
"Mana ada akak malah, akak cinta Me..Me juga cinta akak, "ucap Medina lucu.
"Memang Me tahu apa itu cinta? "tanya bunda tersenyum geli.
"Me cayang, Me cium akak, lama-lama akak cekalang mau melihat Me, "jawabnya polos membuat Mutia dan nyonya Lidya tertawa kembali.
"Ya udah Me sana ikut akak, " kata bunda, seketika gadis kecil itu berlari kegirangan menghampiri Ray kecil.
"Haloo akak, Me lindu..akak apa kabal? "kata Medina setelah mendekati Ray. Me menatap Ray yang seperti biasa hanya diam.
"Akak tahu? kata bunda Me akan cegela cekolah lhoo..? Kia aja udah cekolah jadi Me mau ikut Kia, "kata gadis itu lagi.
"Akak jangan diam aja dong, Me kan mau juga main cama akak. Me pengen kita main lumah-lumahan.Me jadi mama dan akak jadi papa. Telus nanti kita punya adek deh. Kayak mamanya Kia punya adek baby yang lucu, "Me bercerita panjang lebar dengan menggenggam tangan Ray erat. Gadis polos itu sungguh menggemaskan.
Mendengar cerita Medina mata Ray berkedip beberapa kali. Hal yang baru pertama kali dilihat Medina. Karena sebanyak apapun Medina bercerita, anak lelaki itu tak pernah merespon apapun. Seakan tak melihat keberadaan Medina atau mendengar suaranya. Me kecil bahagia kerena kakak tampannya kali ini meresponnya.
"Akak dengal yang Me katakan? "tanya Medina mengguncangkan lengan Ray. Ray hanya berkedip lagi.
"Yeey.. kalau akak cembuh kita bica main cama-cama deh, Nih Me kacih cium lagi bial akak cepet cembuhnya "Me mengecup bibir Ray sebagaimana ia selalu dikecup bundanya.
"Akak tunggu cini ya.. Me mau bilang cama oma, oma pati ceneng banget, "Me membalikkan badan ingin masuk rumah menemui omanya dan ingin menceritakan tentang Ray.
Namun malang, karena gadis itu tidak berhati-hati akhirnya ia terpeleset dan jatuh ke kolam renang di dekat ayunan. Medina kecil yang tak bisa berenang menggapai-gapaikan tangan meminta pertolongan.
"Akakk...Tolong Me, Akak..."Medina terengah-engah hampir tenggelam memanggil-manggil Ray.
Entah apa yang dirasakan bocah lelaki itu. Ia panik melihat gadis kecil yang merebut perhatiannya hampir tenggelam dan semakin lemas. Ray kecil bergelut dengan batinnya sendiri. Ingin berteriak minta tolong tapi tak ada suara yang dapat keluar dari pita suaranya. Dengan susah payah Ray menggerakkan tubuhnya.Ia menjatuhkan diri ke kolam dan membawa Medina yang lemas ke tepi kolam.
Orang-orang dewasa yang mendengar bunyi sesuatu jatuh ke kolam segera menghampiri mereka. Bunda panik melihat anaknya ditarik Ray ketepian.
__ADS_1
"Arka, apa yang terjadi nak? "tanya oma khawatir. Bunda sendiri menangisi Medina yang terbatuk-batuk karena sedikit banyak air masuk kemulut dan hidungnya dalam keadaan setengah sadar . Pikiran bunda gelap sampai ia mengabaikan Ray yang telah menolong Medina karena bunda memiliki keyakinan penyebab Medina jatuh adalah Ray.
Tubuh Ray kecil bergetar hebat, ia sangat takut terjadi apa-apa pada Medina.Ray takut Me meninggalkannya seperti ibunya dua tahun lalu. Ray kecil memeluk Medina yang berada dipelukan bunda dengan erat. Tak ada suara atau tangis yang keluar. Tapi dari getaran ditubuhnya bunda tahu Ray juga sangat shock.
"Sayang, kita ganti baju ya..Kamu nggak usah khawatir ya.. Me tidak apa-apa kok, "bujuk oma dengan lemah lembut.Namun, Ray diam tak bergeming.
"Ayo sayang, biar Me juga diganti baju biar bisa main sama Ray lagi, kasihan Me kedinginan. Kalau Ray ada disini Me malu mau ganti pakaian,"bujuk oma lagi. Kali ini bujukan oma manjur, Ray mengikuti oma masuk kerumah dengan patuh walaupun ia sesekali masih menoleh kearah Medina.
"Bunda, mana akak? Akak udah tolong Me, akak nggak papa kan bun.. "tanya Me kecil setelah sadarkan diri.
"Akak nggak apa-apa, akak lagi ganti baju nak, kenapa Me bisa jatuh? "tanya bunda dengan sabar.
"Me lihat akak berkedip bun.. Akak dengel apa yang Me katakan, "cerita Me dengan girang.
"Tapi waktu Me mau bilang cama oma, Me malah jatuh ke kolam, untung akak tolong Me,Me takut bun.. "kata Me ngeri membayangkan kejadian tadi.
"Kita tengok akak yuk nak, "ajak bunda menyesal telah mengabaikan dan berprasangka buruk pada Ray.
"Ayukkk.. "kata Me bahagia berjalan dituntun ibunya menjenguk Ray.
Ray yang sudah berganti pakaian kini sedang tertidur karena oma memberikan ia obat penenang. Oma terpaksa memberi obat penenang karena Ray terlihat ketakutan dan gelisah.
"Yaahh.. akak tidur deh, "kata Me bersungut.
"Akak, telimakacih ya udah tolong Me, "ucap Me kemudian mengecup kening Ray yang tertidur. Wajah Ray begitu teduh dan tenang. Namun tangan kanannya tak henti menggenggam jari telunjuk oma. Seolah bocah kecil itu takut jika ditinggalkan.
"Oma, oma tahu? kakak tadi belkedip kedip waktu main sama Me.. "cerita Me dengan bangga.
"Ah, benarkah? Berarti akak akan sembuh dan main sama Me lagi,"kata oma menitikkan air mata. Oma memeluk Me erat, bersyukur kehadiran gadis itu membuat Ray nya semakin membaik.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf yahh... updatenya ngaret. Kisah Me Ray kecil aku potong lagi karena adik saya lagi sakit. Konsentrasi buyar seketika. Hilang semua ide-ide.
Yah semoga bisa menjadi sedikit pengobat kekecewaan ya..
Kasih like dan komen, serta vote ya.. Aku maunya kisah mereka terkenal 😂😂😂
Terimakasih ya atas dukungan kalian dan terima kasih sudah menungguku
__ADS_1