
Rumah yang biasa sepi dan senyap penuh ketenangan karena hanya dua orang yang menghuni itu kini berubah menjadi ramai dan meriah. Berbagai kalangan dari keluarga hingga sahabat serta relasi kerja, sudah berkumpul di tempat itu. Ada yang terkejut ada juga yang nampak biasa, karena sudah menyaksikan adegan drama di kantor
waktu itu.
Acara hanya acara jamuan yang santai. Bukan acara secara resmi. Hanya sebuah acara jamuan makan secara casual. Jadi tidak ada susunan acara khusus.
Terlihat Haura nampak cantik menggunakan dress pesta warna putih berlengan panjang, karya Zaskia butik. Wanita itu juga terlihat anggun dan menawan dalam balutan pakaian muslimah itu. Riasan wajah Haura juga mempertegas kecantikan yang selama ini selalu tersembunyi. Setelah Adam memaksanya untuk pergi ke salon, untuk mendapat berbagai perawatan yang aman untuk wanita hamil. Make up yang digunakan juga dipilih khusus untuk ibu hamil. Adam benar-benar tak ingin terjadi apa pun pada istrinya.
Semua orang terpana akan kecantikan wanita yang terlihat sederhana tanpa make up dalam kesehariannya. Haura benar-benar cantik layaknya bidadari. Seperti namanya yang memiliki makna tersebut.
Adam juga tak kalah tampan, tapi memang laki-laki itu terlalu mempesona. Dalam kesehariannya pun, sosoknya mampu memikat banyak kalangan wanita.
Haura dan Adam berdiri berdampingan, terlihat sangat bahagia menyambut para tamu yang datang. Senyum manis selalu tersungging di bibir keduanya. Pasangan itu terlihat begitu mesra. Sesekali Adam mengajak Haura untuk menemui teman-temannya. Memperkenalkannya sebagai istri, agar semua orang tahu statusnya. Teman-teman Adam mengucapkan kata selamat yang menurut mereka sedikit terlambat ralat terlalu terlambat. Karena di usia pernikahan setahun lebih mereka baru mengetahui bahwa sahabatnya itu sudah lama berganti status.
Dan bagi para karyawati di kantor Adam, hari itu merupakan hari patah hati untuk mereka. Atasan yang mereka kira masih single, nyatanya sudah beristri. Setahun lebih, mereka menggantungkan harapan palsu dengan harapan bisa memikat bos mereka. Dan bertahun-tahun mereka bekerja di sana, tak ada seorang pun yang mampu memikat hati Adam. Bahkan jauh hari sebelum lelaki itu menikah. Adam tak pernah menanggapi rayuan para wanita.
Ray dan Medina juga tak kalah bahagianya, akhirnya mereka bisa menyelenggarakan acara syukuran walau dengan cara memaksa. Karena mereka tahu Haura akan menolak.
Pasangan suami istri yang selalu mesra walau usia mereka semakin senja itu kini tengah berbincang dengan besannya, Ibrahim. Sesekali terpecah tawa di antara ketiganya. Setelah apa yang terjadi, tak membuat hubungan mereka menjauh.
Dan Mikha terlihat mulai akrab dengan Hana dan Fauzan. Kelihatannya kini mereka berteman. Walau masih agak canggung, tapi mereka mulai terlihat dekat.
Keluarga Keira juga datang memenuhi undangan. Ikut berbahagia dengan hubungan Adam dan Haura yang semakin membaik. Melupakan semua masa lalu mereka yang buruk.
Keira nampak sudah membaik. Kelihatannya dokter cantik itu sudah mulai move on dari Adam. Ia sudah tidak terlalu sedih. Dan di pesta itu ia tengah berbicara dengan seorang laki-laki.
"Mas, aku ingin mengambilkan makanan untuk ayah dulu ya?" pamit Haura.
"Iya sayang, Mas juga mau menyapa ayah."
Haura menuju meja prasmanan. Dan mengambil beberapa kue untuk ayahnya. Sedangkan Adam menyapa mertuanya yang sedang berbincang dengan orang tuanya.
Tak lama Haura datang membawa makanan untuk Ibrahim.
"Yah, ini Rara bawakan kue."
"Terima kasih ya Nak. Semoga kehidupan kalian selalu dilimpahi kebahagiaan." Ibrahim mengelus rambut putrinya yang tertutup hijab dengan lembut. Laki-laki itu terharu, akhirnya putrinya mendapat kebahagiaan.
"Nak Adam, ayah minta maaf atas kejadian waktu itu. Ayah juga ingin menitipkan putri Ayah yang paling Ayah sayangi ini padamu. Jaga da sayangi dia ya Nak." Ibrahim menyeka air mata yang lolos dari pelupuk matanya.
"Ayah, Adam sudah melupakan semua. Jadi Ayah tidak perlu minta maaf. Adam yang minta maaf karena pernah menyia-nyiakan Rara. Maafkan Adam yang pernah menyakitinya. Tetapi Adam berjanji akan selalu membahagiakannya."
"Mari kita lupakan semua hal yang buruk. Kita buka lembaran baru dan mengisinya dengan hari yang lebih baik." Ibrahim memeluk Adam erat-erat. Semua orang yang ada di situ merasa sangat terharu.
Saling minta maaf dan saling memaafkan. Semua terasa sangat indah. Tak ada lagi dendam maupun kebencian. Dan kedepannya mereka bisa hidup lebih tenang.
"Ra, bolehkah aku berbicara dengan Keira sebentar saja?" pinta Adam. Haura tak menjawab, hanya menatap mata suaminya dengan pandangan yang sulit dijelaskan.
__ADS_1
"Bukan begitu, Mas ingin mengakhiri semua kecanggungan kami. Mas ingin minta maaf padanya. Masih ada ganjalan di hati Mas ketika dulu Mas menyakitinya. Mas ingin menyelesaikan semua kesalahan di masa lalu. Agar kelak di kemudian kami hubungan kita dengan keluarga Tante Kia jadi lebih baik lagi."
"Iya Mas, Rara percaya kok. Lakukan yang tebaik Mas, minta maaflah dengan tulus. Agar tidak ada lagi beban di hati kalian. Agar semua menjadi lega."
"Terima kasih sayang."
Adam pergi meninggalkan Haura dan menemui Keira yang masih asyik berbicara dengan seseorang. Dan sesekali wanita itu terlihat tertawa bahagia.
"Ehm, aku pinjam Keira sebentar boleh?" ucap Adam pada lelaki yang sedang berbicara dengan Keira.
"Tergantung dia. Dia mau atau menolak berbicara denganmu," ucap laki-laki itu seraya menatap Keira dengan intens.
"Kei, bagaimana? Maukah kamu berbicara sebentar denganku?" tanya Adam pada wanita yang kini kehilangan senyumnya. Padahal tadi wanita itu terlihat bahagia.
"I-iya boleh."
"Ya sudah mari kita duduk di sebelah sana."
"Sebentar saja ya Bro. Keira aku pinjam. Tidak akan aku apa-apakan kok."
"Sialan," umpat lelaki yang tadi berbicara dengan Keira kesal.
Dan kini mereka berdua duduk di sebuah meja kosong dekat jendela. Keduanya begitu kaku dan kikuk. Adam sedikit bingung untuk memulai pembicaraan. Akan tetapi, sudah menjadi niatnya untuk minta maaf secara tulus pada Keira. Menyelesaikan luka di masa lalu.
"Ehem, Apa kabar Kei?" tanya Adam gugup.
"I-iya Kak. Kei baik-baik saja."
"Alhamdulillah semua ok." Adam sedikit bingung ingin mengatakan apa lagi.
"Kei ...."
"Ya."
"Aku ... aku ingin minta maaf padamu. Maafkan aku yang dulu pernah menyakitimu."
"Iya Kak. Kei sudah lama memaafkan Kak Adam."
"Benarkah?"
"Iya Kak. Keira sudah memaafkan Kak Adam sejak lama. Kei juga masih berusaha untuk melupakanmu. Karena ... jujur saja Kei belum bisa melenyapkan perasaan yang sudah tumbuh puluhan tahun ini."
"Maaf Kei. Aku tak tahu jika sedalam ini kamu mencintaiku. Tapi ingatlah bahwa aku juga menyayangimu Kei. Menyayangimu seperti aku menyayangi Mikha."
"Iya Kak. Terima kasih."
"Kei, ngomong-ngomong kamu ada hubungan apa dengan dia?" tunjuk Adam pada lelaki yang tadi berbicara dengan Keira. Wajah Keira bersemu merah karena pertanyaan Adam.
__ADS_1
"Apa sih Kak? Kami hanya sahabat," jawab Keira gugup.
"Tapi kelihatannya tidak seperti itu." Lagi-lagi gadis itu tertunduk malu.
"Tapi aku setuju jika kamu dengannya. Dia lelaki yang baik. Ya sudah ya Kei, nikmati pesta ini. Aku harus pergi untuk menyapa yang lain."
"Iya Kak."
"Semoga dengan kehadirannya aku bisa melupakanmu Kak. Dan semoga dia juga punya perasaan yang sama denganku," batin Keira.
.
.
.
.
.
.
TAMAT
Bercanda ding 😂😂
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang benar sudah mendekati ending.. 😥😥😥
__ADS_1
Kapan Thor? Ikuti alurnya saja. Author juga sedang berusaha menyelesaikan konflik yang ada. Ada yang sudah bisa menebak siapa lelaki yang bersama Keira? Tentang Keira nanti InsyaAllah akan Author ceritakan khusus di part ekstra. (kalau tidak malas buat part ekstra hehe)
Macam biasa, author nak korang bagi like dan komen yang banyak ye ...author maksa 😘😘😘