Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
154 : DBMJCP : Kesenangan yang bisa di ambil


__ADS_3

“Oh, apa yang sedang kamu bawa itu?” Salah satu orang pelayan bertanya kepada rekan kerjanya.


“Oh, tadi aku lupa membawakan makanan penutup untuk Tuan.” Jawabnya. Disebabkan karena Visco juga merupakan orang yang menyukai makanan yang manis, ia pun membawakan dessert box.


“Kelihatannya enak, aku jadi ingin memakannya juga.” Tak terasa air liurnya jadi hampir menitis, karena ia memang merasa kalau dessert box yang di bawa itu cukuplah enak, apalagi terlihat masih dingin, itu akan menimbulkan rasa nikmat yang lebih. 


“Aku kebetulan memang sengaja membuat lebih dalam bentuk ukuran yang kecil, jika kamu mau ambil satu. Sudah dulu bicaranya, aku harus mengantarkan ini sebelum Tuan selesai makan.” Ucapnya. 


“Kamu memang yang terbaik, terima kasih.” 


Dan kedua pelayan itu pun berpisah, dimana yang satu pergi naik ke atas sedangkan temannya tadi pergi ke bawah. 


‘Oh ya, wanita yang ada di dalam kamar Tuan itu siapa ya? Aku pikir dia baru tinggal selama dua tiga hari di sini. Tidak biasanya saja Tuan tiba-tiba membiarkan orang lain masuk kedalam rumahnya.’ Tidak lama, ia akhirnya sampai di depan pintu kamar milik Tuan nya, sampai ketika ia sudah mengangkat salah satu tangannya untuk mengetuk pintu, tiba-tiba suasana yang tadinya terasa hening, langsung berubah drastis. 


Samar-sama ia mendengar sesuatu. 


“Ahh~ Iya, terus, aku mohon lakukan lebih cep~ahh…iya, begitu. lagi-”

__ADS_1


Sebuah suara yang terdengar vulgar terus muncul dan jelas sudah pasti berasal dari balik pintu. 


“Tunggu, jangan cp~ Ahh..ah..ahhh…~”


‘Sepertinya aku berada di dalam suasana, tempat, dan waktu yang salah.’ Pikirnya, dengan rona merah di pipinya. ‘Tapi apa yang aku dengar itu, apa… jangan-jangan Tuan akhirnya melepaskan masa perjakanya? Tapi mengingat Tuan selama ini terus menjaga kesuciannya, dan akhirnya melepaskannya kepada wanita asing itu, berarti wanita itu memang wanita jal*ng pada umumnya, yang ingin naik ke atas ranjang laki-laki kaya seperti Tuan.


Yah~ Tidak mengherankan juga sih, karena manusia suka mencari keuntungan pada orang lain, meskipun harus menggunakan jalur pintas. Sudahlah, daripada aku ada disini terus dan aku jadi ikutan dosa, aku pergi saja. 


Lagi pula, Tuan sedang makan makanan penutupnya di dalam kamar bersama dengan seorang wanita.’


“Ah~ Ah~! Lebih cepat!”


Rasa dari puncak yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kesenangan jiwa dan raga, itulah permainan full dengan menggunakan tubuh. 


“Ah~” Safina langsung melengkungkan tubuhnya ke belakang ketika ujung dari sesuatu yang masuk di dalam area bawah sana, tepat mengenai area paling sensitif yang pernah ada. 


Meskipun Ac sudah dinyalakan dalam suhu terdingin, hal itu sama sekali tidak membuat pori-pori tubuh mereka tidak mengeluarkan keringat kesenangan. 

__ADS_1


‘E-enak sekali, Visco, kenapa dia…ahh!’ Semua pikiran yang Safina miliki dalam seketika sirna, saat sesuatu yang ada di dalam tubuhnya tiba-tiba saja keluar, dan akhirnya membasahi pangkal pahanya. “Akhhh~”


“Hah…hah….hah…” Visco menyeringai, karena ia akhirnya mendapatkan kemenangan dari hasil usaha yang sudah ia kerahkan untuk memberikan wanita yang sedang kesepian ini sebuah kesenangan yang tidak akan pernah bisa terlupakan. ‘Padahal aku tidak melakukan banyak hal. Tapi dia benar-benar terangsang, betapa cabul nya tubuh Safina ini, benar-benar membuat semua pria yang melihatnya ikut terbawa naf*su juga.’


Tatap Visco terhadap seorang wanita yang sedang ia buat menjadi seorang wanita penggoda di atas tempat tidurnya yang berharga itu. 


Walaupun sedikit kurang suka, karena tempat tidurnya jadi kotor sebab ulah Safina, tapi ia akan merelakan tempat tidurnya untuk malam ini saja.


“Hah…hah…hah,” Sama hal nya dengan Visco, Safina yang sudah mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya, akhirnya baru menyadari betapa susahnya ia untuk mendapatkan udara untuk mengisi paru-parunya setelah melepaskan semua tenaganya. Sehingga sekarang ini pun ia merasa tersengal-sengal. 


“Hei ******* Safina, apa kamu menginginkan lagi?” Tanya Visco dengan nada yang menggoda. 


Tapi meskipun Visco mengatakan hal itu kepada Safina, tapi tidak dengan pikirannya yang justru memikirkan hal lain yang lebih menarik perhatiannya. ‘Tapi-, dari pada Safina, aku sebenarnya yang membuatku penasaran itu adalah Revina. 


Kira-kira seperti apa ekspresi wajah wanita itu jika sedang bermain di atas ranjang dengan seorang pria?’


Karena tiba-tiba saja Visco memikirkan Revina sebagai bahan pengalihan pikirannya tentang apa yang terjadi jika ia berhubungan badan dengan Revina, hal tersebut pun membuat Visco mendapatkan imajinasi bahwa wajah dari Safina bukan lagi Safina, tapi Revina. 

__ADS_1


Hanya dengan dasar imajinasi ca*ul yang dimiliki oleh Visco, Visco pun jadi buat tersenyum miring. 


__ADS_2