Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
12 : DBMJCP : Imbas


__ADS_3

“Siapa yang mengatakan itu kepadamu?" Dhavin mulai menuntut jawaban dari istrinya itu, dan selagi meminta jawaban, Dhavin pun membalas perbuatan Revina itu dengan menarik cardigan yang Revina pakai, sampai akhirnya Revina memperlihatkan tanktop yang Revina pakai itu. Dan kedua orang itu pun jadi saling membalas satu dengan meremas kepunyaannya lawan bicara mereka. 


"Tidak...ada. Tidak ada yang mengatakan itu pada..hh…aku. Tapi ini!” Revina meraba handphone nya yang terjatuh tadi, membuka handphone layar lipatnya itu dan langsung meletakkannya di atas wajah Dhavin. “Lihat itu!” Tegas Revina kepada suaminya itu. “Kamu malah enak-enakkan di sana, sedangkan aku sendirian.” Imbuhnya. 


Dhavin yang ditampar langsung dengan handphone nya Revina, langsung di buat terkejut setelah dia melihat foto yang ada itu. Dimana sosok dari seorang Dhavin Calvaro yang sangat mencintai Istrinya apa adanya itu, sedang tidur dengan wanita lain di hotel?!


“Siapa yang mengirimmu ini?” Tanya Dhavin, masih belum melepaskan tangan kirinya untuk meremas salah satu dari sepasang aset yang dimiliki Revina. 


“Ini bukan masalah siapa. Benar atau tidak yang ada di dalam foto itu kamu?!” Seru Revina, sambil mengernyitkan matanya saat aset miliknya itu tiba-tiba sakit dan mengeluarkan cairan yang mulai membasahi tanktop yang dia pakai. ‘Laki-laki ini. Kenapa meremas dadaku? Kan jadinya keluar.’ Batin Revina.


“Ini bukan aku.”


“Bohong.” Tuks Revina, tidak percaya dengan mulut Dhavin yang selalu mengumbar kata manis dan menggoda itu. 


“Kenapa aku harus bohong? Aku sudah berapa kali bilang kepadamu, aku hanya mencintaimu seorang. Dihatiku ini tidak ada wanita lain selain kamu. Kalau seperti ini terus, aku bisa-bisa-” Sayangnya kalimatnya langsung menggantung begitu saja. 


“Bisa apa? Bisa mencer-mphh…!”


Seketika mulut Revina langsung di bungkam hebat oleh Dhavin. Dan dengan lebih kasar, Dhavin justru menarik ujung tanktop itu ke atas, sampai buah dadanya iu menyembul keluar dan langsung mengapit di dada bidang milik Dhavin. 


“Mphh…!” Revina yang hampir kehabisan nafasnya, menarik tangan kirinya itu dari area pribadi Dhavin untuk dia gunakan untuk mendorong diri dari dicium terus oleh Dhavin ini. 


Dhavin justru melingkarkan kedua tangannya di belakang pinggang Revina agar tidak kabur darinya, lalu dia melepaskan tautan dari ciuman mereka berdua, dan berkata : “Jangan sekalipun mengatakan hal itu padaku. Atau kamu akan menerima akibatnya.” Kata DHavin memperingatkan Revina dengan nada yang cukup rendah, sampai tubuh Revina jadi gemetar karena takut dengan ekspresi, tatapan mata, serta nada yang cukup dingin serta mengintimidasi itu. “...........!”


Dhavin yang tersadar dengan ucapannya tadi, langsung merubah ekspresi wajahnya kembali dan memeluk Revina lagi agar istrinya itu tidak takut kepadanya.


‘K-kenapa aku sebegitu takutnya?’ Detik hati Revina. Dia tidak pernah terpikirkan sekalipun, kalau ternyata Dhavin yang biasanya berekspresi penuh lelucon dan suka menggoda dengan senyuman serta tatapan mautnya, ternyata bisa berekspresi dengan aura mengintimidasi seperti itu. 


Siapa yang tidak takut, jika dirinya akhirnya mendapatkan satu kesadaran, kalau pria yang ada di bawahnya itu bisa melakukan banyak hal kepadanya dalam satu jentikan jari. 

__ADS_1


Dan dirinya…tidak boleh memprovokasinya.


“M-maaf. Siapapun yang mau kamu tiduri, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Dan jika foto itu memang hanya kebohongan untuk mengusik hubungan kita, aku juga minta maaf, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Maaf.” Ucap Revina kepada Dhavin. 


Dhavin yang sadar dengan apa yang barusan dirinya katakan kepada istrinya itu, sontak hal itu membuat dirinya jadi merasa bersalah, dan lagi…..


Karena ucapannya barusan, Revina pun jadi merasa seperti sedang putus asa.  


Takut, sedih, bercampur dengan rasa khawatir. Itulah yang Dhavin rasakan ketika mendengar ucapannya Revina tadi. 


Dan Dhavin pun mendekap tubuh Revina lebih erat, dia merasa bersalah karena membuat istrinya jadi takut kepadanya. 


“Maaf, aku mengatakan hal yang membuatmu takut. Aku ti-” ucapannya Dhavin pun terpotong. 


“Akulah yang harusnya minta maaf kepadamu, karena aku langsung membuat kesimpulan sendiri.” Lirih Revina. Dia yang masih ketakutan pun meletakkan wajahnya itu di bawah dagu Dhavin dan menatap kosong dinding yang ada di depannya itu. 


“...........” mendengar hal tersebut, Dhavin mendorong bahu Revina agar dia bisa melihat wajahnya yang ternyata sudah sembab.


Dia benar-benar takut dengan itu. 


‘Ah…dia sudah takut kepadaku.’ Pikir Dhavin ketika melihat istrinya itu tidak mau menatap matanya lagi. Akan tetapi, melihat ujung dari buah dada milik Revina sudah mulai mengeluarkan cairan putih yang tidak lain adalah susu, Dhavin dengan buru-buru menjilatnya. 


Slurp…


“...........!” Revina langsung terkesiap dengan tindakan Dhavin yang cukup mendadak itu. “Barusan-”


Dengan cepat Revina beranjak dari tubuh Dhavin sambil menutup salah satu buah dadanya itu dengan tangannya.


“Itu jorok.” cetus Revina seraya memasukkan miliknya kedalam bra lagi. 

__ADS_1


“Apanya yang jorok.” Lagi-lagi demi mencairkan suasana tegang diantara mereka berdua, Dhavin menjilat bibirnya itu, lalu berkata : “Ternyata rasnya cukup aneh, kenapa semua bayi suka itu ya?”


‘Dia tanya kenapa? Situ dulunya juga bayi, kenapa dulu minum susu Ibu?’ Tatap Revina terhadap suaminya yang kembali bertingkah. 


Hanya saja, ketika Revina sudah memperbaiki penampilannya itu dan hendak mengambil kembali handphone nya itu, Dhavin langsung menjauhkannya dari jangkauannya Revina. 


“Sini.” Protes Revina dengan wajah sembab nya.


“Dari pada main hp terus, coba apa yang akan kamu lakukan dengan saudaraku itu?” Dhavin menunjuk kepunyaannya yang sudah memberontak ingin keluar dari penjara. 


“Kan tinggal dibuka.” Aku tidak bisa membukanya. 


Malas melayani suaminya yang ada dalam tingkat bucin yang cukup tinggi, Revina pun pergi dengan tangan kosong?


Dhavin yang melihat Revina hendak pergi itu, dengan cepat langsung menggapai tangan Revina dan menariknya lagi agar masuk kedalam pelukannya lagi?!


PRESS


“Akkhh….!” Pekik Dhavin, saat harta berharganya tidak sengaja tertekan dengan tangan Revina yang hendak menahan tubuhnya dari pada jatuh ke dalam pelukannya Dhavin lagi. 


Sampai-sampai suara dari teriakan Dhavin yang keras itu, berhasil membuat Revina langsung mematung saking terkejutnya. Alhasil, imbas dari teriakan Dhavin tadi adalah..


“Owee…owee…owee….!”


“Owee…owee….owee…!”


Kedua baby mereka berdua langsung menangis. 


Revina yang memprioritaskan kedua anaknya itu, tanpa sepatah kata langsung berlari keluar dari kamar dan meninggalkan Dhavin yang sedang menderita kesakitan di area pribadinya itu. 

__ADS_1


‘Revina…kamu memilih mereka yang sudah di tangani oleh para babysister ketimbang aku?’ Rutuk Dhavin, ketika dirinya harus menderita sendirian di bawah tekanan rasa sakit. 


__ADS_2