
"Hachumm! Hachum!" Dhavin yang kala itu sedang menyetir, langsung mendelik tajam, 'siapa yang sedang membicarakanku dari belakang?'
"Pasti ada yang barusan mengutukmu."
"Aku tidak butuh suaramu. Diam saja disnaa." Ketus Dhavin, dia melirik kearah spion yang ada di dalam mobil dan terlihatlah ada satu orang yang sudah di ikat layaknya lontong, sedang meringkuk di kursi belakang. "Jika bukan karenamu, handphoneku tidak mungkin jatuh ke laut."
"Ayolah, aku tidak sengaja. Lagian siapa yang suruh main handphone di pinggir dek kapal?" Ucapnya, menuduh balik kepada Dhavin.
"Mau meyalahkanku? Padahal yang jalannnya tidak pakai mata itu bukannya kamu?!" Protes Dhavin, kepada tersangka atas segala hal yang di alaminya beberapa hari ini.
"Iya..iya..maaf."
"Memangnya maaf saja bisa menyelesaikan segalanya?" Cetus Dhavin dengan delikan tajam tentunya.
Dhavin benar-benar tidak puas hati dengan situasinya, dimana gara-gara handphone nya jatuh ke tengah laut, alhasil dirinya tidak bisa menghubungi Revina. 'Padahal mau memberikannya kejutan, kenapa jadi seperti ini?' Dhavin geram sendiri gara-gara manusia tidak berguna yang ada dibelakangnya itu. Sampai akhirnya Dhavin langsung menginjak pedal rem, sedalam-dalamnya.
"Eh? Dhavin, kita sudah sampai dimana?" Tanyanya, sebab saat ini kedua matanya sedang di tutup rapat, makannya dia tidak tahu arah tujuan Dhavin.
"Sampai? Padahal aku baru akan memulai perjalanannya." Jawab dhavin.
'Perasaanku kenapa jadi tidak enak seperti ini ya?' Batin pria ini. "Memangnya perjalanan kita akan kemana?" Tanyanya dengan nada ragu.
"Perjalanan untuk menguji adrenalinmu." Balas Dhavin.
"A-apa?! Kamu mau apa?!" Pria ini mulai dilanda kepanikan saat Dhavin mengatakan adrenalin.
"Memangnya gara-gara siapa handphoneku jadi jatuh ke laut?" Selepas mengatakan itu, Dhavin keluar dari mobil.
BRAK.
"Dhavin! Jangan! Aku tahu aku salah! Dhavin!" Jerit pria ini, benar-benar takut dengan apa yang akan di perbuat oleh Dhavin kepadanya. "Dhavin!" Teriaknya lagi.
__ADS_1
Sayangnya nama agung yang terus di teriaki itu akhirnya menghilang setelah..
"Bawa dia jalan-jalan dengan kecepatan penuh." perintah Dhavin kepada seorang wanita cantik bertubuh seksi, yang baru saja datang dengan motor sport nya. "Kola lamu bisa membuat rekor tercepat, aku akan membrikanmu dua mobil lainnya."
Wanita ini pun langsung memberikan hormat dengan gaya kedua jari miliknya dia gerakkan dari pelipis kanannya ke udara. "Ok, janji ya?"
"Hmm..aku selalu menepati janjiku. Lagi pula dia sudah menjadi saksinya juga." Arah dari sorotan mata Dhavin sempat menunjuk pada seorang wasit yang berdiri di salah satu bangku penonton.
Pria awal tiga puluh tahunan itu pun membungkuk hormat, sebagai jawaban atas apa yang di katakan oleh Dhavin tadi.
"Lakukan yang terbaik, karena jika kamu masuk dalam daftar peserta lomba nanti, akulah yang akan mensponsori kamu." Imbuh Dhavin.
"Ok Bos." Sahut wanita ini dengan wajah senangnya.
Dia pun berjingkrak senang sambil berjalan ke arah mobil dan masuk kedalam mobil yang tadi di bawa oleh Dhavin.
Setelah memberikan tugas kepada salah satu kenalannya itu untuk memberikan pelajaran terhadap tersangka yang sudah Dhavin ikat dan di letakkan di bangku penumpang, Dhavin pun segera menghampiri mobil lain yang baru datang lewat gerbang stadion.
Demi memberi seseorang pelajaran, dia pergi ke lintasan dari trek balapan, dan tentu saja untuk membawa si pembawa sial itu jalan-jalan di trek balapan.
"Tuan, ini kuncinya dan ini handphone baru nya, semua data sudah berhasil di salin." pria berpakaian jas formal berwarna hitam ini pun memberikan kedua barang yang di bawanya kepada Dhavin, sang Tuan majikannya itu.
Dhavin pun dengan serta merta menyambar barang itu dari tangan anak buahnya, setelahnya dia berjalan pergi menuju mobil yang baru saja datang itu untuk dia naiki.
BRAK...
"............" Ekspresi wajah Dhavin pun benar-benar serius. Dia terus menatap kearah depan.
Suara deru dari kenalpot itu pun langsung menggelegar, setelah Dhavin menginjak pedal gas secara terus menerus.
Tidak hanya mobil yang sedang dinaiki oleh Dhavin saja yang sedang memainkan gas mobil itu, tapi knalpot dari mobil yang sudah Dhavin berikan kepada wanita tadi pun sama-sama dimainkan.
__ADS_1
Dan secara kebetulan, mobil mereka berdua saling berhadapan.
"Heh..akhirnya aku bisa memiliki mobil ini secara gratis." Ucap wanita ini seraya menyunggingkan senyuman penuh kemenangan, karena dia bisa menikmati mobil mewah yang memiliki harga selangit, dan untuk mendapatkannya pun cukup mudah, yaitu memberikan layanan ekstra untuk penumpang yang ada di belakangnya persis itu.
"Hei wanita, aku akan memberikanmu mobil yang lebih mewah dari ini, tapi-"
"Hmm? Tapi apa? Pasti ada syaratnya kan?" Sela wanita ini terhadap ucapan dari tawaran yang dilakukan oleh pria di belakangnya itu.
"Jangan turuti perintah dia."
"Ho~ Yang kamu maksud itu siapa, sayang? Dhavin kah?" Senyumannya pun semakin lebar, menghiasi bibir berpoles lipbalm, sehingga kesan dari bibir yang terlihat lembab dan cantik itu pun bisa menggoda siapapun yang melihatnya.
"Ya...jangan turuti anak itu, nanti aku akan memberikanmu uang juga. Jadi jangan jalankan mobil ini." Pinta pria ini lagi kepada wanita yang hendak melakukan aksinya untuk memacu adrenalin dalam kecepatan tinggi.
"Haduh bagaimana ya? Tawaran dari pria itu sangat menggiurkan. Jika aku membawamu jalan-jalan bersamaku dalam waktu paling cepat, aku bisa dapat dua mobil lainnya tuh." Sindir wanita ini, membanding-bandingkan tawaran yang di berikan Dhavin kepadanya jauh lebih menggiurkan ketimbang pria di belang sana.
BRMM....BRMM......
Dan dengan sengaja, wanita ini pun kembali menginjak pedal gas, agar suara dari deru knalpot itu terus keluar dengan keras.
"Tidak..!"
"Tidak apa sayangku. Padahal banyak pria yang ingin duduk satu mobil denganku, tapi kamu sendiri justru menolak hal itu. Karena sekarang aku berbaik hati, jadi nikmati kencan ini dengan ku ya?" Ucap wanita ini dengan nada menggoda.
Selepas itu, kedua mobil yang saling berhadapan itu akhirnya maju dengan kecepatan tinggi.
"Tidak! Jangan lakukan itu!" Teriak pria ini, orang yang punya ketakutan dalam hal kecepatan, tapi sayangnya dia justru di berikan hukuman keras dengan menemui adrenalinnya sendiri. "DHAVIN!" Teriaknya dengan cukup lantang.
Dan mobil berwarna hitam yang dikendarai oleh wanita ini pun melaju masuk kedalam arena balapan, sedangkan mobil berwarna putih yang dikendarai oleh Dhavin langsung keluar dari trek arena balapan.
WUSHH....
__ADS_1
Teriakan yang meneriaki namanya itu pun tidak Dhavin gubris.