan wanita hamil. Bagaimana rasanya ya?" ucap Eric nakal.


"Hahaha. Just a little hot and ... special perform from Isabella." Wanita itu terbahak-bahak.


"Kapan aku bisa menikmati tubuhmu? Bisakah aku ke sana sekarang?"


"As you wish babe, I will give my self for you. Then come here quickly, Iam waiting for you." Isabella mengatakannya dengan nada menggoda.


Tak lama kemudian, wanita itu meletakkan ponselnya dan bersiap untuk mandi. Ia ingin menyambut lelaki yang berbicara dengannya di telepon dengan baik. Wanita itu tak ingin mengecewakan partner bisnis yang akan menjadi partner s*ks-nya. Ia harus cantik dan juga wangi.


Setelah mandi, Isabella mengenakan baju seksi miliknya. Mengabaikan perutnya yang membuncit. Tak sabar ia ingin bercinta dengan panas dan penuh gairah bersama Eric. Hasratnya membara karena sudah lama tak ia tak menikmati kenikmatan seorang lelaki. Tak lupa wanita itu mengenakan parfum yang manis. Untuk menggoda lawan jenisnya nanti.


Tak berapa lama, bel berbunyi. Dengan penuh semangat, ia segera turun untuk membukakan pintu untuk tamunya. Begitu pintu terbuka, lelaki yang datang itu langsung menyerang bibir Isabella. Pintu mereka biarkan begitu saja. Keduanya sibuk mencecap dan saling memagut, hingga wanita itu kesusahan untuk bernapas. Isabella yang sudah terpancing gairahnya, membalas ciuman Eric. Lama-kelamaan ciuman Eric turun ke leher jenjang wanita itu, menggigit dan menghisapnya. Membuat wanita itu menggelinjang dan semakin basah.


Eric segera menggendong Isabella naik ke atas, ke kamarnya. Tanpa menunggu lama keduanya saling melepas pakaian masing-masing di sela cumbuan dan belaian yang mereka berikan. Hingga akhirnya, lelaki itu tak sabar dan segera menghujam wanita itu dengan keras dan cepat. Kedua bagian tubuh Isabella yang semakin membesar semenjak kehamilannya, juga tak luput dari jamahan Eric. Ia meremaass dan sesekali menguluumnya. Menikmati bagian yang sangat lembut dan indah itu. Lelaki itu terus memacu dirinya, melupakan kondisi Isabella. Wanita itu terus meracau dalam kenikmatannya. Menurut Isabella, ini adalah simbiosis mutualisme. Dirinya dan Eric saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Tak hanya urusan bisnis, urusan ranjang juga saling memuaskan.


Kegiatan panas mereka yang berlangsung cukup lama akhirnya selesai setelah mendapatkan pelepasan masing-masing. Keduanya cukup puas dengan percintaan malam itu. Dan diam-diam seorang lelaki mengintip dari jendela, menyaksikan kegiatan panas itu dari awal hingga akhir. Lelaki itu menggeram marah, tangannya mengepal penuh emosi menyaksikan wanita yang ia cintai menjerit keenakan dalam kungkungan pria lain.


Setelah percintaan panas mereka, kini Isabella dan Eric saling berpelukan di ranjang wanita itu.


"Ck, kenapa harus lupa?" gumam Eric tiba-tiba.

__ADS_1


"What happen, Darl? Kenapa kamu segusar ini?" tanya Isabella karena Eric terlihat cemas.


"Rokokku tertinggal di kantor. Kamu ada rokok, sayang?" tanya Eric.


"Oh, aku kira apa. Tak ada rokok. Semenjak aku sering batuk selama mengandung. Aku sudah berhenti merokok."


"Hm, bagaimana ya? Aku membutuhkannya saat ini."


"Di dekat sini ada minimarket Ric, may be ... about 500 meters from here."


"Oh begitu. Kalau begitu aku pergi dulu sebentar. Kamu bersihkan diri kamu ya Issy, buat dirimu wangi dan cantik lagi. Aku ingin menikmati tubuhmu lagi."


"Okay, asal imbalannya sesuai." Wanita itu tertawa. Eric juga hanya ikut tertawa.


"Aku pergi sebentar ya? Kamu mau titip sesuatu?"


"Ah tidak Ric, aku hanya ingin kamu cepat kembali ke sini."


"Baiklah, aku tak akan lama."


Cup


"Eric!" panggil Isabella seraya mengusap tengkuknya dengan sabun.


"Cepat sekali kamu kembali. Aku bahkan belum selesai mandi."


"Ric!" Isabella menghentikan kegiatannya. Merasa ada yang aneh karena Eric tak menjawab pertanyaannya.


"Kyaaa ...," jerit wanita itu ketika pintu kamar mandi terbuka dan rambutnya yang basah ditarik paksa dan kepalanya dibenturkan ke dinding beberapa kali.


"Ini balasan karena sudah membawa anakku untuk bercinta dengan lelaki lain."


"Dino, forgive me. Lepaskan aku Dino." Isabella memohon dengan darah yang mengucur dari keningnya.


"Kamu sudah berani main belakang. Dan kamu harus menerima akibatnya. Cukup sudah aku bersabar menghadapimu yang bercinta dengan banyak pria." Dino mengambil pisau lipat dari saku celananya.


"Jangan Dino. Sadarlah Dino," ucap Isabella ketakutan.


Dino terus mendekat tak mengabaikan permintaan Isabella. Ia menghujamkan pisau lipat itu ke perut Isabella beberapa kali.

__ADS_1


"Kyaaa ... arghhh ...." Jeritan yang mengerikan itu memenuhi seluruh rumah. Bahkan mungkin tetangga pun dapat mendengarnya. Isabella terkapar dengan bersimbah darah. Dan Dino segera kabur lewat jendela.


"Hei! Hei! Kamu siapa?" tegur Eric yang telah kembali. Pria itu terkejut ketika melihat sesosok berhodie melompat dari jendela.


"Maling! Maling!" teriak Eric hingga warga berdatangan.


Eric teringat pada Isabella, ia segera naik ke atas mengabaikan keramaian di depan rumah wanita itu. Begitu Eric membuka pintu kamar Isabella, Eric berteriak dengan spontan.


"Arggghhhh ...." Eric beringsut mundur melihat Isabella yang telanjang bersimbah darah dengan mata yang melotot. Tubuh Eric bergetar hebat, tubuhnya luruh ke lantai tak sanggup untuk bergerak. Laki-laki itu sangat shock dan ketakutan.


Warga yang berada di depan rumah segera masuk dan naik ke lantai atas.


Mereka tak kalah terkejutnya melihat kondisi Isabella yang mengenaskan.


"Astagfirullahaladziim."


"Innalillahiwainnaillaihirojiunn." Para warga mengelus dada karena melihat keadaan Isabella yang mengenaskan.


Tak lama polisi dan reporter dari berbagai media mendatangi tempat kejadian. Polisi juga sudah memasang garis kuning. Eric dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, namun lelaki itu masih linglung. Dan Dino akhirnya tertangkap sedang bersembunyi di dekat Taman Pemakaman dekat rumah Isabella. Beruntung, ada warga yang melihat orang yang mencurigakan dan segera melapor. Dan pihak keamanan segera menangkap Dino.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku mau lihat like hari ini... kalau cepat mencapai 100 like aku mau endingin hari ini. aku tunggu sampai jam 12 ini ya..


Oh ya Kemarin kan Nt/Mt error. Yang belum kasih like kasih ya. 😘😘

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2