Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
08 : DBMJCP : Kiriman perusak hati


__ADS_3

Dhavin...


Dia adalah laki-laki yang menurut Revina cukuplah aneh, saking anehnya terus saja menempel padanya seperti sudah jadi satu bagian.


Tapi sekalipun tingkah Dhavin terhadapnya terkadang membuat kesal, nyatanya setelah di tinggal tiga hari tanpa ada kabar, dirinya ternyata baru merasakan yang namanya kesepian.


'Apakah saat aku koma, Dhavin juga merasakan kesepian seperti yang sedang aku rasakan kali ini?' Revina hanya menebak-nebak saja.


Revina dengan di temani tiga orang suster di belakangnya...tidak, tapi ada empat orang di belakangnya, membuat dirinya saat ini yang sedang menyusuri koridor rumah sakit untuk pergi menuju lift, secara otomatis menjadi pusat perhatian.


Satu orang usster mendorong kursi rodanya, dua suster yang lain membawa kedua anaknya, dan yang terakhir bertugas membawa koper miliknya.


'Hadeh...aku sebenarnya malas jadi pusat perhatian seperti ini.' Keluh Revina. Tetapi demi menghindari adanya orang yang mengenal wajahnya, Revina sengaja memakai masker juga topi bundar.


Dan demi keamanan?


Ya...Itu yang dia rasakan saat ini, dimana seluruh depan pintu lift di seluruh lantai, sebenarnya sudah di jaga, agar tidak ada orang yang memakai lift, ataupun berpapasan dengannya.


Sehingga Revina dan beberapa suster yang membantu membawakan barang serta kedua bayi nya itu, tidak akan ada orang yang mengganggunya ataupun membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang.


TING..


Dentingan dari lift itu menandakan kalau lift sudah datang.


Mereka semua langsung masuk secara bergilir.


'Kenapa Dhavin masih saja tidak bisa aku hubungi?' Raut wajah sedih yang tertutup oleh masker pun tidak bisa di lihat oleh mereka, betapa kecewanya Revina menghadapi harapan yang perlahan sirna itu. 'Apakah terjadi sesuatu kepada Dhavin?' Revina langsung menggeleng cepat ahar pikirannya itu benar-benar tidak terjadi.

__ADS_1


TING..


Setelah kurang dari dua menit berada di dalam lift, suara dentingan lift pun akhirnya terdengar lagi, yang menandakan mereka semua sudah sampai di lantai paling dasar, yaitu basement.


Tepat ketika kedua pintu lift terbuka, satu orang laki-laki sudah berdiri di depan pintu lift persis, lantas membuat Revina sedikit mendongak ke atas.


Berharap kalau yang sedang berdiri di depannya itu adalah Dhavin.


"............." Tetapi semua harapan itu langsung sirna, sebab pria yang sedang berdiri di depannya itu adalah pelayannya Dhavin, yaitu Arlsei.


"Tuan? Apakah anda yang akan mengantar Nyonya Revina?" Tanyanya, karena ia melihat tatapan dari Arlsei terus terpaku kepada Revina yang terlihat kecewa.


Tentu saja kecewa, sebab yang datang bukan suaminya, melainkan pelayannya.


"Kalian ikut aku." Perintah Arlsei sebelum akhirnya dia berbalik pergi memimpin mereka.


Saat ini mereka semua berjalan mengikuti Arlsei dari belakang, menuju salah satu mobil yang dikendarai oleh Arlsei sendiri.


"Hmmm..." Revina sebenarnya sedikit sedih, karena dia pikir ada kejutan dari Dhavin. 'Ternyata aku terlalu berharap ya? Apakah gara-gara aku sudah terlalu mengandalkannya, makannya aku jadi punya harapan sebesar ini?' Revina tersenyum tipis, sebab setiap kali dirinya mencoba untuk menghubungi sua,inya itu, Revina hanya mendapatkan zonk.


"Nyonya, mari saya bantu anda masuk." Kara suster tersebut kepada Revina agar turun dari kursi roda dan pindah masuk kedalam mobil bagian depan.


Tanpa sepatah kata, Revina masuk dan di banu oleh suster tersebut, lalu di ikuti oleh dua orang lainnya yang kini membawa bayi kecil dari darah daging Revina dan Dhavin.


Setelah semuanya masuk, dan koper milik Revina sudah di bawa masuk kedalam bagasi, Arsle pun akhirnya bertanya.


"Nyonya? Apa ada sesuatu yang tidak berkenan?" Akhirnya Arlsei bertanya.

__ADS_1


"Ya, Dhavin kemana? Kenapa aku tidak bisa menghubunginya?" Tanya Revina detik itu juga, memperlihatkan kalau pertanyaan dari Arlsei adalah hal yang paling Revina tunggu dari tadi, karena itu apakah Arlsei akan menjawab pertanyaannya yang dipenuhi rasa penasarannya?


Melihat Nyonya muda nya benar-benar ingin menuntut sebuah jawaban darinya, maka Arlsei pun menjawab, "Tuan saat ini sedang berada di luar negeri. Mungkin saja beliau sedang sibuk-sibuknya."


Sebenarnya Arlsei sendiri tidak tahu kemana perginya. Dia memang hanya diberitahu akan pergi keluar negeri, tetapi mau apa dan kapan akan kembali, itu diluar kemampuannya untuk menjawab, sebab Dhavin sama sekali menutupi tujuannya itu.


"Berwisata?"


"Bukan, tapi kar-" Sayangnya kalimatnya langsung menghilang setelah Arlsei mendengar suara notifikasi dari handphone.


TING...


Suara notifikasi yang masuk itu, membuat Revina fokus untuk membuka pesan singkat kiriman dari nomor tidak di kenal.


Dan ketika membukanya, Revina langsung mengernyitkan matanya, sebab isi dari pesan yang dia terima oleh nomor asing itu berisi beberapa foto.


"Wow...ini menakjubkan ya?" Ekspresi Revina berubah antara senang juga jengkel. Dia memperlihatkan beberapa foto foto hasil kiriman seseorang khusus untuknya.


Sampai Arlsei sendiri sama-sama mengekspresikan rasa terkejutnya juga ketika melihat ternyata orang yang ada di dalam foto itu adalah Bos nya yang sedang tidur terlelap bersama dengan seorang wanita?!


"Melihat wajah Dhavin yang lelah itu tertidur, rasanya menyenangkan." Kata Revina dengan senyuman lembutnya. Sampai-sampai Revina mengusap lembut sosok Dhavin yang ada di dalam layar handphone nya sendiri itu. Tapi ketika Revina menggeser foto itu untuk lebih fokus ke seorang wanita, maka ekspresi wajahnya jadi sedih. "Tapi..kenapa dia memperlihatkan wajah tidurnya dengan wanita lain? Apakah dia sudah bosan denganku?" Gumam Revina dengan tatapan mata sendu.


Melihat kondisi itu, Arlsei langsung melirik ke belakang, menuntut dua orang yang sedang menggendong bayi itu untuk tutup mulut.


Kedua suster tersebut pun langsung menunduk, takut dengan tatapan Arlsei yang begitu dingin itu, seolah jika mereka berdua membuka mulut, maka nyawa lah yang akan menjadi taruhan mereka.


"Katamu dia ada diluar negeri, berwisata juga bukan, apakah maksudnya itu adalah ini?" Tanya Revina lagi.

__ADS_1


__ADS_2