Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
29 : DBMJCP : Incaran


__ADS_3

"Tangkap dia." Perintah pria ini kepada ke tiga anak buahnya itu agar segera menangkap mangsa mereka untuk mereka culik dan tentu saja jika memang berhasil menculiknya, mereka semua akan bermain bergiliran.


'Kalian meremehkanku? Dasar pria, tahunya hanya ingin memuaskan ************ kalian.' Pikirnya.


Tidak ambil pusing ketika dirinya saat ini sudah di kepung oleh ke empat pria, wanita ini memasukkan handphone nya ke dalam tas kecil miliknya itu, setelah itu dia lempar ke atas dengan sekuat tenaga hingga sampai cukup tinggi, setelah itu sekalipun dirinya saat ini sedang memakai sepatu hak tinggi, dia pun sudah bersiap dengan para pria yang akan menjadi korban dari amukannya, karena mengganggu suasana hatinya.


Wanita ini sedikit membungkukkan tubuhnya ke depan, setelah itu dia pun menumpukan kaki kanannya sebagai dasar pertama untuk dirinya berlari cepat ke arah satu pria, yang memakai jaket biru itu sebagai korban pertamanya.


TAP...


'Jadi ini, permainan licik dari Adel itu? Kira-kira bagaimana reaksi Bos ya? Kalau ternyata Adel yang mengaku teman satu SMP dari Nyonya Revina, ternyata memiliki sisi seperti ini? Aku jadi penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Tapi sayangnya, aku harus menghajar kalian, menangkap dan membawa kalian ke markas.' Selepas berpikir demikian, wanita ini langsung lebih membungkukkan tubuhnya ke bawah, saat pria berjaket biru itu hampir meraih tangannya.


"A-apa?" Pria ini terkejut dengan kegesitan dari Revina palsu yang tiba-tiba saja membungkuk untuk menghindari serangnnya, sampai dimana gerakan lanjutan dari Revina tersebut setelah membungkuk adalah..


BUKH....


Satu pukulan berhasil mendarat di perut pria itu.


Sayangnya dia harus menumbangkan ketiga pria lainnya. Setelah berhasil mengurus satu orang itu, Revina palsu ini segera menjeling ke arah samping kanan dan kiri, dia mencoba membandingkan siapa yang lebih dulu berada di jarak terdekat dengan dirinya?


Ketika pria sebelah kiri ternyata adalah orang pertama yang sampai di jarak terdekat dengan area serangannya, tentu saja Revina palsu ini segera menarik tangan pria itu yang hendak di gunakan untuk memukulnya.


Dia menariknya dengan kuat, sampai pria itu sendiri langsung terbawa ke depan dan berkat itu tubuh dari pria tersebut pun hampir bertabrakan dengan Bos nya sendiri.


'Dia ternyata bisa bela diri, berarti aku harus menggunaan cara lain.' Pikir pria berpangkat sebagai bos dari mereka bertiga. Dia menangkap tubuh anak buahnya yang hampir menabraknya itu dan langsung menyingkirkannya dari hadapannya.

__ADS_1


Revina palsu ini pun kembali melanjutkan serangannya untuk satu orang lain yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


Dia langsung melompat dalam bentuk salto, sampai salah satu kakinya itu, dia gunakan untuk memukul bahu dari pria yang hendak menyerangnya dari belakangnya itu.


BUKH..


BRUK..


"Akw..." pria ini segera jatuh tengkurap dengan bahu sebelah kanannya yang cukup nyeri.


'Hahh...sebenarnya aku malas, kalau mau menggunakan senjata, tapi apa boleh buat ya kan? Jika aku tidak menggunakannya, akulah yang akan dalam bahaya dari rencana Bos ini.' Mengerti dengan ekspresi wajah dari Bos itu, wanita ini pun langsung menarik ujung dari roknya,


"Tembak," Bisik dari Bos ini kepada penempak jitu yang sudah ada di posisinya.


-"Ok"- Jawaban singkat itu pun menjadi perwakilan atas kisah kejahatan mereka di dalam sebuah gang sempit.


Dan Revina palsu ini, setelah mengangkat ujung roknya, sampai dia memperlihatkan paha miliknya yang begitu memikat mata para memandang, di situ juga Revina ini akhirnya mengawali perbuatan di malam itu untuk menembak.


Setelah berhasil mendarat selepas menggunakan gaya salto untuk menyerang satu pria tadi, dia pun langsung mengangkat tangan kirinya dalam posisi sudut seratus da puluh derajat ke atas sana, lebih tepatnya ke salah satu gedung bertingkat, dan mereka berdua pun sama-sama menarik pemicunya, lalu...


DORR....


DORR...


Burung gagak yang sempat bertengger di atas kebe llstrik, langsung terbang menjauh.


KROAKK......

__ADS_1


Dan malam itu pun berhasil menjadi saksi bisu untuk peristiwa yang terjadi diantara mereka semua.


__________


"Hahh...hah! Hah...hah...." Revina sontak langsung membuka matanya lebar-lebar setelah dia mendapatkan mimpi yang cukup buruk.


"..............." Dhavin yang menyadari kalau Istrinya itu tiba-tiba saja bangun, langsung menarik pinggang Revina agar bisa lebih dekat lagi. "Mimpi buruk ya?" Tanya Dhavin dengan suara parau.


Tangan kanannya dia gunakan untuk meraih wajah Revina yang rupanya sudah berkeringat banyak.


"'I-iya. Itu sangat mengejutkanku." Jawab Revina dengan lirih. Sorotan matanya pun kembali sayu. Dia masih mengantuk, ingin tidur lagi, tapi mimpi buruk tadi terus saja membuatnya kepikiran, dan dia takut kalau mimpi itu akan kembali menghantuinya lagi ketika dirinya menutup matanya.


Dhavin yang juga sama-sama masih mengantu, mencoba menyempatkan dirinya untuk melihat ekspresi Revina yang terlihat cemas itu.


"Mimpi apa?" Tanya Dhavin singkat.


"Aku..mimpi, ada yang mengincar anak kita. Aku tidak tahu kelanjutannya, karena di dalam mimpiku, tiba-tiba saja kepalaku di pukul dari belakang. Itu saja," Ungkap Revina atas ketakutannya itu, sebab mimpinya itu benar-benar sangatlah buruk, karena ternyata saat kedua anaknya besar nanti, ada yang mengincar mereka berdua.


"Sudah..sudah, jangan dipikirkan lagi. Itu hanyalah mimpi, dan aku akan selalu melindungimu. Untuk sekarang, jaga kesehatanmu, pulihkan dulu tubuhmu itu, jangan sampai sakit, karena kalau kamu sakit lagi...aku kesepian lagi." Kata terakhir Dhavin, membuat tangan kanan dia menggapai belakang kepala Revina agar bisa dia peluk.


Revina yang sudah di tenangkan seperti itu oleh Dahvin, hanya tersenyum tipis, seraya menikmati aroma dari tubuh Dhavin yang ternyata cukup menyenangkan sekaligus menenangkan, karena pria ini benar-benar memiliki feromon yang bagus untuk Revina yang suka gelisah dan merasa kesepian itu.


"Ini masih jam satu pagi, ayo tidur lagi." Pinta Dhavin, agar Revina itu tidur lagi.


Dari situ juga Dhavin menepuk-nepuk punggung Revina seolah Revina adalah bayi, tapi bayi besar yang harus di tenangkan dan agar tindakannya itu membawa istrinya itu kembali tidur.


"Iya." Revina perlahan memejamkan matanya, dan menikmati tepukan pelan yang dilkukan oleh Dhavin itu kepadanya.

__ADS_1


"..............." Namun sekalipun Dhavin menyuruh Istrinya itu untuk tidur lagi, dirinya masih saja terbangun untuk beberapa waktu. 'Ada yang mengincarnya? Itu bisa jadi sih, mengingat aku saja sebenarnya banyak musuh. Tapi untuk sekarang ini, penyamaran untuk menjadi Istriku memang berhasil, tapi dia rupanya jadi di incar beberapa penjahat yang akan menculiknya. Apakah mereka suruhan dari Adel? Aku akan segera mengetahuinya. Jadi lebih baik aku tidur lagi saja. Tubuh dan pikiranku ini benar-benar sudah lelah.'


Dan akhirnya Dhavin pun tertidur lagi, berdua dengan Revina dalam posisi saling memeluk.


__ADS_2