Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Penolakan Oma


__ADS_3

"Maaf sayang, Oma tidak setuju kalau kita menikah secara mendadak. Nggak papa ya sayang? Biar Mas sekalian kumpul modal buat kita, buat masa depan kita. Hanya tinggal menunggu sembilan bulan juga," bujuk Ray.


"Tapi kan Mas ... aku takut kamu direbut wanita lain." Aurel memberi alasan agar Ray setuju terhadap usulannya. Ia berbicara dengan begitu manja.


"Bodoh! Buat apa pakai alasan cari modal segala. Uang yang kamu cari itu jumlahnya tak seberapa jika dibandingkan uang milik nenekmu. Kamu juga Ray, kenapa apa-apa harus sesuai kata wanita tua itu," batin Aurel kesal.


"Kamu tenang saja, Mas akan setia. Kamu tahu kan kalau aku sayang kamu dan tak pernah mengkhianatimu? Lagipula hanya sembilan bulan bukan bertahun-tahun. Mas saja yang sudah empat tahun menunggumu saja bisa bersabar." Ray menggenggam jari lentik milik kekasihnya berharap Aurel mau mengerti.


"Kalau tunggu sembilan bulan anak sialan ini sudah keluar dari perutku. Dan kamu tak akan pernah mau menikahiku. Pokoknya aku harus membuat kamu segera menikahiku. Semua harus berjalan sesuai rencanaku," batin Aurel lagi.


"Ya sudah Mas, nanti biar papa dan mama datang ke rumah Mas untuk bertemu dengan Oma. Please ... kasih kesempatan buat aku berusaha meyakinkan oma." Aurel Mengatupkan kedua tangannya. Dalam hati ia memaki-maki perempuan tua yang sudah merawat calon suaminya sedari kecil karena menggagalkan rencananya. Ia tahu nenek Rayga tak semudah itu dilawan apalagi dibodohi.


"Okay lah kalau itu mau kamu. Aku sih setuju-setuju saja sayang. Tapi mas tidak bisa melawan kehendak orang yang sudah membesarkan Mas dengan kasih sayang. Pengganti mama dan papa. Mas ikut aja mau kita nikah besok atau kapan. Sederhana atau meriah Mas nggak peduli asal sama kamu," jawab Ray santai.


***


"Nyonya, apa perlu kita datang ke rumah keluarga Nona Aurel untuk memperjelas penolakan pernikahan tiba-tiba ini?" tanya Bi Sumi, pembantu kepercayaan oma sembari memijat kaki oma.


"Tak perlu Sum, tunggu saja. Aku yakin Wanita itu akan segera kemari dengan kedua orang tuanya," jawab Oma memejamkan mata menikmati pijatan pembantu yang sudah puluhan tahun bekerja padanya. Bi Sumi hanya mengiyakan kata majikannya.


***


"Nyonya, saya datang kemari ingin mengajukan pernikahan Aurel dengan Rayga agar segera di laksanakan, "ucap Papa Aurel dengan sopan setelah mereka dipersilahkan duduk. Benar sesuai dugaan Nyonya Lidya, Aurel membawa kedua orang tuanya datang untuk membahas masalah pernikahan.


"Maafkan saya Tuan Rendi, saya tidak dapat menyetujuinya. Saya ingin pernikahan cucu saya sempurna. Saya ingin membuatkan pesta yang meriah yang dapat dikenang seumur hidup. Karena Ray cucu saya satu-satunya dan satu-satunya keturunan saya yang masih ada," tolak oma dengan tegas.


"Saya juga berfikir begitu Nyonya. Saya ingin pernikahan mereka dirayakan dengan mewah dan meriah. Biar semua orang tahu.Tapi ini Aurel keras kepala merengek-rengek minta segera dinikahkan. Dia bahkan mau melaksanakan dengan sederhana saja." Kini Mama Aurel yang ikut bicara. Aurel menjadi geram karena mamanya tidak mendukungnya.

__ADS_1


"Tapi kan Oma, saya rasa tak baik kalau berlama-lama menunda sesuatu yang baik. Saya takut Mas Ray akan direbut wanita lain, " ucap Aurel sembari menyikut lengan mamanya yang malah ikut memojokkan.


"Kamu kan kenal cucu saya bukan setahun dua tahun. Kamu sendiri yang tahu bagaimana sifat Ray. Dan saya yakin Ray bisa setia sama kamu. Ataukah ada apa-apa hal yang kamu sembunyikan dari kami sehingga kamu ingin menikah dengan terburu-buru?" pertanyaan Oma yang tepat sasaran membuat Aurel mati kutu.


"Ray sudah bicara kan sama kamu? Saya harap kamu mengerti bahwa saya ingin merayakan pernikahan cucu saya dengan meriah. Tapi untuk mempersiapkan pernikahan tak akan cukup hanya dengan waktu sebulan jadi rencana akan seperti semula, kalian akan menikah akhir tahun," tolak oma lagi.


"Mana mungkin saya menyembunyikan sesuatu dari Oma. Saya hanya ingin secepatnya menjadi istri Mas Ray. Nggak usah buat pesta juga nggak papa. Kami menikah secara sederhana saja," bujuk Aurel kembali.


"Tidak. Saya sudah membuat keputusan. Akhir bulan ini kalian akan bertunangan saja. Sedangkan pernikahan akan dilangsungkan nanti bulan desember," Oma membuat keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.


Akhirnya Aurel tak dapat membantah lagi. Dalam hati ia mengumpat menyumpahi wanita tua yang ada dihadapannya.


"Jangan salahkan aku kalau aku akan membuat rencana licik untuk cucumu agar kau tidak bisa menolak pernikahan kami," batin Aurel semakin kesal rencananya seratus persen gagal.


Sedangkan orang tua Aurel hanya bisa pasrah. Sebenarnya mereka setuju dengan rencana Nyonya Lidya agar pernikahan anaknya dilaksanakan dengan megah dan dengan rencana yang matang. Mereka hanya terpaksa datang karena desakan putrinya.


Setelah meminum air yang dihidangkan, Aurel dan kedua orang tuanya pamit pulang. Mereka sedikit malu karena memohon pihak laki-laki agar segera menikahi anaknya. Sepanjang perjalanan ayah Aurel memarahi putrinya. Sedangkan Aurel hanya diam menahan kemarahannya tanpa mendengar apapun yang dikatakan papanya.


"Iya Nyonya," jawab Yasin menunduk dihadapan majikannya, pemuda berusia 25 tahun itu adalah anak Bi Sumi yang bekerja sebagai asisten pribadi Nyonya Lidya.


"Aku minta kamu segera menyelidiki dan membuntuti wanita itu. Kalau ada apa-apa yang ganjil segera laporkan padaku. Dan ingat kamu yang lakukan sendiri. Aku tidak percaya kemampuan anak buahmu.Tapi ingat jangan sampai ketahuan. Dan aku ingin misi kamu berbuah hasil," perintah Oma dengan tegas.


"Baik Nyonya. Tapi bagaimana dengan pekerjaan saya?" tanya Yasin dengan sopan.


"Kamu tak perlu khawatir. Mengenai pekerjaan kamu tidak usah kamu pikirkan. Ada Sheila yang akan menggantikan kamu untuk sementara. Kamu tak perlu melakukan apapun. Cukup awasi saja wanita itu semua gerak-geriknya yang terlihat mencurigakan laporkan padaku segera. Paham?" jelas Nyonya Lidya lagi.


"Baik Nyonya saya mengerti, saya mohon pamit Nyonya," ucap Yasin undur diri. Nyonya Lidya hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Jangan kira kamu bisa membodohi wanita tua ini. Aku jauh lebih banyak pengalaman dari kamu anak bau kencur. Aku yakin ada yang sedang kamu sembunyikan. Kalau sampai aku mendengar satu saja kabar buruk tentangmu. Akan aku pastikan kamu tidak akan pernah menikah dengan cucuku," ucap Nyonya Lidya setelah Yasin pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai... aku datang lagi dengan lanjutan ceritaku..Ada nggak sih yang nunggu update anku? 😥😥😥


Oh ya Kalau kalian suka tekan like ya? biar aku lebih semangat nulisnya. Kalau bisa dari awal episode dong tekan like.. Gratis aja kan tekan like?? mau vote pakai poin juga boleh.. Seneng akuhh.. 😝😝


Oh iya aku ada dua novel lagi


1 Satu hati sampai mati


2 bunga-bunga cinta

__ADS_1


Kalau ada waktu mampir ya...?


salam sayang untuk pembaca setia.


__ADS_2