Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna
Membongkar Semuanya


__ADS_3

"Siapa yang sudah melakukan ini?" tanya seorang pria paruh baya dengan emosi. Wanita muda dan cantik itu malah semakin menangis tersedu-sedu.


"Katakan! Menangis tak akan menyelesaikan masalah," bentak pria itu lagi masih dipenuhi amarah.


Suara bariton itu menggelegar memenuhi ruangan. Sang putri yang menyebabkan kemarahannya tengah duduk berlinang air mata dalam pelukan sang ibu belum berani menjawab perkataan ayahnya. Dada sang ayah kembang kempis, seumur hidup ia belum pernah merasa semarah dan semalu itu. Anaknya telah mencoreng arang di wajahnya. Hamil di luar nikah. Perkara yang membuat keluarga harus menanggung malu dan hinaan dari tetangga. Orang tua yang akan dipersalahkan. Dianggap tidak becus mengurus dan mendidik anaknya.


"Katakan Aurel! Kamu mau menyelesaikan sendiri, kalau kamu tak mau memberi tahu Papa? Siapa yang sudah menghamilimu?" bentak ayah semakin murka.


"Tapi Papa janji jangan lakukan apa pun terhadap dia ya Pa? Aurel mencintainya, Aurel mohon jangan sakiti dia. Kalau Papa mau berjanji, Aurel akan memberi tahu Papa," jawab gadis itu terisak-isak.


"Tergantung dengan jawaban kamu, katakanlah! Sebelum ayah semakin murka," kata laki-laki itu melunak karena tangisan putrinya.


"R -Ray yang melakukannya Pa. Ray yang membuat Aurel hamil," jawab Aurel terbata-bata.


"Apa? Kamu nggak bohong kan?" Aurel menggelengkan kepala.


"Papa kira dia keluarga terhormat. Cucu pengusaha ternama itu ternyata hanya pria kurang ajar yang tiba-tiba memutuskan pertunangan denganmu ternyata telah merenggut kehormatanmu dan meninggalkan kamu begitu saja? Jadi ini alasannya dia memutuskan pertunangan kalian? Benar-benar pengecut !" kata Rendi, Papa Aurel. Aurel masih menangis di pelukan mamanya.


"Papa nggak mau tahu, kita harus menuntut pertanggungjawabannya. Enak saja dia mau lepas tangan begitu saja," tambah Rendi.


"Pa ... tahan emosi Papa ya? Yang terpenting adalah Papa harus membuat Ray bertanggung jawab pada anak kita. Ray harus menikahi anak kita, Pa," bujuk Mama Aurel. Lelaki itu bersidekap menetralkan kemarahannya. Sedangkan putri yang sedari tadi menangis, diam-diam menyeringai puas.


***


"APA? "


Bunda sangat terkejut dengan perkataan Medina. Wanita itu tak menyangka anaknya menipunya. Dan ada lagi seorang pria yang turut andil dalam menipunya.


"Lalu siapa ayah anak yang sedang kamu kandung?" tanya bunda masih menahan diri. Medina masih menundukkan kepala belum berani menjawab.


Belum sempat bunda ingin menginterogasi Medina lebih lanjut, terdengar suara deru mobil dari halaman depan rumah. Tak lama terdengar keributan kecil di depan membuat bunda memalingkan wajah dari Medina dan turun kebawah mencari tahu ada apakah gerangan. Bunda bertanya-tanya siapakah yang berkunjung.


Sementara itu di halaman rumah Medina, Ray sedang keluar dari mobil. Beberapa detik kemudian sebuah mobil sedan yang ia kenali berhenti di belakang mobil Ray.

__ADS_1


"Seperti mobil Oma," batin Ray.


"Ray," panggil Lidya.


"Oma ... Oma ngapain kesini?" tanya Ray yang juga terkejut.


"Ini rumah anak sahabat Oma. Kamu sendiri ngapain ke sini?" Oma memandang Ray keheranan. Ray pun sama memandang oma penuh tanda tanya.


"Baguslah Ray juga sudah datang. Mari masuk ibu," kata Bunda menyapa Oma dan mempersilakan mereka masuk.


Oma dan Ray berjalan masuk penuh tanda tanya. Oma heran mengapa Ray kenal keluarga Mutia. Dan Ray juga bingung kenapa omanya mengenal keluarga Medina yang tinggal di Jakarta. Sangat tidak masuk akal dan mustahil.


Sesampainya di lantai atas tempat Medina menunggu, mereka duduk mengelilingi meja. Ray duduk berhadapan dengan Medina namun jarak mereka cukup jauh terpisah oleh sebuah bangku panjang. Ada oma, bi Sum dan juga Alif yang juga ikut duduk di sana dengan kebingungan. Entah ada apa ini sebenarnya. Mereka duduk dalam keheningan menunggu Bunda yang tak ikut naik karena menyiapkan minuman ala kadarnya. Baru setelah itu Bunda membawa minuman ke atas dan ikut duduk di sebelah Medina.


"Jelaskan Medina, ada apa ini sebenarnya? Bunda bingung," kata Bunda tegas. Bunda masih berupaya membendung emosinya yang akan meluap.


"Maafkan Medina Bunda. Mas Ray bukan suami Me. Medina hamil di luar nikah. Pacar Medina memperkosa Me Bun. Ampuni Me bunda," pohon Medina sambil menangis.


"Bukan salah Medina Bunda. Medina kan hanya korban," bela Ray. Medina tertunduk diam.


"Haa ... kamu juga Ray, baik banget ya? Datang ke sini sebagai suami Medina. Membantu Medina menipu Bunda, kalian senang ya bersekongkol dan membodohi bunda?" tanya Bunda menatap tajam Ray. Oma hanya diam tak berkomentar karena ingin mengetahui lebih lanjut.


"Mas Ray nggak salah apa-apa, Bun." Giliran Medina membela Ray.


"Ray bilang bukan salah kamu. Kamu bilang bukan salah Ray. Terus salah siapa? Salah bunda gitu?" tanya Bunda menatap Medina dan Ray bergantian. Ray dan Medina diam tak mampu berkata-kata lagi.


"Yang salah adalah pria yang sudah memperkosa kakak Bunda," jawab Alif ikut bicara.


"Katakan! Siapa yang sudah menghamilimu?" tanya Bunda lagi.


"Gib-Gibran Ilyansyah, Bun," jawab Medina terbata-bata.


"Siapa Gibran? Kamu mengenalnya di Amerika?" tanya Bunda kebingungan. Medina hanya menganggukkan kepala membenarkan.

__ADS_1


"Ha? Gibran yang anak pengusaha terkenal itu? Yang bertunangan dengan Cyntia? Yang kecelakaan dengan model Cyntia itu juga?" bebel Alif seakan tak percaya. Medina lagi-lagi mengangguk lemah. Bunda sudah tak dapat berkata-kata lagi. Antara marah, kecewa, dan malu anaknya hamil tanpa suami.


"Oma benar-benar tak menyangka, Ray bilang sama oma tinggal di Jakarta untuk sementara karena ada kerjaan disini. Eh ... rupa-rupanya dia tinggal disini menjadi suami palsu untuk Medina. Kita juga tak terpikirkan nama-nama mereka kan? Mutia juga sudah lama tak bertemu dengan Ray. Hanya waktu mereka masih kecil jadi Mutia pasti tak ingat wajah Ray," kata oma sambil tersenyum. Sangat bertolak belakang dengan wajah mereka yang tegang. Oma malah terkekeh geli.


"Kalau begitu apa lagi? Kita nikahkan saja mereka berdua?"


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapa yang setuju dengan pendapat oma hayoo? Kira-kira mereka segera menikah nggak ya?


Besok aku akan update lagi sedikit kisah masa kecil Medina dan Ray.


Ayo dong kasih dukungan like vote komen. Untuk pembaca baru klik like dari awal eps ya? Sedih banget aku. Viewers 18rban likenya dikit amat nggak nyampe 100 per episode. Apa tulisanku nggak layak ya? Semakin membuat aku tidak bersemangat untuk melanjutkan.


Padahal aku ingin kasih hadiah 3 eps atau 4 eps kalau per epsisode dapat 100 lebih like 😩😩😩


Tapi aku tetep berterimakasih sama kalean.. Yang sudah menyemangati aku sehingga sampai di episode sekarang.


Terimakasih pembaca setia, salam sayang dariku untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2