Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Season 2 ~ Masalah di Tengah Kebahagiaan


__ADS_3

"Tapi aku setuju jika kamu dengannya. Dia lelaki yang baik. Ya sudah ya Kei, nikmati pesta ini. Aku harus pergi untuk menyapa yang lain."


"Iya Kak."


Kini Adam dan Keira saling bersalaman dengan tulus. Melupakan semua kebencian, rasa sakit hati atau dendam yang mungkin ada. Keira berusaha untuk memaafkan Adam sepenuh hatinya, dan menyongsong kehidupannya di masa depan. Menanti kehadiran orang yang mungkin lebih baik untuknya dibanding Adam.


Adam segera meninggalkan Keira setelah berpamitan dengan perasaan yang tenang. Kini perasaan bersalahnya sedikit berkurang. Ia kemudian menemui Zaskia dan Arif dan melakukan hal yang sama. Ia meminta maaf karena sudah menyakiti putri mereka. Zaskia dan Arif berkata jika mereka sudah lama melupakannya. Mereka dengan tulus mendoakan kebahagiaan untuk Adam dan istrinya. Adam sangat lega, seolah batu besar yang menghimpit dadanya sudah menghilang. Tak ada lagi ganjalan perasaan bersalah dalam hatinya.


Dan kini Adam kembali pada Haura yang masih bersama dengan Ibrahim dan kedua orang tuanya.


"Sudah Mas?" tanya Haura dengan tersenyum.


"Iya Ra. Rasanya lebih melegakan."


"Benarkan apa yang Rara bilang? Semua akan baik-baik saja. Bagus Mas, Rara bangga pada Mas Adam." Haura tersenyum manis pada Adam. Merasa bahagia karena suaminya telah berani dan tidak malu untuk minta maaf. Haura jadi semakin menyayangi Adam.


Adam duduk di sebelah Haura, kemudian ia mengambil sebuah kue risoles dan mencomotnya. Lalu ia menyodorkan pada istrinya, meminta Haura untuk menggigit risoles itu."Buka mulutmu sayang."


"Apa sih Mas? Malu dilihat semua orang," ucap Haura dengan wajah yang memerah, karena semua orang kini tengah memperhatikan dirinya.


"Aa ...." Adam tetap memaksa, tak menghiraukan penolakan dari istrinya. Karena tak ingin suaminya malu dilihat semua orang, Haura terpaksa membuka mulutnya dan menggigit risoles yang Adam suapkan. Semua orang bertepuk tangan melihat Adam menyuapi Haura. Namun baru beberapa detik wanita itu mengunyah, tiba-tiba perut wanita itu bergejolak serasa diaduk karena bau bawang yang menyengat. Ia menutup mulutnya dan berlari ke masuk ke rumah dan segera ke kamar mandi terdekat. Mengabaikan kasak-kusuk yang mulai terdengar. Adam yang khawatir mengikutinya dari belakang. Dengan tak sabar, Haura segera menumpahkan semua isi perutnya di dalam wastafel. Adam yang melihat kondisi Haura, jadi merasa bersalah sudah membuat istrinya mual.


"Maafkan Mas sayang." Adam dengan sabar memijit tengkuk istrinya yang masih muntah.


"Euhh ...." lenguh wanita itu, setelah semua isi perutnya keluar. Haura masih sibuk mencuci mulutnya, belum menjawab.


"Tidak apa-apa Mas. Rara juga baru kali ini tidak tahan dengan bau bawang. Maafkan Rara membuat keributan dan mempermalukan Mas Adam."


"Keributan apa? Namanya juga hamil muda. Tidak ada yang harus dipermalukan. Mas yang salah tidak tahu jika kamu tidak bisa memakannya."


Sementara itu di tempat pesta.


"Kenapa ya Ma dengan menantu kita? Apa Rara sakit?" tanya Ray terlihat sangat khawatir.


"Apa perlu saya tengok ke dalam ya?" tanya Ibrahim tak kalah khawatir.


Medina tersenyum dan berkata, "Kalian tidak perlu khawatir. Itu hal yang biasa, tanda kebahagiaan akan datang."


"Maksud anda apa Nyonya?" tanya ibrahim.

__ADS_1


"Maksud Mama apa?" tanya Ray bingung.


"Maksud Mama, sebentar lagi rumah ini tidak akan sunyi lagi. Dan kebahagiaan mereka akan sempurna. Karena sembilan bulan lagi akan ada tawa makhluk kecil yang imut di rumah ini."


"Apa? Maksudnya A-aku akan jadi kakek begitu?" ucap Ray dan Ibrahim bersamaan.


"Sepertinya begitu. Tetapi untuk memastikannya, kita tunggu saja penjelasan dari mereka." Medina tersenyum penuh arti.


Tak lama kemudian, Haura keluar dari rumah dengan wajah yang sedikit pucat. Wanita itu lemas setelah memuntahkan semua isi perutnya. Adam memapahnya dengan sabar. Mereka berdua kembali ke meja tempat orang tua mereka duduk.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Medina mengelus lengan menantunya yang sekarang sudah duduk di sebelahnya.


"Tidak apa-apa Ma. Sudah baikkan juga." Haura mencoba tersenyum.


"Benarkah ada?" Medina mengelus perut rata itu dengan lembut.


"I-iya Ma," jawab Haura dengan pipi yang merona. Wanita itu tersipu malu karena pertanyaan mertuanya.


"Alhamdulillah ...," ucap mereka semua bersamaan.


"Sudah berapa bulan Nak?" tanya Medina.


"Semoga menantu dan calon cucu Mama selalu diberi kesehatan," doa Medina yang merasa sangat bersyukur.


"Amiin ...."


Mereka sangat bahagia. Karena bertambah lagi satu nikmat yang diberikan Tuhan untuk keluarga mereka. Tidak menyangka jika sebentar lagi akan ada tangis bayi mungil di rumah itu.


"Dam, ke sini sebentar!" panggil Ardi dengan wajah yang memucat. Memecah suasana kebahagiaan yang tengah Adam rasakan. Adam segera berpamitan pada semua anggota keluarganya untuk berbicara dengan Ardi.


"Ada apa Di?" Adam segera menghampiri sahabatnya itu.


"Mampuus kita Dam. Harga saham kita merosot jauh."


"Di, jangan bercanda! Bukannya kemarin baik-baik saja? Bahkan naik secara signifikan?" ucap Adam tak percaya.


"Lihat sendiri ini Dam." Ardi mengulurkan ponsel miliknya yang menampilkan diagram tabel yang mengalami penurunan.


"Astaga, apa lagi ini Ya Allah?" Adam mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menyerahkan ponsel pada Ardi. Dan dengan lincah Ardi mengutak-atik ponselnya.

__ADS_1


"OMG, ternyata penyebabnya ini ...." Adam langsung merebut ponsel milik Ardi dan membelalakkan mata tak percaya. Pertemuannya dengan Isabella beberapa waktu lalu di sebuah kafe, dan juga ketika ia mengantar wanita itu pulang tersebar di berbagai media online. Dan kehamilan Isabella sang model terkenal, menjadi judul deadline terpanas. Kini dirinya menjadi trending topik di mana-mana.


"Kamu gila ya Dam? Kamu ada main lagi sama Isabella? Kamu nggak kasihan sama istrimu itu?" bisik Ardi. Di saat yang sama Haura menghampiri mereka karena suaminya dan asistennya terlihat berbicara serius dengan wajah pucat pasi.


"Mas, ada masalah?" tanya Haura menghampiri mereka.


"Oh, tidak sayang. Urusan kantor sedikit saja. Sebentar ya." Adam menjawab pertanyaan Haura, belum sempat menjawab tuduhan Ardi.


"Oh begitu, ya sudah Rara mau menghampiri Mikha dan Hana."


"Iya sayang. Mas lanjutkan ngobrol sama Ardi dulu ya."


"Iya Mas silakan." Haura meninggalkan Adam berdua bersama Ardi.


"Kamu yang gila, Di. Aku sudah lama putus dengannya. Bagaimana bisa aku main gila dengannya sampai hamil."


"Kamu yakin Dam? Siapa tahu kamu benar-benar menghamilinya sebelum kamu dan Haura bersatu. "


"...." Adam jadi ragu, apakah bayi yang dikandung Isabella itu anaknya atau bukan. Lelaki itu jadi gelisah karenanya. Bagaimana jika Haura sampai tahu? Bagaimana jika keluarganya tahu? Dan yang paling mengerikan adalah, bagaimana jika yang dikandung Isabella adalah benar-benar anaknya?


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan komentar ya.


Jangan sedih jika cts akan end, InsyaAllah aku akan buat novel lain yang tak kalah seru.


Minah I Love You seru juga kok, mampir dong ... akan banyak adegan bawang dan menguras air mata 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2