
"Kia ... aku tahu kamu ikut merencanakan semua itu kan? Kamu berusaha menjodohkan aku dengan Ray kan? Jangan berani berbohong padaku!" tuduh Medina tepat.
"Tapi aku cuma mau kamu bahagia Me. Aku mau kamu menerima Ray. Tidakkah kamu dapat melihat ketulusannya? Ray sampai melepaskan Aurel untukmu Me," kata Zaskia memberi penjelasan.
"Tidak, sekali tidak tetap tidak. Aku tekankan kalau aku tak pernah menyuruh Ray meninggalkan Aurel," sangkal Medina.
"Aku sebagai sahabatmu ingin bertanya padamu, kali ini jujurlah padaku? Me, kamu punya perasaan juga kan untuk Ray? Jawab jujur Me," desak Zaskia.
"Aku tak akan menjawabnya," jawab Medina kekeh.
"Jadi kamu menganggap aku ini apa?" tanya Zaskia marah dan mulai emosi. Medina terdiam mencerna kata-kata Zaskia. Ia tahu sahabatnya sungguh-sungguh marah.
"Iya Kia, aku akui aku mulai mencintainya. Puass?" kata-kata Medina langsung dipotong oleh Zaskia.
"Kamu masih mempertimbangkan apa lagi? Terima Ray dan menikah," kata Zaskia memprovokasi.
"Kia ...." ucap Medina melunak.
"Kalau kamu jadi aku, kamu akan membuat pilihan terbaik untuk dirimu sendiri atau lebih mementingkan anakmu?" tanya Medina.
"Aku ... aku ... tentu akan lebih mementingkan anakku," jawab Zaskia terbata-bata dapat mengetahui kata-kata Medina mengarah kemana.
"Untuk itulah aku tidak dapat menerima Ray dan akan kembali pada Gibran. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku, meski harus mengorbankan kehidupanku. Anakku harus mendapatkan nama ayahnya," jawab Medina mantap.
"Siapa yang ingin anaknya suatu saat bingung dan mengetahui kebenaran kalau dia anak di luar nikah? Setidaknya kalau aku kembali bersama Gibran, anakku akan mendapatkan kasih sayang ayah kandungnya mendapatkan status yang jelas. Dan ketika anakku menikah nanti dia akan mendapatkan nama ayahnya." Jawaban Medina membuat Zaskia tak dapat berkata apa-apa lagi. Semua perkataan Medina benar adanya. Jika suatu saat anak itu dewasa mengetahui Ray bukan ayahnya mungkin ia akan sangat sakit hati.
"Tapi kan Me ... Aku yakin Ray akan menerima dan menyayangi anakmu sepenuh hati," bujuk Zaskia lagi tak mau secepat itu mengalah dengan kekeraskepalaan sahabatnya itu.
"Cukup Zaskia, aku tak mau dengar apa pun lagi. Dan aku mohon jaga rahasiaku. Tentang perasaanku. Jika kamu berani memberitahukan pada orang lain, siapa pun itu aku tak akan memaafkanmu. Sumpah kita putus hubungan Ki," ancam Medina tak main-main. Zaskia langsung diam tak dapat berkata-kata.
"Aku harap kamu sebagai sahabatku akan selalu mendukung apa pun keputusanku," kata Medina semakin membuat Zaskia mati kutu.
"Arrggghh ...." Zaskia menggeram frustasi setelah Medina meninggalkannya.
***
__ADS_1
Sosok itu tergolek tak berdaya di ranjang rumah sakit. Sudah seminggu lebih ia belum sadarkan diri. Sang mama setia menjaganya. Namun entah kemana sang ayahanda yang seakan tak peduli pada keselamatan putranya.
"Sayang, kamu yang kuat ya, Nak. Kamu harus bertahan jika ingin melihat anak kamu. Mama yakin Medina akan datang kemari, Nak. Medina akan kembali kepadamu, Nak. Mama yakin," kata Rika mengecup tangan anaknya berulang kali. Air mata tak berhenti mengalir di pipinya yang mulai terdapat kerutan tanda matangnya usia.
***
Oma merenung di samping kolam renang. Beliau duduk di ayunan kesayangan Ray. Pandangannya kosong mengingat semua yang Reno katakan tentang Ray. Sungguh oma kecewa pada Ray.
Flashback On
"Apakah kamu tahu penyebab Ray memutuskan pertunangan mereka? Apakah dia tahu tentang hubungan kalian?" tanya Nyonya Lidya.
"Ya Nyonya saya tahu, Ray tiba-tiba saja memutuskan pertunangan dengan Aurel Oma. Setelah beberapa waktu, Aurel baru mengetahui bahwa Ray meninggalkannya hanya demi seorang perempuan yang hamil. Tentang hubungan saya dan Aurel Ray tidak tahu menahu," kata Reno menjelaskan.
"Astagfirullahaladziim," Oma mengelus dada mendengar kabar tak enak tersebut.
"Apa yang terjadi dengan kalian semua ini ? Kamu dan Aurel teman tapi mesra dan menjalani hubungan yang sedemikian sehingga Aurel hamil. Dan Ray kenapa malah jatuh cinta dengan wanita hamil?" Oma menggelengkan kepalanya pening.
"Setahu saya wanita itu korban pemerkosaan Nyonya," kata Reno semakin memprovokasi.
"Apa?" Nyonya Lidya sangat terkejut mendengar perkataan Reno. Dengan nafas kembang kempis, ia menahan amarah dan shock akan berita tersebut.
"Terus bagaimana ekspresinya setelah mendengar penjelasan kamu?" tanya Aurel.
"Beliau sangat shock dan terlihat kecewa," jawab Reno.
"Rasakan! Kau pikir cucumu itu sempurna?Kau pikir cucumu itu baik? Nyatanya cucu yang kau banggakan telah membohongimu." Aurel menyeringai. Ia puas melihat Nyonya Lidya yang sekarang menanggung malu.
***
"Ray, siapa Medina?" tanya Oma langsung setelah Ray mengangkat panggilan darinya.
"Apa maksud Oma?" tanya Ray heran kenapa omanya bisa tahu.
"Katakan dengan jelas!" bentak Oma kasar. Baru pertama kali ini, Ray mendengar nada suara oma semarah itu.
__ADS_1
"Siapa yang bilang? Aurel? Atau Yasin?" tanya Ray.
"Tak perlu kamu tahu Oma dapat info dari mana, katakan sejujurnya!" bentak Oma lagi.
"Oma, Ray benar-benar mencintai Medina oma," jawab Ray.
"Mau bagaimana hidup kamu Ray? Mencintai seorang wanita korban pemerkosaan. Jangan buat Oma malu Ray," kata Oma membuat Ray sangat terkejut kenapa oma tahu segalanya.
"Itu bukan salahnya Oma. Dia hanya korban," bela Ray.
"Oma tak mau tahu, tinggalkan wanita itu. Titik. Kamu pulang sekarang. Alasan saja kerja, tak mau pulang. Ternyata kamu menjadi suami palsu untuk wanita itu ya?" kata Oma penuh emosi.
"Pulang Ray, atau Oma akan mati jantungan gara-gara memikirkan kamu!" kata Oma tegas tak mau dibantah langsung memutuskan panggilan telepon.
Ray hanya menggelengkan kepala. Ia bingung harus bagaimana. Dalam kegalauannya atas penolakan demi penolakan yang Medina lancarkan, kini oma mengetahui segalanya. Jujur ia tak akan sanggup jika harus meninggalkan wanita itu dan berjauhan darinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jadi begitulah, Medina ingin memilih Gibran demi anaknya. Ia tak ingin mementingkan kebahagiaan dirinya sendiri. Medina ingin status yang baik bagi anaknya. Bayangkan kalau terjadi dengan kita?
Jadi jangan ngamuk sama author ya, pokoknya ada suatu masa nanti mereka akan bahagia .Sabar yah sayangku.
__ADS_1
Masalah Bin/Binti yang saya tahu kalau anak di luar nikah akan mendapatkan bin/binti Abdullah karena tak berayah.
Maaf jika ilmu saya masih cetek dan banyak kekurangannya. Semoga kalian suka part ini ya.