Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Adek Buat Adam


__ADS_3

"Mama, Papa!"


Teriakan bocah kecil dari atas tangga itu mengejutkan dua insan yang tengah asyik berciuman. Mereka segera menarik diri dan duduk kembali ke kursi masing-masing. Wajah keduanya merah padam karena tertangkap basah sedang berciuman oleh bocah berusia lima tahun.


" Hayo.. Papa sama Mama tadi ngapain?" tanya Adam yang sudah turun terkikik geli.


"Eh, Adam. Kok sudah bangun?" tanya Ray mengalihkan pembicaraan.


"Adam bangun karena mendengar mama sama papa tertawa. Eh, pas Adam lihat dari atas. Rupanya Mama dan Papa sedang cium-cium, gini nih ...." Adam mempraktekan dengan memanyun-manyunkan bibirnya. Membuat Medina semakin malu. Ray dan Medina tertawa melihat tingkah Adam.


"Adam mau makan?" tanya Ray setelah mereka puas tertawa.


"Mau, tapi disuapi Papa. Pakai tangan Papa, kayak Mama tadi," jawab Adam polos.


"Astagfirullah," batin Ray dan Medina bersamaan. Mereka tak menyangka Adam sedari awal memperhatikan kemesraan mereka. Keduanya menjadi semakin malu. Mereka berjanji akan lebih hati-hati lagi.


"Iya, iya ... sini Papa suapin," kata Ray mengambilkan nasi untuk putranya.


"Adam mau makan sama apa?" tanya Ray.


"Ayam goreng," seru bocah itu dengan gembira. Ray segera mengambilkan sepotong ayam untuk Adam.


"Nah, aa ...." Ray mulai menyuapi Adam.


"Sayang, anak Papa. Lain kali Adam nggak boleh main keluar dari gerbang lagi ya?" nasehat Ray sembari menyuapi Adam. Adam mengangguk-angguk karena mulutnya penuh dengan nasi.


"Adam nggak mau kan Mama sedih?" tanya Ray lagi. Bocah itu mengangguk lagi.


"Jadi Adam harus menuruti perkataan Mama dan Papa ya? Janji ...." Ray mengulurkan jari kelingking kirinya dan membuat janji dengan Adam. Adam menyambut kelingking papanya dengan masih sibuk mengunyah.


"Ya udah, cepat habiskan makanan kamu. Habis makan kita main bersama. Okay boy?"


"Okay Papa," kata Adam kembali mengunyah makanan di mulutnya.


"Me, Mas pikir kita sebaiknya merekrut sekuriti deh. Biar kejadian seperti tadi siang nggak terulang lagi. Setidaknya ada yang mengawasi jika Adam keluar rumah," kata Ray di sela-sela kegiatan menyuapi Adam.


"Terserah Mas saja. Me ikut kata Mas Ray," jawab Medina tersenyum.


"Ya sudah tunggu Oma pulang, nanti kita bicarakan," kata Ray.


***

__ADS_1


Malam harinya semua orang berkumpul di ruang keluarga. Oma juga sudah ada di rumah. Kini mereka tengah menonton acara televisi sembari bermain dengan Adam.


"Oma, Ray ingin bicara sesuatu. "


"Iya. Ada apa? Tak biasanya kamu nampak seserius ini," tanya Oma keheranan.


"Ray berencana ingin merekrut seorang sekuriti untuk menjaga gerbang kita," kata Ray.


"Kenapa tiba-tiba Ray?" tanya Oma keheranan.


Ray menceritakan segalanya yang terjadi tadi siang. Oma sedikit kaget. Oma langsung mendekap Adam erat-erat, seolah tak mau kehilangan.


"Kalau sudah terjadi hal seperti itu. Tak perlu menunggu keputusan oma. Langsung cari saja sekuritinya. Kalau perlu rekrut dua orang atau lebih," kata Oma begitu khawatir.


"Mungkin dua orang cukup, Oma. Tak perlu lah banyak-banyak," jawab Ray.


"Oh iya, besok Oma jaga Adam sebentar ya? Ray dan Medina mau pergi ada keperluan sebentar."


"Kalian mau kemana?" tanya Oma penasaran.


"Kami ingin menikmati waktu berdua, Oma," jawab Ray tersenyum nakal.


"Iya Oma buyut. Tadi siang Adam dibiarkan tidur sendirian. Eh Mama dan Papa malah suap-suapan cium-ciuman, di bawah," ucap Adam dengan polosnya. Oma yang mendengar perkataan cicitnya tertawa terbahak-bahak.


"Me, Ray. Walaupun di rumah. Lihat-lihat tempat dan situasi dong. Sekarang Adam sudah semakin besar dan pandai," nasehat Oma sambil tertawa.


"Ya sudah, besok mau pergi jam berapa?" tanya Oma kembali ke topik semula.


"Mungkin sekitar jam sembilan pagi. Ray mau ke kantor sebentar baru pulang menjemput Me," kata Ray.


"Ya sudah, biar Adam di rumah dengan Oma. Oma juga nggak punya acara."


***


Keesokan harinya Ray pulang kembali ke rumah untuk menjemput Medina setelah menyelesaikan urusannya di kantor. Ia sedikit terlambat menjemput Medina. Karena ada beberapa masalah di kantor yang harus ia selesaikan.


Sesampainya di rumah, Ray mendapati Medina yang duduk di sofa ruang tamu dengan cemberut.


"Katanya jam sembilan, ini sudah jam berapa? Jam sepuluh kurang," protes Medina. Ray hanya menyengir, mengaku salah.


"Maaf sayang, tadi ada masalah kecil di kantor."

__ADS_1


"Tahu gitu tadi Me jemput Adam dulu,"kata Medina kesal.


"Iya, maaf ya sayang," ucap Ray merasa bersalah.


"Adam sudah dijemput kan?"


"Sudah dari tadi di jemput Oma," kata Medina ketus.


"Maafkan aku ya sayang. Janji deh nggak akan buat kamu menunggu lagi," kata Ray mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Mama, Papa. Kok belum pergi?" tanya Adam yang baru pulang sekolah. Adam segera menghambur memeluk mama papanya.


"Iya ini juga baru mau pergi," kata Ray mengacak rambut putranya.


"Ih ... jangan dong Pa! Nanti Sofia nggak suka sama lagi sama Adam," protes bocah itu.


"Siapa Sofia?" tanya Ray penasaran.


"Teman sebangku Adam, Pa," jawab Medina.


"Bukan itu saja Pa. Sofia itu pacarnya Adam." Perkataan bocah polos itu membuat semua orang tertawa. Tak terkecuali Bi Sumi yang sedang bersih-bersih.


"Kenapa kamu milih Sofia?" tanya Medina menahan senyum. Karena Medina tahu Sofia yang dimaksud Adam adalah gadis imut berambut ikal. Yang selalu berbicara ketus pada Adam.


"Karena Sofia menolak Adam, Ma. Pokoknya Adam mau buat Sofia suka sama Adam," ucap anak itu dengan semangat. Semua orang semakin tak dapat menahan tawa.


"Iya deh, Adam tampan sudah pinter pacaran," puji Ray menciumi pipi putranya.


"Ya sudah deh. Papa dan mama berangkat, keburu siang."


"Assalamualaikum," pamit Ray dan Medina meninggalkan Adam bersama oma di rumah.


"Oma buyut. Oma tau nggak Mama sama Papa kemana?" tanya Adam senyum-senyum.


"Enggak, emang Adam tahu?" selidik oma.


"Tahu dong, Papa bilang ... Mama dan Papa mau buatin adek untuk Adam," bisik Adam di telinga Oma.


"AP-PA?"


"Keterlaluan Papa kamu."

__ADS_1


Oma mengelus dadanya, sedangkan Adam terkekeh geli melihat reaksi oma buyutnya.


__ADS_2