Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Pacar Kecil


__ADS_3

"Kalau begitu apa lagi? Kita nikahkan sajalah mereka berdua." Semua orang duduk di ruang keluarga menganga tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Oma. Semua orang tak menyangka Oma akan merestui mereka. Apalagi Ray yang semula sudah mendapatkan amarah dan penolakan mentah-mentah dari Oma karena menyukai wanita hamil akibat pemerkosaan. Ray sungguh tak mengerti kenapa Oma berubah pikiran.


"Sebenarnya, almarhum ibu Ray dan Mutia sudah berencana menjodohkan kalian ketika Medina masih dalam kandungan. Eh tak menyangka jodoh sendiri yang menyatukan kalian. Yah ... walaupun dalam kondisi yang seperti ini," ucap Oma lagi.


"Me, apakah kamu tak mengingat Ray? Ray pacar kecilmu?" tanya oma pada Medina.


"Saya ingat sedikit oma, tapi Me tak menyangka kalau dia Mas Ray, Seingat Me cucu Oma bernama Arka." Medina melirik Ray sebentar.


"Iya ... sebelum kecelakaan memang kami memanggilnya Arka. Namun setelah Oma menghapus ingatannya, Oma memanggil nama depannya Ray," ucap Oma sedih mengingat tragedi yang dialami oleh cucunya.


"Pacar apa Oma? Ray tak paham. Apakah Ray sebelumnya mengenal Medina? Menghapus ingatan apa? Jelaskan! Kalian membuat aku bingung," ucap Ray kebingungan.


"Hahahahaha ...." Oma tertawa melihat Ray yang tak mengingat apa pun. Tawa oma membuat ia semakin kesal dan bingung. Ray menatap Medina tersipu, sedangkan bunda sendiri juga tersenyum-senyum.


"Ray, Oma minta maaf tak pernah menceritakan semua padamu. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita, tapi Oma tak ingin menyembunyikan rahasia ini lagi. Kamu juga sudah cukup dewasa untuk mengetahuinya," kata Oma menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.


"Kamu ingat Ray, kalau orang tuamu meninggal karena kecelakaan?" tanya oma.


"Ingat, kan Oma yang cerita," kata Ray.


"Bukan hanya berdasarkan cerita Oma Ray. Sebenarnya yang oma katakan ada kebohongannya. Bukan hanya orang tua kamu yang mengalaminya, tapi kamu juga menjadi korban dalam kecelakaan itu. Kamu Ray kecil harus menyaksikan kejadian mengerikan itu. Kamu Ray kecil harus melihat kedua orangtuamu meregang nyawa dengan mata polos bocah kecil berusia tujuh tahun. Sehingga kamu mengalami depresi berat. Puluhan dokter sudah Oma datangi untuk menyembuhkan kamu. Namun tak ada satupun yang sanggup menyembuhkanmu, Nak. Hingga akhirnya baby Medina datang dan memberi kamu kekuatan. Dialah yang sudah menarikmu dari lubang gelap yang bertahun mengungkungmu, Nak," cerita oma sesekali menyeka air matanya. Semua pendengar yang ada di ruangan itu juga ikut menitikkan air mata.


"Dan kamu tahu Ray? Baby Medina yang menggenggam erat tangan kamu, memeluk tubuh ringkihmu, dia juga yang sudah membuat senyum cucu oma kembali lagi," lanjut oma.


Kemudian Oma menceritakan kisah mereka berdua. Medina yang sedikit mengingat malu akan sikapnya pada Ray.


Flashback On

__ADS_1


Tak ada lagi senyum atau tangis diwajahnya setelah kecelakaan tragis itu merenggut nyawa ayah ibunya. Hanya ada pandangan kosong seolah tanpa jiwa. Anak lelaki tampan yang semula penuh keceriaan kini berubah menjadi anak dingin yang tak merasakan apa-apa. Jika ia tak sengaja mendengar decit rem dari kendaraan bermotor ia akan gelisah dan ketakutan hingga meringkuk di ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia sangat trauma dengan kecelakaan itu. Decitan rem mobil yang ia tumpangi bersama orang tuannya terngiang di telinganya. Oma sudah berputus asa bagaimana agar cucunya sembuh. Namun berpuluh dokter tak satu pun yang bisa menyembuhkannya.


Suatu hari, dua tahun setelah kecelakaan itu gadis berusia dua tahun yang lucu datang berkunjung kerumah oma. Sedari kedatangannya di rumah Ray, gadis kecil itu tak mau diam. Ia meronta-ronta dari pelukan ibunya. Akhirnya karena kewalahan, ibu sang gadis kecil membiarkannya jalan kesana kemari. Gadis kecil itu melihat anak lelaki yang tampan namun tanpa senyuman. Kemudian ia menghampiri Ray kecil yang duduk di ayunan dengan tatapan kosong.


"Atak.. atak.. (kakak.. kakak..)" panggil gadis kecil itu pada Ray. Tangan mungilnya meraih jemari Ray dan memainkannya.


Tak mendapatkan respon, gadis kecil itu tiba-tiba memeluk Ray dengan erat.


"Me Sayang, ngapain kamu disini? Jangan ganggu kakak ya?" nasehat bunda.


"Me anggil atak ... atak diam aja Nda. Atak tak suka Me ya? Me anji idak akal agi," kata Medina kecil dengan wajah sedih.


"Bukan begitu sayang. Kakak suka kok sama Me. Tapi kakak lagi sakit sayang. Jangan ganggu kakak dulu ya?" bujuk bunda.


"Nda, Me mau tatih atak cium. Bial atak cembuh ya, Nda," kata Medina kecil yang lucu.


"Iya sini Bunda gendong. Me cepetan cium Kakak." Mutia meraih putrinya dalam gendongannya. Dicondongkannya badan Medina, dengan wajah sejajar dengan Ray. Dengan cepat gadis kecil itu mengecup lembut kening Ray dan pipinya. Ketika Bunda ingin menarik Me kembali, gadis kecil itu berontak.


"Nah, udah Nda. Atak pasti cembuh kan Me dah atih cium," kata Medina polos. Ray kecil hanya diam dan diam masih tanpa ekspresi seperti biasa. Sedangkan Bunda dan para oma yang sedari tadi ternyata menonton adegan lucu Me mencium Ray kecil tertawa dengan tingkah polah gadis kecil gembul itu.


Setiap akhir pekan gadis itu selalu datang menghiburnya. Bermacam-macam hal ia ceritakan. Berharap anak lelaki yang tampan itu mau meresponnya.


Hari itu hari minggu, seperti biasa Medina selalu mengunjungi Ray kecil. Entah ini pertemuan yang keberapa karena Medina memang sering datang.


"Oma, mana Akak?" tanya Medina yang sudah mulai lancar berbicara.


"Biasa sayang, di ayunan samping rumah, Me rindu ya?" goda Oma mencium pipi gembul anak berusia dua tahun lebih itu.

__ADS_1


"Oma udah, nanti habis pipi Me. Kalau akak mau cium gimana dong?" kata Medina memprotes tindakan Oma yang menciumnya tanpa henti. Bibir kecilnya mengerucut lucu membuat siapa saja gemas dibuatnya. Bunda dan oma serentak tertawa.


"Bun, Me mau ikut akak ya?" kata Medina.


"Iya ... tapi jangan buat akak marah ya sayang?" nasehat Bunda.


"Mana ada Akak malah, Akak kan cinta Me. Me juga cinta akak,"ucap Medina lucu.


"Memang Me tahu apa itu cinta?" tanya Bunda tersenyum geli.


.


.


.


.


.


.


.


.


Waaa ... Me kecil kok sudah bisa ngomongin soal cinta ya? Gaje nggak sih? Yah ... dimasuk akalin ajah yah. wkwkkwk

__ADS_1


Stay terus ya. Part Medina dan Ray kecil agak panjang semoga nggak mengecewakan.


Kasih like ya. Kalau ada yang nambah-nambahin vote pake koin kalian aku tambah berterimakasih dan seneng banget, hehe. 😊


__ADS_2