Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
51 : DBMJCP : Malam yang berakhir-


__ADS_3

DORR..!


Dalam waktu yang singkat, malam yang cukup dingin itu pun akan menjadi malam yang akan di penuhi kematian yang tak bersuara.


Mereka yang hanya ingin mengais uang dengan cara kotor berakhir dengan kematian yang cukup tragis, karena mereka semua...


'Kalian membuang nyawa kalian dengan sia-sia seperti ini. Tapi semua ini juga takdir yang sudah aku tulis sendiri, kalau kalian itu memang memilih jalan dan musuh yang salah. Jadi anggap saja ini hadiah perpisahan kalian dengan dunia yang keras ini.' Pikir Dhavin lagi, dan lagi-lagi Dhavin pun menarik pemicunya.


DORR..!


"Apakah masih ada lagi?" Tanya Dhavin lagi kepada si pelayan Arlsei.


"Ada. Di arah pukul tujuh." Beritahu Arlsei kepada Bos Dhavin yang sedang menikmati dunianya sendiri membantai musunya dari satu tempat yang sama dalam kurun waktu yang singkat itu.


Dan Arlesi sendiri kenapa bisa mampu menjawabnya dan mengetahui persis posisi milik musuhnya adalah karena di atas langit, adasatu drone yang sduah bersiap sedia untuk memantau segala aktivitas dari atas langit. Sehingga dalam jangkauan yang cukup luas itu, drone canggih itu akan menangkap semua aktivitas yang ada di bawah.


Itulah mengapa Arlsei mampu untuk mengetahui posisi dari targe yang ingin Dhavin lumpuhkan untuk selamanya itu.


Dan di karenakan suaranya cukup senyap, maka ulah Dhavin itu tidka akan mengganggu Revina yang Dhavin pikir sedang tidur?

__ADS_1


Mengingat seseorang bisa bangun kapanpun, bahkan tanpa di sadari oleh orang itu sendiri, maka Dhavin pun memberikan perintah kepada Arlsei. "Arlsei, coba cek apakah Revina masih tidur?"


Dhavin kemudian merangkak, langsung berpindah tempat ke satu sisi lainnya, lalu kembali berinteraksi dengan senapan miliknya untuk lebih banyak lagi mengenai targetnya.


"Baik, Tuan." Jawab Arlsei.


Dan Dhavin kembali melakukan aktivitasnya yang berubah dari seorang Bos sekaligus suami juga Ayah, jadi punya pekerjaan satu lagi, yaitu menjadi seorang penembak jitu.


Akan tetapi, di saat mereka berdua teus waspada menghadapi musuh yang di lihatnya, tiba-tiba saja ketika Dhavin menarik pemicunya, di saat yang sama ada suara keras dari sebuah tembakan yang berhasil menembus kaca.


PRANK....


Hal itu pun berhasil membuat Dhavin dan Arlse langsung memberikan reaksi terkejut merkea.


Karena itu pula, Dhavin pun buru-buru mencari penembak jitu lainnya.


Karena gelap?


Itu bukanlah suatu halangan bagi seorang penembak jitu, apalagi seperti Dhavin.

__ADS_1


Dhavin pun jadinya merubah caranya, dia jadinya terpaksa memakai kacamata khusus yang dapat mendeketksi untuk menemukan sensor panas milik seseorang.


Dan di saat di cari-ari akhirnya dia tahu kenapa dari sekian banyak musuh yang sudah Dhavin lumpuhkan, ternyata ada dua orang yang kebetulan memang memakai kain khusus yang menyebabkan dua orang tersebut tidak bisa langsung di deteksi, baik oleh Drone sendiri.


"Karena kaliann berhasil menghancurkan kaca rumahku, sayangnya biaya ganti ruginya adalah nyawa kalian." Gumamnya.


Namun ketika Dhavin hendak menarik pelatuknya, target yang sudah Dhavin bidik itu tiba-tiba saja tumbang.


'Apa? Apakah ada seseorang yang menggantikanku untuk mneembaknya?' Pikir dHavin, merasa aneh karena dua orang tersisa yang hendak Dhavin tembak sudah tumbang begitu saja. 'Bukankah artinya ini di anggap selesai?'


Diarasa sudah selesai, Dhavin pun berdiir.


Dhavin kemudian memperbaiki alat komunikasi yang terpasang di telinga kirinnya, seraya bertanya : "Arlsei, bagaimana situasi di dalam?"


"Tuan, Nyonya terlukan." Dan panggilan itu langsung terputus.


TUT.


BRAK...!

__ADS_1


Dhavin secepat tenaga, langsung berlari turun dari roftoop, pergi menuju kamar. 'Revina, setelah ini jangan kenapa-kenapa lagi.' Pikir Dhavin, dia berlari sekuat tenaga dari lantai paling atas, yaitu lantai empat lalu pergi ke lantai dua.


Hanya dengan mendengarnya saja, kalau Revina terluka, sontak membuat hatinya tiba-tiba jadi merasakan cemas dan khawatir yang cukup besar, apalagi jika sudah melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada diri Revina yang terluka itu?


__ADS_2